Pertamina EP Zona 4 Tambah Produksi Minyak hingga 432 BOPD
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: PT Pertamina EP (PEP)
JAMBISNIS.COM – Upaya peningkatan produksi minyak terus dilakukan PT Pertamina EP melalui unit operasinya, Pertamina EP Zona 4. Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah kegiatan workover pada 51 sumur eksisting sepanjang 2025.
Langkah ini dilakukan untuk menahan laju penurunan produksi alami pada sumur-sumur tua sekaligus menjaga kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.
General Manager Pertamina EP Zona 4, Djudjuwanto, menjelaskan bahwa workover menjadi pendekatan strategis dalam mengoptimalkan kinerja sumur yang sudah berproduksi.
“Melalui intervensi teknis yang terukur, kami mampu memulihkan performa sumur sehingga tetap memberikan output optimal,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (30/3/2026).
Sepanjang 2025, program workover yang dijalankan berhasil menambah produksi sebesar 432 barel minyak per hari (BOPD). Selain itu, sejumlah sumur yang sebelumnya berstatus suspend dan idle juga berhasil diaktifkan kembali.
Beberapa sumur yang kembali berproduksi antara lain BNG-056, KRG-028, GNK-60, dan KRG-23.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas produksi di tengah tantangan penurunan alami yang umum terjadi pada lapangan migas yang telah lama beroperasi.
Sebagai bagian dari subholding upstream PT Pertamina (Persero), Pertamina EP Zona 4 beroperasi di bawah koordinasi SKK Migas wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Wilayah kerja Zona 4 mencakup sejumlah lapangan strategis di Sumatera Selatan, seperti Prabumulih, Limau, Adera, Pendopo, dan Ramba.
Menurut manajemen, program workover akan terus dilanjutkan guna memastikan keberlanjutan produksi dari sumur-sumur eksisting.
Di tengah tantangan industri migas, optimalisasi sumur lama menjadi salah satu solusi paling efektif dibandingkan eksplorasi baru yang membutuhkan biaya besar dan waktu panjang.
Melalui pendekatan ini, Pertamina EP tidak hanya menjaga tingkat produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat peran dalam mendukung ketahanan energi nasional.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar