Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Ketua Apkasi Soroti Pemangkasan Anggaran Daerah, Sebut Pemerintah Alami Resentralisasi Fiskal

Ketua Apkasi Soroti Pemangkasan Anggaran Daerah, Sebut Pemerintah Alami Resentralisasi Fiskal

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Bursah Zarnubi mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang memangkas anggaran transfer ke daerah (TKD) dalam APBN 2026. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan adanya gejala resentralisasi fiskal di Indonesia.

Dalam rancangan APBN 2026, pagu TKD hanya mencapai Rp699 triliun, turun signifikan dari outlook 2025 sebesar Rp864 triliun. Padahal, menurut Bursah, penurunan ini menimbulkan kesulitan bagi banyak pemerintah daerah yang bergantung pada dana pusat untuk membiayai layanan publik dan pembangunan ekonomi lokal.

“Ada fakta resentralisasi di berbagai sektor kehidupan, terutama kebijakan fiskal. Pemotongan TKD dilakukan tanpa sosialisasi dan menimbulkan keresahan di daerah,” ujar Bursah dalam forum virtual bertajuk Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah, Senin (27/10/2025).

Bursah juga mencontohkan, Kabupaten Lahat mengalami pemotongan dana bagi hasil (DBH) hingga Rp700 miliar, serta pengurangan dana transfer dari pusat sebesar Rp318 miliar. Ia menyebut, banyak kepala daerah “menjerit” namun enggan bersuara karena tekanan politik.

Meski memahami kebutuhan pemerintah pusat untuk mendanai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp335 triliun, Bursah menilai pelaksanaannya bisa dilakukan bertahap tanpa mengorbankan anggaran daerah.

“Menteri Keuangan seharusnya menjelaskan kepada Presiden bahwa anggaran MBG bisa di-carry over ke tahun berikutnya, bukan langsung diambil penuh,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penaikan TKD belum dapat dilakukan karena pemerintah masih khawatir terhadap potensi penyelewengan anggaran daerah. Ia menyebut sempat menerima kunjungan dari 18 kepala daerah yang meminta peningkatan anggaran, namun kebijakan itu belum mendapat restu dari pimpinan.

“Kalau saya pribadi ingin menaikkan anggaran daerah, tapi pimpinan di atas masih ragu karena masih banyak penyimpangan dana,” kata Purbaya dalam rapat di Kemendagri, Jakarta (20/10/2025).

Pengamat fiskal menilai, penurunan TKD ini bisa berdampak pada pelayanan publik, belanja daerah, serta daya dorong ekonomi lokal, terutama bagi daerah yang belum mandiri secara fiskal.

Dengan kondisi tersebut, sejumlah pihak menyerukan agar pemerintah pusat melakukan evaluasi kebijakan fiskal agar keseimbangan keuangan pusat dan daerah tetap terjaga.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • LRT Jabodebek Angkut 2,7 Juta Penumpang di Oktober 2025, Naik 13,5 Persen

    LRT Jabodebek Angkut 2,7 Juta Penumpang di Oktober 2025, Naik 13,5 Persen

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – LRT Jabodebek kembali mencatatkan kinerja positif. Sepanjang Oktober 2025, jumlah penumpang LRT Jabodebek mencapai 2.779.904 orang, meningkat 13,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya, September 2025. Kenaikan jumlah penumpang ini menunjukkan minat masyarakat terhadap moda transportasi perkotaan berbasis rel terus tumbuh. Executive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi menjelaskan, peningkatan tersebut didorong oleh banyaknya agenda […]

  • BPS: Pekerja Informal Masih Mendominasi, Proporsi Buruh dan Pegawai Turun pada Agustus 2025

    BPS: Pekerja Informal Masih Mendominasi, Proporsi Buruh dan Pegawai Turun pada Agustus 2025

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pekerja informal masih mendominasi pasar tenaga kerja nasional, meski terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja formal hingga Agustus 2025. Dalam laporan terbaru Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025, BPS mencatat jumlah penduduk bekerja di Indonesia mencapai 146,54 juta orang. Dari total tersebut, 38,74 persen bekerja sebagai buruh, […]

  • BMKG Perkirakan Kota Jambi hingga Kerinci Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

    BMKG Perkirakan Kota Jambi hingga Kerinci Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Cuaca di sebagian besar wilayah Provinsi Jambi pada Selasa (13/1/2026) diprakirakan didominasi hujan ringan hingga berawan, dengan suhu udara relatif hangat dan tingkat kelembapan yang cukup tinggi. Berdasarkan data prakiraan cuaca hari ini, sejumlah daerah seperti Kerinci, Merangin, Bungo, Tebo, Muaro Jambi, dan Kota Jambi berpotensi mengalami hujan ringan sejak pagi hingga sore […]

  • Ekspor Vanili Bali Melonjak Tajam, Tembus Rp28,7 Miliar di Kuartal III 2025

    Ekspor Vanili Bali Melonjak Tajam, Tembus Rp28,7 Miliar di Kuartal III 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHI) Bali mencatat lonjakan signifikan pada ekspor komoditas vanili sepanjang Juli–September 2025. Kepala Balai Karantina Bali Heri Yuwono mengungkapkan, nilai ekspor vanili pada triwulan III mencapai Rp28,7 miliar, naik tajam dibandingkan Rp14 miliar pada triwulan I dan Rp13 miliar pada triwulan […]

  • Aduh! Harga Emas Antam Merosot Rp16.0000 Hari Ini

    Aduh! Harga Emas Antam Merosot Rp16.0000 Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini merosot. Nilai harga jatuhnya lumayan besar yakni Rp 16.000 hingga menjadi Rp 2.348.000 per gram. Sementara, harga emas Antam termahal kini mencapai Rp2,28 miliar. Sedangkan harga beli kembali atau buyback emas Antam juga terpangkas sebesar Rp 16.000 ke level Rp 2.209.000 per gram. […]

  • Telkomsel NextDev 2025 Fokus Cetak Technopreneurs Unggul Lewat Kurikulum Berbasis AI

    Telkomsel NextDev 2025 Fokus Cetak Technopreneurs Unggul Lewat Kurikulum Berbasis AI

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Telkomsel kembali menghadirkan program NextDev 2025 dengan fokus mencetak technopreneurs unggul di Indonesia melalui AI-Powered Innovation Curriculum, sebuah kurikulum inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Vice President Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan bahwa kurikulum tersebut dirancang untuk membantu technopreneurs tahap awal menciptakan solusi digital yang berdampak nyata bagi masyarakat dan […]

expand_less