Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Ketua Apkasi Soroti Pemangkasan Anggaran Daerah, Sebut Pemerintah Alami Resentralisasi Fiskal

Ketua Apkasi Soroti Pemangkasan Anggaran Daerah, Sebut Pemerintah Alami Resentralisasi Fiskal

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Bursah Zarnubi mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang memangkas anggaran transfer ke daerah (TKD) dalam APBN 2026. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan adanya gejala resentralisasi fiskal di Indonesia.

Dalam rancangan APBN 2026, pagu TKD hanya mencapai Rp699 triliun, turun signifikan dari outlook 2025 sebesar Rp864 triliun. Padahal, menurut Bursah, penurunan ini menimbulkan kesulitan bagi banyak pemerintah daerah yang bergantung pada dana pusat untuk membiayai layanan publik dan pembangunan ekonomi lokal.

“Ada fakta resentralisasi di berbagai sektor kehidupan, terutama kebijakan fiskal. Pemotongan TKD dilakukan tanpa sosialisasi dan menimbulkan keresahan di daerah,” ujar Bursah dalam forum virtual bertajuk Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah, Senin (27/10/2025).

Bursah juga mencontohkan, Kabupaten Lahat mengalami pemotongan dana bagi hasil (DBH) hingga Rp700 miliar, serta pengurangan dana transfer dari pusat sebesar Rp318 miliar. Ia menyebut, banyak kepala daerah “menjerit” namun enggan bersuara karena tekanan politik.

Meski memahami kebutuhan pemerintah pusat untuk mendanai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp335 triliun, Bursah menilai pelaksanaannya bisa dilakukan bertahap tanpa mengorbankan anggaran daerah.

“Menteri Keuangan seharusnya menjelaskan kepada Presiden bahwa anggaran MBG bisa di-carry over ke tahun berikutnya, bukan langsung diambil penuh,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penaikan TKD belum dapat dilakukan karena pemerintah masih khawatir terhadap potensi penyelewengan anggaran daerah. Ia menyebut sempat menerima kunjungan dari 18 kepala daerah yang meminta peningkatan anggaran, namun kebijakan itu belum mendapat restu dari pimpinan.

“Kalau saya pribadi ingin menaikkan anggaran daerah, tapi pimpinan di atas masih ragu karena masih banyak penyimpangan dana,” kata Purbaya dalam rapat di Kemendagri, Jakarta (20/10/2025).

Pengamat fiskal menilai, penurunan TKD ini bisa berdampak pada pelayanan publik, belanja daerah, serta daya dorong ekonomi lokal, terutama bagi daerah yang belum mandiri secara fiskal.

Dengan kondisi tersebut, sejumlah pihak menyerukan agar pemerintah pusat melakukan evaluasi kebijakan fiskal agar keseimbangan keuangan pusat dan daerah tetap terjaga.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebijakan Fiskal Menkeu Purbaya Dinilai Berani tapi Berisiko Guncang Stabilitas Keuangan

    Kebijakan Fiskal Menkeu Purbaya Dinilai Berani tapi Berisiko Guncang Stabilitas Keuangan

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah kebijakan fiskal yang dijalankan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dinilai berani dan progresif, namun sebagian kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan nasional. Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, langkah Kementerian Keuangan membayar dana kompensasi energi sebesar 70% setiap bulan merupakan kebijakan yang patut diapresiasi. Menurutnya, […]

  • Dirut Medikaloka Hermina (HEAL) Yulisar Khiat Lepas 177,84 Juta Saham

    Dirut Medikaloka Hermina (HEAL) Yulisar Khiat Lepas 177,84 Juta Saham

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), Yulisar Khiat, melepas 177,84 juta saham HEAL, menurunkan kepemilikannya dari 7,09% menjadi 5,16%. Perubahan ini terjadi sepekan setelah Yulisar diangkat sebagai Direktur Utama menggantikan Hasmoro dalam RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa). RUPSLB juga menyetujui perombakan jajaran direksi dan komisaris, termasuk penunjukan Adia Susanti dan […]

  • Backlog Perumahan RI Turun Jadi 9,6 Juta Unit pada 2025

    Backlog Perumahan RI Turun Jadi 9,6 Juta Unit pada 2025

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mengungkapkan angka backlog atau kekurangan kepemilikan rumah di Indonesia mengalami penurunan pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, backlog perumahan tercatat sekitar 9.637.157 unit. Angka ini turun dibandingkan hasil Susenas 2023 yang mencapai sekitar 9,9 juta unit. Kepala Divisi Riset […]

  • Potensi Ikan dan Udang Tanjab Barat Diolah Jadi Produk Bernilai Tinggi, UMKM Didorong Naik Kelas

    Potensi Ikan dan Udang Tanjab Barat Diolah Jadi Produk Bernilai Tinggi, UMKM Didorong Naik Kelas

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Provinsi Jambi, didorong untuk meningkatkan nilai tambah produk hasil perikanan melalui pelatihan pengolahan nugget berbahan dasar ikan dan udang. Program yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini diharapkan mampu melahirkan usaha […]

  • Tips Mengatasi Kantuk Saat Nyetir Mudik Lebaran

    Tips Mengatasi Kantuk Saat Nyetir Mudik Lebaran

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rasa kantuk saat mengemudi jarak jauh, terutama saat perjalanan mudik Lebaran, menjadi salah satu faktor utama yang dapat memicu kecelakaan di jalan. Kondisi ini dapat menyebabkan pengemudi kehilangan konsentrasi hingga mengalami Microsleep, yaitu tertidur dalam waktu sangat singkat tanpa disadari. Pengamat keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menjelaskan […]

  • Bantuan Beras 30 Kg Mulai Cair 17 Agustus 2026, Cek Jadwal dan Penerimanya

    Bantuan Beras 30 Kg Mulai Cair 17 Agustus 2026, Cek Jadwal dan Penerimanya

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah akan kembali menyalurkan bantuan pangan beras tahap kedua mulai 17 Agustus 2026. Sebanyak 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan mendapatkan bantuan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Pada tahap kedua ini, pemerintah menyiapkan sekitar 997.200 ton beras untuk disalurkan kepada 33.244.408 KPM di seluruh Indonesia. Setiap keluarga penerima akan […]

expand_less