Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asian Development Bank (ADB) terus mendorong penguatan pasar obligasi berdenominasi mata uang lokal serta pengembangan keuangan berkelanjutan di kawasan ASEAN+3.

Upaya tersebut mengemuka dalam pembukaan rangkaian kegiatan 45th ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting and Other Events yang digelar di Yogyakarta, Senin (2/2/2026). Forum ini diselenggarakan OJK bekerja sama dengan ADB dan diikuti oleh para regulator, pelaku pasar, investor, akademisi, serta organisasi internasional.

Direktur Eksekutif Kelompok Spesialis Pasar Modal OJK, Retno Ici, mengatakan forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat integrasi pasar obligasi kawasan melalui standardisasi dan harmonisasi regulasi, praktik pasar, serta infrastruktur transaksi lintas batas.

“Kehadiran berbagai pemangku kepentingan mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong pasar modal yang tangguh, inklusif, dan berorientasi ke masa depan, termasuk melalui penerapan prinsip keuangan berkelanjutan,” ujar Retno.

Dalam pengembangan keuangan berkelanjutan, OJK telah meluncurkan sejumlah kebijakan, di antaranya Peraturan OJK (POJK) Nomor 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan. Regulasi ini memperluas cakupan obligasi berkelanjutan tidak hanya pada aspek lingkungan (green), tetapi juga aspek sosial dan keberlanjutan lainnya.

Selain itu, OJK juga menerbitkan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) sebagai acuan penyelarasan proyek nasional dengan standar keberlanjutan internasional.

Sementara dalam pengembangan Local Currency Bond Market, OJK menilai instrumen ini berperan penting dalam meningkatkan stabilitas keuangan, mengurangi risiko nilai tukar, serta memperkuat pembiayaan jangka panjang bagi proyek infrastruktur dan sosial.

Hingga akhir Desember 2025, OJK mencatat nilai outstanding obligasi dan sukuk korporasi berkelanjutan telah mencapai Rp54,94 triliun atau setara USD 3,28 miliar, mencakup kategori green, social, sustainability, dan sustainability-linked bonds.

Di sisi lain, Direktur Strategi Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Mada Dahana, menegaskan bahwa keuangan berkelanjutan merupakan elemen penting dalam strategi pembangunan nasional untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).

Pemerintah, menurut Mada, telah mengembangkan berbagai skema pembiayaan seperti sukuk, obligasi tematik termasuk obligasi SDG dan obligasi biru, serta pembiayaan campuran (blended finance). Namun, keterbatasan kapasitas pendanaan masih menjadi tantangan utama, sehingga kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan.

Berdasarkan Sustainable Development Report 2025, Indonesia mencatat skor 70,2, lebih tinggi dari rata-rata global 69,5, dengan capaian 61,4 persen dari 23 indikator SDGs. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor swasta untuk berinvestasi dalam agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Rangkaian kegiatan 45th ASEAN+3 Bond Market Forum berlangsung selama tiga hari, 2–4 Februari 2026, secara hybrid dan diikuti sekitar 200 peserta dari negara-negara anggota ASEAN+3.

Dalam forum tersebut, OJK juga menggelar Indonesia Session yang membahas perkembangan pasar modal nasional dengan tema “Integrating Sustainable Finance in Indonesia’s Economic Development and Asia’s Growth” serta “Developing Local Currency Bond Market: Market Integration and Stakeholder Synergy”.

Selain ABMF, turut diselenggarakan Joint 34th Cross-Border Settlement Infrastructure Forum (CSIF) dan 3rd Digital Bond Market Forum (DBMF). DBMF berfokus pada pengembangan aset digital, sementara CSIF membahas penguatan infrastruktur penyelesaian transaksi lintas batas obligasi di kawasan ASEAN+3. (*)

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Makanan Berbuka Puasa yang Sehat dan Mengenyangkan untuk Jaga Stamina Saat Ramadhan

    10 Makanan Berbuka Puasa yang Sehat dan Mengenyangkan untuk Jaga Stamina Saat Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Memilih makanan berbuka puasa yang sehat dan mengenyangkan menjadi hal penting selama bulan Ramadhan. Setelah menahan lapar dan dahaga lebih dari 12 jam, tubuh memerlukan asupan gizi seimbang untuk mengembalikan energi sekaligus menjaga stamina hingga waktu sahur. Ahli gizi menyarankan agar menu iftar tidak hanya fokus pada rasa, tetapi juga memperhatikan kandungan nutrisi […]

  • Warga Amerika Keluhkan Harga BBM Naik Tajam Akibat Konflik Iran

    Warga Amerika Keluhkan Harga BBM Naik Tajam Akibat Konflik Iran

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat mulai memicu keluhan luas dari masyarakat. Kenaikan ini terjadi seiring memanasnya konflik geopolitik antara Iran dan sekutunya, yang berdampak langsung pada pasokan energi global. Data dari American Automobile Association (AAA) menunjukkan harga rata-rata bensin reguler kini telah menembus 4 dolar AS per galon. Angka […]

  • Ekonomi Jepang Anjlok 0,4% di Q3 2025, Tertekan Tarif Dagang AS

    Ekonomi Jepang Anjlok 0,4% di Q3 2025, Tertekan Tarif Dagang AS

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ekonomi Jepang tercatat mengalami kontraksi 0,4% pada kuartal III 2025. Data terbaru yang dirilis Senin (17/11/2025) menunjukkan aktivitas ekonomi Negeri Sakura melemah dalam periode Juli–September, setelah sebelumnya tumbuh 0,6% pada kuartal II. Meski kontraksi tersebut lebih baik dari proyeksi pasar sebesar minus 0,6%, ini menjadi penurunan pertama sejak awal 2024. Pelemahan terbesar datang […]

  • Peretasan Bank Jakarta: Transaksi Anomali Capai Rp 227 Miliar

    Peretasan Bank Jakarta: Transaksi Anomali Capai Rp 227 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Jakarta, sebelumnya bernama Bank DKI, mengalami peretasan serius pada sistem pembayaran BI Fast, menyebabkan transaksi anomali mencapai Rp 227,1 miliar. Insiden ini terjadi beberapa kali sejak 2024, dengan peretasan terakhir dilaporkan pada 29 Maret 2025. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menyebut bahwa pihaknya telah membekukan seluruh rekening terkait sejak awal untuk mencegah keluarnya […]

  • Dari 1.000 Tamu Hotel di Jambi, Hanya 5 Wisman

    Dari 1.000 Tamu Hotel di Jambi, Hanya 5 Wisman

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hotel berbintang di Provinsi Jambi masih sangat bergantung pada wisatawan domestik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, dari setiap 1.000 tamu yang menginap pada Juli 2026, hanya sekitar lima orang yang berasal dari mancanegara. BPS mencatat total tamu hotel berbintang pada Juli mencapai 58.932 orang. Dari jumlah tersebut, 58.629 merupakan tamu nusantara, sedangkan […]

  • Bank Dunia Nilai Dampak Tarif AS terhadap Ekspor RI Relatif Kecil

    Bank Dunia Nilai Dampak Tarif AS terhadap Ekspor RI Relatif Kecil

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Dunia menilai dampak kebijakan global Amerika Serikat (AS) termasuk kebijakan tarif, terhadap kinerja ekspor Indonesia relatif terbatas. Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo menjelaskan total tarif yang dihadapi Indonesia saat ini masih di bawah 20 persen, sebanding dengan Vietnam, meski sedikit lebih tinggi dibanding Malaysia dan Thailand. […]

expand_less