Senin, 20 Apr 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Utang Proyek Whoosh Jadi Ujian bagi Danantara, Investor Waspadai Persepsi Negatif

Utang Proyek Whoosh Jadi Ujian bagi Danantara, Investor Waspadai Persepsi Negatif

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Besarnya utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kini menjadi ujian berat bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sejumlah pengamat menilai, kegagalan Danantara mengelola beban keuangan proyek strategis nasional ini bisa menimbulkan persepsi negatif dari investor global terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia.

“Masalah persepsi negatif akan muncul ketika Danantara tidak mampu mengatasi utang BUMN seperti KAI. Karena Danantara adalah badan publik yang langsung bertanggung jawab kepada presiden, maka isu ini bisa dianggap mencerminkan kemampuan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan BUMN,” ujar Pengamat BUMN Next Center, Herry Gunawan, kepada kumparan, Senin (27/10).

Proyek Whoosh memiliki nilai investasi USD 7,27 miliar atau sekitar Rp 120,6 triliun, termasuk pembengkakan biaya (cost overrun) senilai USD 1,2 miliar (Rp 19,8 triliun). Sebagai pemimpin konsorsium BUMN, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menanggung beban utang sebesar Rp 6,9 triliun dari China Development Bank (CDB) untuk menutup pembengkakan biaya tersebut.

Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menolak opsi penyelesaian utang menggunakan dana APBN, dan menyerahkan penyelesaiannya kepada Danantara sebagai lembaga pengelola investasi negara.

“Keputusan Menteri Keuangan sudah tepat, karena dengan begitu utang Whoosh tidak akan membebani fiskal negara yang terbatas,” jelas Herry.

Proyek Whoosh sepanjang 142,3 km dari Jakarta ke Bandung tercatat memiliki biaya lebih besar dibanding proyek Saudi Land Bridge di Arab Saudi yang memiliki panjang 1.500 km. Proyek Saudi tersebut menelan investasi USD 7 miliar atau Rp 116 triliun, lebih rendah dari total biaya pembangunan Whoosh.

Menurut Herry, tingginya biaya proyek Whoosh disebabkan perencanaan yang kurang matang, mulai dari relokasi fasilitas umum, kenaikan harga material konstruksi, hingga pembebasan lahan yang tidak efisien.

“Kalau perencanaannya matang dari awal, pembengkakan biaya sebesar ini seharusnya tidak terjadi,” katanya.

Ketua Forum Pembiayaan Transportasi MTI, Muhammad Syaifullah, menilai pembengkakan biaya besar kerap terjadi pada proyek infrastruktur dunia, namun mitigasi risiko harus dilakukan sejak awal melalui kajian komprehensif.

“Contohnya proyek MRT di Amerika Serikat juga mengalami pembengkakan luar biasa karena lemahnya kajian risiko,” ujarnya.

Menurut Syaifullah, faktor geotektonik dan topografi juga menjadi penyebab utama mahalnya biaya konstruksi Whoosh.

“Konstruksi yang banyak menggunakan terowongan (tunnel) dan struktur elevated jelas lebih mahal dibanding jalur datar (at grade). Apalagi wilayah Jakarta–Bandung rawan pergeseran lempeng bumi, yang berpengaruh pada desain teknik dan keamanan proyek,” jelasnya.

Ia juga menduga, bunga pinjaman dari CDB yang lebih tinggi dibanding proyek lain turut memperbesar total biaya proyek.
“Hal ini harus diverifikasi lebih lanjut karena bisa berdampak signifikan pada total pengembalian investasi,” tambahnya.

Dengan penolakan penggunaan APBN dan pelimpahan tanggung jawab ke Danantara, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga disiplin fiskal. Namun, para pengamat menilai langkah ini akan menjadi ujian kredibilitas pertama bagi Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis nasional. Jika gagal mengelola beban utang proyek besar seperti Whoosh, kepercayaan investor terhadap kemampuan Indonesia menjaga stabilitas keuangan dan tata kelola BUMN bisa terpengaruh.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASN Tebo Mulai WFH, Tapi Tidak Semua Bisa

    ASN Tebo Mulai WFH, Tapi Tidak Semua Bisa

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo mulai menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah setempat. Kebijakan ini diberlakukan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai bagian dari upaya penyesuaian pola kerja yang lebih adaptif dan efisien. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan […]

  • Bos BGN Tegaskan Status Ahli Gizi di Program MBG Usai Pernyataan Cucun Viral

    Bos BGN Tegaskan Status Ahli Gizi di Program MBG Usai Pernyataan Cucun Viral

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat suara terkait status ahli gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah pernyataan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal viral dan menuai kritik. Cucun sebelumnya menyebut MBG tidak memerlukan ahli gizi, melainkan cukup pengawas gizi yang bisa direkrut dari lulusan SMA dan diberi pelatihan selama tiga […]

  • 7 Kesalahan Finansial Ibu Rumah Tangga Saat Memulai Usaha Rumahan

    7 Kesalahan Finansial Ibu Rumah Tangga Saat Memulai Usaha Rumahan

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Usaha rumahan kerap dipilih ibu rumah tangga sebagai cara menambah penghasilan keluarga. Modal yang relatif kecil, fleksibilitas waktu, dan bisa dijalankan dari rumah membuat jenis usaha ini terlihat minim risiko. Namun pada praktiknya, tidak sedikit usaha rumahan justru berhenti di tengah jalan. Penyebabnya bukan semata karena produk tidak laku atau persaingan ketat, melainkan […]

  • Mentan Amran Cabut Ratusan Izin Distributor Pupuk Nakal, Jual di Atas HET

    Mentan Amran Cabut Ratusan Izin Distributor Pupuk Nakal, Jual di Atas HET

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah telah mencabut ratusan izin pengecer dan distributor pupuk yang terbukti menjual pupuk subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). “Bagi distributor yang tidak patuh, izinnya dicabut dan ditutup. Tidak ada kata lain, karena mereka mendzolimi rakyat Indonesia,” tegas Amran saat ditemui wartawan di Universitas Sebelas […]

  • Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Makin Mahal

    Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Makin Mahal

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dua produk emas buatan UBS dan Galeri24 yang ditawarkan Pegadaian makin mahal. Kini keduanya kembali mengalami kenaikan harga secara bersamaan pada perdagangan Selasa (23/12/2025). Dikutip dari laman Sahabat Pegadaian, harga jual emas Galeri24 melonjak ke angka Rp2.536.000 dari awalnya Rp2.519.000 per gram atau naik Rp17.000. Begitu pula emas UBS naik menjadi Rp2.593.000 dari […]

  • Bolehkah Penderita Asam Lambung Makan Nanas? Ini Penjelasan Medisnya

    Bolehkah Penderita Asam Lambung Makan Nanas? Ini Penjelasan Medisnya

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nanas kerap dianggap sebagai buah yang harus dihindari oleh penderita asam lambung karena rasanya yang asam. Namun, secara medis, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Penderita GERD tetap diperbolehkan mengonsumsi nanas, selama dalam jumlah terbatas dan tidak dikonsumsi saat perut kosong. Nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu proses pencernaan. […]

expand_less