Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Sekda Jabar Siap Mundur Jika Ngibul soal Dana Rp 4,1 Triliun Mengendap di Bank

Sekda Jabar Siap Mundur Jika Ngibul soal Dana Rp 4,1 Triliun Mengendap di Bank

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan siap mengundurkan diri jika terbukti berbohong terkait informasi dana Rp 4,1 triliun milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang disebut masih mengendap di bank. Pernyataan tegas itu disampaikan langsung di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dalam perjalanan menuju Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang diterima redaksi, Rabu (22/10/2025).

Dalam rekaman video itu, Dedi menjelaskan bahwa dirinya bersama jajaran Pemprov Jabar akan menemui pihak Kemendagri dan Bank Indonesia (BI). Tujuannya, untuk mencocokkan data keuangan daerah yang sebelumnya dirilis oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, terkait dana Rp 4,1 triliun yang diklaim masih tersimpan di rekening pemerintah daerah.

“Kan di paparan Pak Menkeu tanggal 17 Oktober yang bersumber dari data BI tanggal 15 Oktober, itu disebutkan Pemda Jabar masih memiliki uang sebesar Rp 4,1 triliun. Uang itu tersimpan di giro dan deposito,” ujar Dedi.

Dedi kemudian menanyakan langsung kepada Sekda Jabar mengenai kondisi kas daerah per 15 Oktober 2025.

“Bapak harus jujur ke saya, tanggal 15 Oktober uang kita ada berapa?” tanya Dedi.

Herman menjawab dengan tegas, bahwa dana milik Pemprov Jabar sebesar Rp 2,6 triliun tersimpan di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), tepatnya di Bank Jabar Banten (BJB).

“Rp 2,6 triliun, Pak, di RKUD,” jawab Herman.

Dedi memastikan kembali apakah ada rekening simpanan lain di luar BJB.

“Tidak ada, Pak. Semua di Bank Jabar,” tegas Herman.

Menanggapi jawaban itu, Dedi menegaskan bahwa jika data dari BI menunjukkan angka berbeda, maka Sekda dianggap telah memberikan keterangan tidak benar.

“Kalau nanti di BI ternyata uangnya Rp 4,1 triliun, berarti Bapak berbohong pada saya. Kalau Bapak berbohong pada saya, berarti Bapak juga berbohong pada rakyat Jawa Barat. Konsekuensinya, Bapak saya berhentikan,” tegas Dedi.

Dengan nada mantap, Herman langsung menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab penuh.

“Siap, Pak. Sebelum Bapak berhentikan, saya siap mengundurkan diri,” jawab Herman.

Isu dana mengendap ini bermula dari pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut sejumlah daerah di Indonesia masih menyimpan ratusan triliun dana APBD di bank, hingga akhir September 2025. Jawa Barat disebut termasuk dalam daftar tersebut, dengan dana mencapai Rp 4,1 triliun. Dedi Mulyadi membantah keras tudingan itu. Ia menegaskan, tidak ada dana APBD Jabar yang disimpan dalam bentuk deposito, melainkan seluruhnya aktif dalam rekening giro untuk kebutuhan kas pembangunan.

“Saya sudah pastikan, tidak ada deposito. Semua tercatat dan digunakan untuk kegiatan pembangunan. Kalau perlu, BPK dan BI bisa periksa langsung,” ujar Dedi sebelumnya.

Polemik ini menambah panjang perdebatan antara Dedi dan Purbaya terkait transparansi pengelolaan dana APBD daerah.
Dedi menegaskan, Pemprov Jabar siap membuka seluruh data keuangan agar tidak menimbulkan spekulasi publik.

“Kami datang ke BI dan Kemendagri bukan untuk berdebat, tapi untuk memastikan data yang benar. Jangan sampai rakyat disesatkan oleh informasi yang tidak tepat,” pungkas Dedi.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Bandang Putus Jembatan, Kampung Karikil Sukabumi Terisolasi

    Banjir Bandang Putus Jembatan, Kampung Karikil Sukabumi Terisolasi

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Banjir bandang memutus akses menuju Kampung Karikil, Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jembatan penghubung utama menuju kampung tersebut dilaporkan hanyut akibat derasnya arus banjir pada Minggu (28/12/2025) malam. Peristiwa banjir bandang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Nyalindung sejak siang hari. Akibat kejadian ini, seluruh warga Kampung Karikil terisolasi […]

  • Menkeu Purbaya Tambah Dana LPDP Jadi Rp 25 Triliun dari Hasil Sitaan Korupsi CPO

    Menkeu Purbaya Tambah Dana LPDP Jadi Rp 25 Triliun dari Hasil Sitaan Korupsi CPO

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dana hasil sitaan kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) sebesar Rp 13,25 triliun resmi dialokasikan untuk memperkuat Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dengan tambahan tersebut, total dana abadi pendidikan kini mencapai Rp 25 triliun. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memanfaatkan aset hasil […]

  • Kepala BGN Minta Tambahan Anggaran Rp28,6 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis 2025

    Kepala BGN Minta Tambahan Anggaran Rp28,6 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis 2025

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan perlunya tambahan anggaran dan peningkatan produksi pangan untuk menjamin keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun 2025. Dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Dadan mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp28,63 triliun untuk menutup kekurangan dana dan memperluas jangkauan program. “Total kebutuhan tambahan yang kami ajukan […]

  • Plus Minus Skema Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh

    Plus Minus Skema Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah dan Danantara resmi mempertimbangkan skema baru untuk menangani utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Dalam skema tersebut, pemerintah akan mengambil alih pembiayaan infrastruktur, sementara Danantara menangani operasional. Model ini disebut selaras dengan Undang-Undang Perkeretaapian, namun para ekonom mengingatkan adanya risiko besar bagi APBN. Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menjelaskan bahwa pembagian […]

  • Bandara IMIP Morowali Ilegal 6 Tahun, TNI Temukan Pelanggaran Berat

    Bandara IMIP Morowali Ilegal 6 Tahun, TNI Temukan Pelanggaran Berat

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Operasi gabungan TNI di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mengungkap temuan mengejutkan. Bandara milik perusahaan yang pernah diresmikan pada era Presiden Joko Widodo itu ternyata beroperasi tanpa pengawasan otoritas negara selama enam tahun. Dalam temuan di lapangan, tidak ada petugas Bea Cukai, Imigrasi, maupun AirNav yang bekerja di bandara tersebut. […]

  • Wali Kota Sungai Penuh Usul Fly Over Sungai Penuh–Tapan dan Kerinci–Bungo

    Wali Kota Sungai Penuh Usul Fly Over Sungai Penuh–Tapan dan Kerinci–Bungo

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dorongan pembangunan infrastruktur kembali mengemuka dari wilayah barat Jambi. Pemerintah Kota Sungai Penuh menilai keterisolasian akses masih menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi daerah. Usulan tersebut disampaikan dalam forum Diskusi Rabuan Roadshow Tenaga Ahli Gubernur Jambi 2026 yang digelar di Sungai Penuh, Kamis, 21 Mei 2026. Sambutan Wali Kota Sungai Penuh Alfin dibacakan Wakil […]

expand_less