Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Beranda » Bisnis Jambi » Dari Udang ke Terasi, Begini Rantai Bisnis Lokal di Kuala Tungkal

Dari Udang ke Terasi, Begini Rantai Bisnis Lokal di Kuala Tungkal

  • account_circle say say
  • calendar_month 11 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Tidak semua peluang bisnis lahir dari pusat perdagangan modern. Sebagian tumbuh dari hubungan langsung antara bahan baku, produsen lokal dan konsumen. Tanjung Jabung Barat menjadi contoh menarik. BPS mencatat wilayah ini memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Provinsi Jambi. Pada 2022, kontribusinya terhadap PDRB provinsi mencapai 18,17 persen.

Salah satu aktivitas ekonomi lokal yang pernah menjadi perhatian BPS adalah industri pembuatan terasi. Produk tersebut menggunakan udang segar dari nelayan dan menjadi salah satu produk yang dikenal sebagai oleh-oleh khas Kuala Tungkal.

Cerita tersebut memperlihatkan bagaimana lokasi membentuk rantai bisnis.

Bahan baku berada dekat dengan pelaku usaha. Proses produksi dilakukan di sekitar sumber bahan baku. Produk kemudian bergerak menuju konsumen melalui pasar lokal maupun jaringan oleh-oleh.

Namun, bisnis berbasis bahan baku juga menghadapi risiko lokasi. BPS mencatat produsen terasi menghadapi kendala ketersediaan udang dan cuaca yang memengaruhi proses pengeringan.

Artinya, lokasi memberikan keuntungan sekaligus risiko.

Bagi pengusaha, kedekatan dengan sumber bahan baku dapat menekan biaya tertentu. Tetapi ketergantungan pada kondisi alam membuat bisnis perlu memiliki strategi penyimpanan, distribusi dan pengolahan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Location Matters bukan hanya tentang konsumen.

Lokasi juga berarti akses terhadap bahan baku, tenaga kerja, supplier dan jaringan distribusi.

Bagi Jambi, pendekatan seperti ini penting untuk melihat potensi ekonomi kabupaten secara lebih utuh. Bisnis lokal tidak selalu harus menunggu menjadi besar untuk memiliki nilai ekonomi. Ketika rantai produksi dan distribusinya kuat, bisnis kecil dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purbaya Bahas Peluang Industri Tekstil dengan AGTI, Sentuh Isu Perizinan dan Thrifting

    Purbaya Bahas Peluang Industri Tekstil dengan AGTI, Sentuh Isu Perizinan dan Thrifting

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima kunjungan Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) di Kementerian Keuangan, Selasa (4/11/2025). Pertemuan ini membahas peta jalan (roadmap) peluang, tantangan, dan ancaman di sektor industri tekstil dan garmen nasional. Ketua Umum AGTI yang juga Vice CEO PT Pan Brothers Tbk, Anne Patricia Sutanto, menjelaskan bahwa AGTI memaparkan […]

  • Peminat Tinggi, Larangan Thrifting Dinilai Sulit Dihapus

    Peminat Tinggi, Larangan Thrifting Dinilai Sulit Dihapus

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai larangan impor pakaian bekas (thrifting) yang ditegaskan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih sulit dihapus karena tingginya minat masyarakat terhadap produk tersebut. Menurut Yusuf, kebijakan pelarangan thrifting belum tentu langsung berdampak positif terhadap industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional dalam jangka pendek. “Kebijakan ini menjadi […]

  • AS dan China Masih Dominasi Jumlah Miliarder Global, Negara Kecil Mulai Menyusul

    AS dan China Masih Dominasi Jumlah Miliarder Global, Negara Kecil Mulai Menyusul

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peta kekayaan global terus mengalami pergeseran seiring meluasnya sumber penciptaan kekayaan baru di berbagai kawasan dunia. Laporan terbaru lembaga keuangan global menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan China masih menjadi dua negara dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia, meskipun laju pertumbuhannya mulai bervariasi antarwilayah. Amerika Serikat menempati posisi teratas dengan lebih dari 900 miliarder, […]

  • Jangan Dibuang! Limbah Sawit Ternyata Bisa Jadi Ladang Cuan Baru bagi UMKM

    Jangan Dibuang! Limbah Sawit Ternyata Bisa Jadi Ladang Cuan Baru bagi UMKM

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Selama ini limbah kelapa sawit kerap dipandang sebagai sisa produksi yang tidak bernilai. Padahal, di balik tumpukan limbah tersebut tersimpan peluang bisnis besar yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM. Pemanfaatan limbah kelapa sawit dinilai menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai ekonomi industri sawit nasional. […]

  • Tarif Global Trump Naik 15%, RI Upayakan Sawit hingga Tekstil Tetap 0% ke AS

    Tarif Global Trump Naik 15%, RI Upayakan Sawit hingga Tekstil Tetap 0% ke AS

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia berupaya memastikan sejumlah komoditas unggulan tetap mendapatkan tarif 0% ke Amerika Serikat (AS), meskipun Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif global baru. Trump menetapkan tarif impor global sebesar 10% dan kemudian menaikkannya menjadi 15%. Kebijakan ini muncul setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif resiprokal yang sebelumnya diumumkan pada April […]

  • Indonesia Punya Cadangan Migas Jumbo, Gas Bumi Jadi Tulang Punggung Energi Nasional

    Indonesia Punya Cadangan Migas Jumbo, Gas Bumi Jadi Tulang Punggung Energi Nasional

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat Indonesia memiliki cadangan minyak dan gas bumi (migas) jumbo yang potensial menjadi penopang utama ketahanan energi nasional. Berdasarkan data per 1 Januari 2025, total cadangan minyak bumi nasional mencapai 4.423,52 miliar barel tangki stok (mmstb), sementara cadangan gas bumi mencapai 55.850,81 miliar kaki kubik (bscf). […]

expand_less