Potensi Pertanian Jambi Melimpah, Al Haris Ungkap Sawit hingga Kayu Manis Jadi Andalan
- account_circle say say
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Al Haris menegaskan, besarnya potensi pertanian dan perkebunan ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat ekonomi daerah. Pemerintah daerah juga terus mendorong optimalisasi lahan dan peningkatan produksi agar mampu memenuhi kebutuhan lokal hingga pasar ekspor.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi Al Haris membeberkan besarnya potensi sektor pertanian dan perkebunan yang dimiliki Provinsi Jambi. Beragam komoditas unggulan disebut mampu menjadi kekuatan ekonomi daerah sekaligus peluang pasar yang menjanjikan.
Al Haris menyampaikan, selain padi, Jambi memiliki komoditas kopi dengan potensi pasar yang besar di Indonesia. Jenis kopi yang dikembangkan meliputi robusta, liberika, dan arabika yang tersebar di sejumlah daerah seperti Kerinci dan Merangin.
“Potensi kopi cukup signifikan dan tersebar di beberapa wilayah. Ini menjadi salah satu komoditas unggulan Jambi,” ujar Al Haris
Selain kopi, komoditas kayu manis di Kabupaten Kerinci juga menjadi salah satu andalan dengan luas lahan mencapai sekitar 46.000 hektare dan potensi produksi hingga 30.000 ton. Tidak hanya itu, tanaman tebu di wilayah yang sama juga dinilai memiliki peluang besar dengan estimasi luas sekitar 2.000 hektare.
Di sektor perkebunan lainnya, Jambi juga memiliki potensi besar pada komoditas pinang yang tersebar di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat dengan luas mencapai 25.000 hektare.
Untuk komoditas karet, luas lahan di Jambi mencapai sekitar 611.000 hektare dengan total produksi sekitar 35.000 ton yang tersebar di berbagai daerah seperti Bungo, Tebo, Merangin, hingga Muaro Jambi.
Sementara itu, perkebunan kelapa sawit rakyat menjadi salah satu sektor dominan dengan luas mencapai sekitar 1,2 juta hektare. Selain sawit, potensi kelapa dalam di wilayah pesisir seperti Tanjung Jabung Barat dan Timur juga dinilai memiliki peluang ekspor, terutama ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Di sektor tanaman pangan, pemerintah daerah menargetkan perluasan areal tanam padi. Target luas tanam padi reguler mencapai 2.000 hektare, ditambah pengembangan lahan rawa seluas 22.312 hektare serta tambahan target tanam sebesar 21.000 hektare.
Al Haris menegaskan, besarnya potensi pertanian dan perkebunan ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat ekonomi daerah. Pemerintah daerah juga terus mendorong optimalisasi lahan dan peningkatan produksi agar mampu memenuhi kebutuhan lokal hingga pasar ekspor.
“Potensi ini harus dimanfaatkan secara maksimal agar dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat posisi Jambi sebagai daerah penghasil komoditas unggulan,” kata Al Haris.
- Penulis: say say
