Mitra SPPG Untung Rp 1,8 Miliar Dibantah BGN, Ini Penjelasan Skema Investasinya
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 28 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya
JAMBISNIS.COM – Kabar yang menyebut mitra SPPG memperoleh keuntungan bersih hingga Rp 1,8 miliar per tahun mendapat bantahan dari Badan Gizi Nasional. Menurut BGN, narasi tersebut muncul akibat kesalahpahaman dalam membaca skema pembiayaan dan investasi program MBG.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya, menyampaikan bahwa dana yang diterima mitra bukanlah laba bersih, melainkan bagian dari mekanisme pengembalian modal yang telah dikeluarkan sejak awal. Modal tersebut mencakup pembangunan dapur, pengadaan peralatan berstandar industri, serta sistem pengelolaan limbah.
“Peralatan dapur SPPG tidak bisa disamakan dengan dapur rumah tangga. Ada standar keamanan, sanitasi, dan lingkungan yang harus dipenuhi. Insentif yang diberikan pemerintah adalah bentuk dukungan atas investasi tersebut,” kata Sony.
Ia menjelaskan, mitra yang ingin bergabung harus memenuhi persyaratan teknis sesuai petunjuk pelaksanaan yang ditetapkan pemerintah. Nilai investasi awal yang besar menjadi konsekuensi dari standar tinggi yang diterapkan demi menjamin kualitas makanan bagi penerima manfaat.
BGN juga menepis anggapan bahwa mitra SPPG berasal dari kelompok atau afiliasi tertentu. Proses seleksi dan verifikasi dilakukan secara terbuka, melibatkan ratusan verifikator administrasi serta puluhan ribu tenaga survei lapangan yang menilai kelayakan lokasi dan fasilitas.
Dengan klarifikasi ini, BGN berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai skema kemitraan SPPG dan tidak terjebak pada informasi yang menyesatkan. Program MBG, menurut BGN, dirancang untuk menjamin pemenuhan gizi masyarakat, bukan sebagai sarana mencari keuntungan instan.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar