Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Purbaya Respons Mundurnya Dirut BEI: Kesalahannya Fatal!

Purbaya Respons Mundurnya Dirut BEI: Kesalahannya Fatal!

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara tentang pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman. Ia mengatakan langkah Iman Rachman tersebut merupakan bentuk tanggung jawab atas terjadinya kekisruhan di pasar modal dalam beberapa hari terakhir.

“Saya pikir ini positif sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang terjadi di bursa kemarin,” ujar Purbaya kepada awak media,Jumat(30/1/2026).

Purbaya berpendapat BEI tidak bergerak cepat mengatasi kekisruhan yang ada. Khususnya terkait penanganan terhadap laporan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Bila permasalahan di pasar modal dapat berimbas ke pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dia tidak follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan dia yang fatal disitu, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam,” terangnya.

Di sisi lain, pemerintah tetap konsisten menjaga fundamental perekonomian. Untuk membenahi kelangsungan fiskal maka pemerintah sedang melakukan rotasi terhadap pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

“Kemarin pegawai DJBC saya ganti 35 orang. Minggu depan mungkin sekitar 70 orang pegawai DJP saya ganti,” kata Purbaya.

Dia menegaskan rotasi ini dilakukan untuk pegawai-pegawai yang terindikasi melakukan penyelewengan. Mengingat penerimaan negara tidak mencapai target pada akhir tahun 2025 yang berimbas pada pelebaran defisit hingga mencapai 2,92% dari produk domestik bruto (PDB) atau nyaris mendekati ambang batas sebesar 3% dari PDB.

“Pegawai yang ketahuan main- main saya akan putar ke tempat yang lebih sepi. Jadi kita melakukan perbaikan yang sungguh-sungguh,” tutur Purbaya.

Pemerintah juga menugaskan Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking agar investasi bisa berjalan maksimal. Satgas tersebut bertugas menyelesaikan permasalahan yang menghambat investasi. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pemerintah juga bekerja sama dengan otoritas terkait agar sumber-sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri bisa tumbuh maksimal.

“Jadi perbaikan fondasi perekonomian betul-betul dilakukan dan betul-betul sedang terjadi. Kami juga sudah berkomunikasi lebih dekat dengan bank sentral sehingga likuidasi pasar juga cukup untuk ekonomi tumbuh 6% tahun ini,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perdagangan Ditutup, IHSG Turun 0,44% ke Level 8.671

    Perdagangan Ditutup, IHSG Turun 0,44% ke Level 8.671

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 38,72 poin atau 0,44% ke 8.671,97 pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (9/12/2025). Sebanyak 244 saham naik, 407 saham turun dan 149 saham stagnan. Hanya tiga indeks sektoral yang selamat ke zona hijau. Sedangkan delapan indeks sektoral lainnya tergelincir ke zona merah, mengikuti pelemahan […]

  • Industri Konstruksi Bangkit, WIKA Targetkan Kontrak Baru Rp20 Triliun pada 2026

    Industri Konstruksi Bangkit, WIKA Targetkan Kontrak Baru Rp20 Triliun pada 2026

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) optimistis industri konstruksi nasional akan kembali bergairah pada 2026. Perseroan menargetkan kontrak baru senilai Rp20 triliun, seiring membaiknya kondisi pasar dan restrukturisasi keuangan yang sudah dilakukan sepanjang tahun ini. Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menjelaskan bahwa target tersebut tengah dibahas dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran […]

  • Gebrakan Menteri Purbaya Untungkan Sektor Properti Play Button

    Gebrakan Menteri Purbaya Untungkan Sektor Properti

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan uang pemerintah sebesar Rp 200 triliun ke perbankan disambut baik pelaku usaha, tak terkecuali pengusaha properti. Sebab, kebijakan ini penting di tengah kondisi ekonomi dan kredit yang melambat. Dikutip dari berbagai sumber, Purbaya menyampaikan bahwa sektor properti merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan […]

  • Rupiah Ngegas Pagi Ini! Loncat 54 Poin, Sentuh Rp18.134 per Dolar AS

    Rupiah Ngegas Pagi Ini! Loncat 54 Poin, Sentuh Rp18.134 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Angin segar berembus ke dunia usaha. Nilai tukar rupiah pada Selasa (9/6/2026) pagi dibuka menguat 54 poin atau 0,29 persen ke level Rp18.134 per dolar AS, dari sebelumnya Rp18.188 per dolar AS. Penguatan ini langsung direspons pelaku usaha di Jambi. Sejumlah pengusaha mengaku mulai melihat celah untuk menekan biaya produksi, terutama yang bergantung […]

  • Rupiah Melemah Lagi! Pagi Ini Sentuh Rp17.859 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Lagi! Pagi Ini Sentuh Rp17.859 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah masih belum mampu keluar dari tekanan. Pada perdagangan Selasa (23/6/2026) pagi, kurs rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kini rupiah di level Rp17.859. Mengutip dari Antara, mata uang Indonesia melemah 16 poin atau tergerus 0,09 persen menjadi Rp17.859 per dolar AS. Penutupan sebelumnya rupiah di level Rp17.843 per […]

  • Harga Minyak Dunia Tembus US2 per Barel Imbas Serangan Fasilitas Energi Iran

    Harga Minyak Dunia Tembus US$112 per Barel Imbas Serangan Fasilitas Energi Iran

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Kamis (19/3/2026) setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menyusul serangan terhadap fasilitas energi di Iran. Minyak mentah jenis Brent crude oil tercatat naik 4,27 persen menjadi US$112 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,73 persen ke level US$98,95 per barel. Lonjakan harga dipicu […]

expand_less