Selasa, 19 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Sekda Jabar Siap Mundur Jika Ngibul soal Dana Rp 4,1 Triliun Mengendap di Bank

Sekda Jabar Siap Mundur Jika Ngibul soal Dana Rp 4,1 Triliun Mengendap di Bank

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan siap mengundurkan diri jika terbukti berbohong terkait informasi dana Rp 4,1 triliun milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang disebut masih mengendap di bank. Pernyataan tegas itu disampaikan langsung di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dalam perjalanan menuju Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang diterima redaksi, Rabu (22/10/2025).

Dalam rekaman video itu, Dedi menjelaskan bahwa dirinya bersama jajaran Pemprov Jabar akan menemui pihak Kemendagri dan Bank Indonesia (BI). Tujuannya, untuk mencocokkan data keuangan daerah yang sebelumnya dirilis oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, terkait dana Rp 4,1 triliun yang diklaim masih tersimpan di rekening pemerintah daerah.

“Kan di paparan Pak Menkeu tanggal 17 Oktober yang bersumber dari data BI tanggal 15 Oktober, itu disebutkan Pemda Jabar masih memiliki uang sebesar Rp 4,1 triliun. Uang itu tersimpan di giro dan deposito,” ujar Dedi.

Dedi kemudian menanyakan langsung kepada Sekda Jabar mengenai kondisi kas daerah per 15 Oktober 2025.

“Bapak harus jujur ke saya, tanggal 15 Oktober uang kita ada berapa?” tanya Dedi.

Herman menjawab dengan tegas, bahwa dana milik Pemprov Jabar sebesar Rp 2,6 triliun tersimpan di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), tepatnya di Bank Jabar Banten (BJB).

“Rp 2,6 triliun, Pak, di RKUD,” jawab Herman.

Dedi memastikan kembali apakah ada rekening simpanan lain di luar BJB.

“Tidak ada, Pak. Semua di Bank Jabar,” tegas Herman.

Menanggapi jawaban itu, Dedi menegaskan bahwa jika data dari BI menunjukkan angka berbeda, maka Sekda dianggap telah memberikan keterangan tidak benar.

“Kalau nanti di BI ternyata uangnya Rp 4,1 triliun, berarti Bapak berbohong pada saya. Kalau Bapak berbohong pada saya, berarti Bapak juga berbohong pada rakyat Jawa Barat. Konsekuensinya, Bapak saya berhentikan,” tegas Dedi.

Dengan nada mantap, Herman langsung menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab penuh.

“Siap, Pak. Sebelum Bapak berhentikan, saya siap mengundurkan diri,” jawab Herman.

Isu dana mengendap ini bermula dari pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut sejumlah daerah di Indonesia masih menyimpan ratusan triliun dana APBD di bank, hingga akhir September 2025. Jawa Barat disebut termasuk dalam daftar tersebut, dengan dana mencapai Rp 4,1 triliun. Dedi Mulyadi membantah keras tudingan itu. Ia menegaskan, tidak ada dana APBD Jabar yang disimpan dalam bentuk deposito, melainkan seluruhnya aktif dalam rekening giro untuk kebutuhan kas pembangunan.

“Saya sudah pastikan, tidak ada deposito. Semua tercatat dan digunakan untuk kegiatan pembangunan. Kalau perlu, BPK dan BI bisa periksa langsung,” ujar Dedi sebelumnya.

Polemik ini menambah panjang perdebatan antara Dedi dan Purbaya terkait transparansi pengelolaan dana APBD daerah.
Dedi menegaskan, Pemprov Jabar siap membuka seluruh data keuangan agar tidak menimbulkan spekulasi publik.

“Kami datang ke BI dan Kemendagri bukan untuk berdebat, tapi untuk memastikan data yang benar. Jangan sampai rakyat disesatkan oleh informasi yang tidak tepat,” pungkas Dedi.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • BCA Tutup Anak Usaha di Hong Kong

    BCA Tutup Anak Usaha di Hong Kong

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi menutup salah satu anak usahanya yang beroperasi di Hong Kong. Anak perusahaan tersebut adalah BCA Finance Limited, yang selama ini bergerak di bidang layanan remitansi dan pembiayaan (money lending). Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 5 Januari 2026, Sekretaris Perusahaan BCA I Ketut Alam Wangsawijaya menyampaikan bahwa BCA […]

  • Arab Saudi Kepincut Proyek Bendungan di Indonesia

    Arab Saudi Kepincut Proyek Bendungan di Indonesia

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Arab Saudi dikabarkan tertarik berinvestasi pada proyek bendungan di Indonesia. Bahkan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebutkan, salah satu negara Timur Tengah tersebut ingin datang ke Indonesia. “Rata-rata sih proyek air ya, bendungan gitu-gitu,” ujar Dody dikutip dari Kompas.com, Senin (27/10/2025). Kendati demikian, Dody enggan menyebutkan proyek bendungan mana yang diincar Arab […]

  • Selat Hormuz Kembali Panas, Trump Tolak Proposal Balasan Iran

    Selat Hormuz Kembali Panas, Trump Tolak Proposal Balasan Iran

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penolakan cepat Presiden Donald Trump terhadap tanggapan Iran dari proposal perdamaian AS menyebabkan harga minyak melonjak lebih tinggi pada awal perdagangan hari ini, Senin (11/5/2026).  Selain itu, penolakan ini menghancurkan harapan akan segera berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu yang telah menyebabkan kerusakan luas di Iran dan Lebanon serta melumpuhkan lalu […]

  • Rupiah Kini Rp16.631 per Dolar AS: Menguat 0,19 persen

    Rupiah Kini Rp16.631 per Dolar AS: Menguat 0,19 persen

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (2/12/2025). Rupiah menguat 32 poin atau 0,19 persen menjadi Rp16.631 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.663 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS terpantau naik 0,01% ke posisi 99,42. Berbeda dengan rupiah, sejumlah mata uang di Asia lainnya mengalami […]

  • November 2025, BI Sebut Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$ 150,1 Miliar

    November 2025, BI Sebut Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$ 150,1 Miliar

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada November 2025 mencapai US$ 150,1 miliar. Angka ini naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 149,9 miliar pada Oktober 2025. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan peningkatan cadangan devisa terutama berasal dari penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar […]

  • Sinyal Positif! Harga Emas Antam Kini Dibanderol Rp2.944.000 per Gram

    Sinyal Positif! Harga Emas Antam Kini Dibanderol Rp2.944.000 per Gram

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam terpantau naik pada perdagangan Jumat (20/2/2026). Dilansir dari laman Logam Mulia, harga emas Antam sudah dibanderol Rp 2.944.000 per gram. Artinya, Emas Antam naik Rp 28.000 jika dibandingkan dengan harga pada Kamis (19/2/2026) yang berada di level Rp 2.916.000 per gram. Begitu pula untuk harga beli kembali (buyback) emas Antam […]

expand_less