Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Ketua Apkasi Soroti Pemangkasan Anggaran Daerah, Sebut Pemerintah Alami Resentralisasi Fiskal

Ketua Apkasi Soroti Pemangkasan Anggaran Daerah, Sebut Pemerintah Alami Resentralisasi Fiskal

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Bursah Zarnubi mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang memangkas anggaran transfer ke daerah (TKD) dalam APBN 2026. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan adanya gejala resentralisasi fiskal di Indonesia.

Dalam rancangan APBN 2026, pagu TKD hanya mencapai Rp699 triliun, turun signifikan dari outlook 2025 sebesar Rp864 triliun. Padahal, menurut Bursah, penurunan ini menimbulkan kesulitan bagi banyak pemerintah daerah yang bergantung pada dana pusat untuk membiayai layanan publik dan pembangunan ekonomi lokal.

“Ada fakta resentralisasi di berbagai sektor kehidupan, terutama kebijakan fiskal. Pemotongan TKD dilakukan tanpa sosialisasi dan menimbulkan keresahan di daerah,” ujar Bursah dalam forum virtual bertajuk Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah, Senin (27/10/2025).

Bursah juga mencontohkan, Kabupaten Lahat mengalami pemotongan dana bagi hasil (DBH) hingga Rp700 miliar, serta pengurangan dana transfer dari pusat sebesar Rp318 miliar. Ia menyebut, banyak kepala daerah “menjerit” namun enggan bersuara karena tekanan politik.

Meski memahami kebutuhan pemerintah pusat untuk mendanai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp335 triliun, Bursah menilai pelaksanaannya bisa dilakukan bertahap tanpa mengorbankan anggaran daerah.

“Menteri Keuangan seharusnya menjelaskan kepada Presiden bahwa anggaran MBG bisa di-carry over ke tahun berikutnya, bukan langsung diambil penuh,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penaikan TKD belum dapat dilakukan karena pemerintah masih khawatir terhadap potensi penyelewengan anggaran daerah. Ia menyebut sempat menerima kunjungan dari 18 kepala daerah yang meminta peningkatan anggaran, namun kebijakan itu belum mendapat restu dari pimpinan.

“Kalau saya pribadi ingin menaikkan anggaran daerah, tapi pimpinan di atas masih ragu karena masih banyak penyimpangan dana,” kata Purbaya dalam rapat di Kemendagri, Jakarta (20/10/2025).

Pengamat fiskal menilai, penurunan TKD ini bisa berdampak pada pelayanan publik, belanja daerah, serta daya dorong ekonomi lokal, terutama bagi daerah yang belum mandiri secara fiskal.

Dengan kondisi tersebut, sejumlah pihak menyerukan agar pemerintah pusat melakukan evaluasi kebijakan fiskal agar keseimbangan keuangan pusat dan daerah tetap terjaga.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Masih Dulang Cuan dari Bisnis Bancassurance

    Bank Masih Dulang Cuan dari Bisnis Bancassurance

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pendapatan premi asuransi jiwa dari kanal bancassurance turun pada kuartal III-2025. Namun begitu, sejumlah bank masih menikmati pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) dari bisnis ini. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi dari kanal bancassurance turun 4,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal III-2025 menjadi Rp 55,28 triliun. Meski begitu, bancassurance masih […]

  • Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.660 Triliun, BI Sebut Pertumbuhan Mulai Melambat

    Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.660 Triliun, BI Sebut Pertumbuhan Mulai Melambat

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai US$433,4 miliar atau setara Rp7.660 triliun dengan asumsi kurs Rp17.674 per dolar AS. Meski nilainya masih besar, pertumbuhan utang tercatat mulai melambat dibanding periode sebelumnya. Bank Indonesia (BI) dalam laporan terbarunya menyebutkan, secara kuartalan atau quarter to quarter (qtq), ULN Indonesia […]

  • Mensos Gus Ipul: Dukungan Logistik untuk Korban Bencana Selalu Melimpah, Tantangannya Distribusi

    Mensos Gus Ipul: Dukungan Logistik untuk Korban Bencana Selalu Melimpah, Tantangannya Distribusi

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa dukungan logistik untuk korban bencana di Indonesia tidak pernah kekurangan. Ia menyebut tradisi gotong royong masyarakat membuat bantuan selalu mengalir deras setiap terjadi bencana. “Dalam setiap bencana, dukungan logistik itu tidak pernah kurang. Bahkan sering berlebih,” ujar Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu […]

  • Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp 2,95 Juta per Gram

    Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp 2,95 Juta per Gram

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (10/2/2026). Kenaikan harga ini memperpanjang reli emas domestik yang terjadi sejak awal pekan. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia Antam, harga emas batangan ukuran 1 gram dibanderol sebesar Rp 2.954.000 per gram, naik Rp 14.000 dibandingkan harga […]

  • KONI Jambi Siapkan Bank Data Atlet untuk Pantau Prestasi Menuju PON 2028

    KONI Jambi Siapkan Bank Data Atlet untuk Pantau Prestasi Menuju PON 2028

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai menyiapkan bank data atlet sebagai langkah memperkuat sistem pembinaan olahraga daerah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Program tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi saat kegiatan sosialisasi aplikasi data, tata kelola […]

  • Aset Sandra Dewi Belum Cukup Tutupi Uang Pengganti Harvey Moeis Rp420 Miliar

    Aset Sandra Dewi Belum Cukup Tutupi Uang Pengganti Harvey Moeis Rp420 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Total aset milik aktris Sandra Dewi yang disita Kejaksaan Agung disebut belum cukup menutupi uang pengganti sebesar Rp420 miliar yang dibebankan kepada suaminya, Harvey Moeis, dalam kasus korupsi tata niaga timah. Hal ini diungkapkan penyidik Kejaksaan Agung, Max Jefferson, saat bersaksi dalam sidang keberatan penyitaan aset di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (24/10/2025). […]

expand_less