Rupiah Terus Merosot ke Level Rp16.746 per Dolar AS
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Rupiah melemah 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.746 per dolar Amerika Serikat.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah masih belum bangkit dari zona merah. Dilansir dari Antara, Selasa (6/1/20260, rupiah dibuka pada level Rp16.746 per dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah melemah 6 poin atau 0,04 persen dibanding penutupan pada Senin yang berada di level Rp 16.740 dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar naik 98,28.
Saat ini, pergerakan mata uang di Asia bervariasi dengan kecenderungan menguat. Hal itu terlihat dari ringgit Malaysia yang mencatat kenaikan terbesar 0,35%. Disusul baht Thailand yang naik 0,24%, yuan China naik 0,05%, dolar Singapura menguat 0,05%, peso Filipina naik 0,01% dan dolar Hong Kong naik 0,004% terhadap dolar AS.
Selain rupiah, mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS adalah Won Korea yang melemah 0,11%, dan yen Jepang melemah 0,04%.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah melemah dikarenakan sentimen global dan dalam negeri. Namun data perdagangan Indonesia mengecewakan yang dirilis Senin masih membebani.
“Secara umum rupiah masih terbebani oleh langkah ekspansif pemerintah dan pelonggaran BI, permintaan domestik yang lemah setta kekuatiran defisit anggaran yg bersifat menengah hingga jangka panjang,” katanya.
Kata dia, rupiah masih bisa bangkit dikarenakan dolar bakal mengalami pelemahan. Hal itu disebabkan oleh data manufaktur Amerika Serikat yang membebani dolar.
“Sebenarnya rupiah berpotensi menguat walau terbatas oleh perlemahan dolar AS setelah data manufaktur ISM AS yg terkontraksi lebih besar dari perkiraan,” tandasnya.(*)
- Penulis: darmanto zebua
- Editor: Darmanto Zebua

Saat ini belum ada komentar