Papua Jadi Target Perluasan Perkebunan Sawit Usai Sumatra, Ini Rencana Prabowo
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Jum, 19 Des 2025
- comment 0 komentar

Hutan di Sumtra yang gundul akibat penebangan dan mengakibatkan banjir.
JAMBISNIS.COM – Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, melayangkan kritik keras terhadap Presiden Prabowo Subianto terkait wacana penanaman kelapa sawit di Papua. Usman menilai gagasan tersebut menunjukkan pengabaian terhadap pelajaran pahit dari bencana ekologis yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia akibat deforestasi, terutama di Aceh dan Sumatra.
Pernyataan Presiden Prabowo soal rencana penanaman sawit di Papua disampaikan dalam rapat bersama seluruh kepala daerah Papua di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025).
Dalam forum tersebut, Prabowo menyebut penanaman sawit sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian energi berbasis potensi lokal agar Papua tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Namun, Usman Hamid mempertanyakan kebijakan tersebut. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @usmanham_id, pada Rabu (17/12/2025), ia menilai Presiden terkesan mengabaikan dampak serius deforestasi terhadap lingkungan dan keselamatan warga.
“Di awal tahun anda meminta ‘tambah lahan sawit’ dan bilang ‘enggak usah takut deforestasi’. Jelang akhir tahun, terjadi bencana ekologis di Sumatra. Anda pura-pura lupa bahaya deforestasi,” tulis Usman.
Menurutnya, hampir seluruh kajian para ahli lingkungan telah menyimpulkan bahwa bencana ekologis di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara berkaitan erat dengan pembabatan hutan.
Karena itu, rencana menjadikan Papua sebagai kawasan perkebunan sawit dinilai sebagai langkah yang berpotensi mengulang kesalahan serupa.
“Sekarang, anda meminta agar Papua ditanami sawit. Ini suara Presiden Republik atau Presiden Direktur perusahaan sawit?” ujar Usman.
Ia juga menyinggung latar belakang Presiden Prabowo yang diketahui memiliki lahan perkebunan sawit, sembari menegaskan bahwa kepentingan negara tidak bisa disamakan dengan kepentingan bisnis pribadi.
“Saya paham anda memiliki lahan luas perkebunan sawit. Tapi saat ini anda bukan sedang menjalankan bisnis anda. Ini negara,” tegasnya.
Lebih lanjut, Usman menekankan bahwa Papua memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan iklim global. Ia menyebut Papua sebagai salah satu dari tiga kawasan hutan tropis terbesar dan tersisa di dunia bersama Amazon dan Kongo yang berfungsi sebagai paru-paru dunia.
Papua, lanjut Usman, memiliki sekitar 7,5 juta hektare lahan gambut, menyimpan sekitar 50 persen hutan mangrove nasional, serta menjadi habitat ratusan spesies endemik dan puluhan ribu jenis tanaman.
“Pulau ini penyerap karbon terluas dan pelindung iklim dari krisis,” kata Usman.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar