Jumat, 24 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Kampung Nelayan Merah Putih Toli-Toli Rampung, Program Trenggono Ubah Wajah Pesisir

Kampung Nelayan Merah Putih Toli-Toli Rampung, Program Trenggono Ubah Wajah Pesisir

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merampungkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di pesisir Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah. Proyek yang dikerjakan selama sekitar tiga bulan tersebut ditargetkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat nelayan setempat.

Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, Trian Yunanda, mengatakan pembangunan KNMP Toli-Toli telah selesai 100 persen, meskipun proses pengerjaan berlangsung di tengah cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.

“Alhamdulillah, pembangunan KNMP di Kabupaten Toli-Toli telah rampung 100 persen. Pengerjaan dilakukan sekitar tiga bulan, meski terkendala cuaca ekstrem,” ujar Trian di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

KNMP Toli-Toli berlokasi di Desa Banagan, Kecamatan Dampal Utara, dengan luas sekitar 7.000 meter persegi dan berada tepat di kawasan pesisir. Berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan dibangun di kawasan ini, antara lain tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, bangunan docking kapal, bale nelayan, kios perbekalan melaut, sentra kuliner, kios pemasaran ikan, hingga sarana ibadah dan akses jalan lingkungan.

Selain itu, KKP juga melengkapi kawasan tersebut dengan fasilitas rantai dingin berupa gudang beku portabel, pabrik es portabel, mobil pendingin, serta puluhan cool box. Untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan, KKP menyediakan kapal berukuran di atas 5 gross ton (GT), mesin kapal, serta alat tangkap ikan.

Total anggaran yang digelontorkan KKP untuk pembangunan KNMP Toli-Toli mencapai sekitar Rp21 miliar.

KKP mencatat, Desa Banagan memiliki potensi perikanan yang cukup besar dengan komoditas utama seperti tuna, cakalang, selar, dan kembung. Saat ini, produksi perikanan masyarakat setempat mencapai sekitar 173 ton per tahun dengan nilai ekonomi Rp2,59 miliar.

Dengan hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih, KKP memproyeksikan produksi perikanan meningkat menjadi sedikitnya 237 ton per tahun dengan nilai mencapai Rp4 miliar. Perputaran ekonomi di kawasan tersebut diperkirakan dapat mencapai hingga Rp11 miliar per tahun.

Program ini juga ditargetkan meningkatkan pendapatan rata-rata nelayan dari sekitar Rp3,8 juta per bulan menjadi Rp5,2 juta, serta menyerap tenaga kerja hingga 163 orang.

Selain KNMP Toli-Toli, KKP mencatat terdapat empat lokasi lain yang progres pembangunannya telah melampaui 95 persen. Sementara puluhan lokasi lainnya ditargetkan rampung secara bertahap pada awal 2026.

“Sebanyak 64 lokasi lain yang pembangunannya dimulai Oktober 2025 ditargetkan selesai seluruhnya pada 31 Januari 2026,” kata Trian.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purbaya Semprot BPJS soal PBI JKN Nonaktif

    Purbaya Semprot BPJS soal PBI JKN Nonaktif

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti keras tata kelola kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) menyusul viralnya kasus pasien yang tidak bisa berobat akibat status kepesertaan dinonaktifkan. Purbaya menilai pemutakhiran data PBI-JKN sejatinya bertujuan memperbaiki kualitas program JKN agar lebih tepat sasaran. Namun, proses tersebut dinilai justru menimbulkan kegaduhan di masyarakat […]

  • Rahasia Sop Kambing Bening Tanpa Bau Prengus, Dijamin Gurih dan Segar!

    Rahasia Sop Kambing Bening Tanpa Bau Prengus, Dijamin Gurih dan Segar!

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sop kambing kuah bening menjadi salah satu hidangan favorit saat momen Idul Adha. Selain sate dan rendang, menu berkuah ini kerap jadi pilihan karena rasanya yang gurih, segar, dan cocok dinikmati bersama keluarga. Meski begitu, tidak sedikit orang yang masih ragu memasak sop kambing. Alasannya sederhana: aroma prengus yang cukup kuat sering kali […]

  • Bhima Yudhistira Dorong ASEAN Kurangi Ketergantungan Investasi pada Singapura

    Bhima Yudhistira Dorong ASEAN Kurangi Ketergantungan Investasi pada Singapura

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai pentingnya memperluas sumber investasi di ASEAN agar kawasan tidak terlalu bergantung pada Singapura sebagai pusat investasi utama. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kemandirian ekonomi regional di tengah ketidakpastian global. “Kalau bicara investasi intra-ASEAN, Singapura itu nomor satu sebagai negara asal […]

  • Pemangkasan Dana Transfer Daerah 2026, RI Disebut Kembali ke Pola Sentralisasi Ala Orde Baru

    Pemangkasan Dana Transfer Daerah 2026, RI Disebut Kembali ke Pola Sentralisasi Ala Orde Baru

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kebijakan pemerintah pusat memangkas dana transfer ke daerah (TKD) dalam APBN 2026 memicu gelombang protes dari para kepala daerah. Langkah itu dinilai sebagai titik balik desentralisasi fiskal, bahkan dianggap mengarah kembali ke pola sentralisasi ala Orde Baru. Puluhan kepala daerah yang datang menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyuarakan keresahan atas pemangkasan TKD […]

  • PPATK Bongkar Modus Kredit Fiktif: Libatkan Orang Dalam hingga Aliran Dana ke Luar Negeri

    PPATK Bongkar Modus Kredit Fiktif: Libatkan Orang Dalam hingga Aliran Dana ke Luar Negeri

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mengungkap praktik kredit fiktif di sektor perbankan masih menjadi ancaman serius bagi sistem keuangan nasional. Modus yang digunakan tidak hanya melibatkan manipulasi data, tetapi juga peran orang dalam hingga aliran dana ke luar negeri. Dalam talkshow edukasi publik, PPATK menegaskan bahwa kasus kredit fiktif umumnya baru terdeteksi […]

  • Rupiah Tak Berdaya! Ditutup Melemah ke Rp17.762 per Dolar AS

    Rupiah Tak Berdaya! Ditutup Melemah ke Rp17.762 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (17/6/2026) sore. Mata uang Indonesia melemah 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.762 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.725 per dolar AS. Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen eksternal dan domestik yang masih menjadi perhatian pelaku pasar. Dari eksternal, […]

expand_less