Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Menkeu Purbaya: Rasio Utang Indonesia 40,46% Masih Aman, Defisit APBN Dijaga di Bawah 3%

Menkeu Purbaya: Rasio Utang Indonesia 40,46% Masih Aman, Defisit APBN Dijaga di Bawah 3%

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan rasio utang pemerintah Indonesia masih berada pada level yang aman meski mencapai 40,46 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir 2025.

Berdasarkan data per 31 Desember 2025, total utang pemerintah tercatat sebesar Rp 9.637,9 triliun atau setara 40,46 persen terhadap PDB. Menurut Purbaya, angka tersebut masih relatif terjaga jika dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai perbandingan, rasio utang Malaysia berada di kisaran 64 persen terhadap PDB, Thailand sekitar 63,5 persen, sementara Singapura mencapai 165–170 persen terhadap PDB.

“Kalau dibandingkan dengan negara-negara tersebut, posisi kita masih aman,” ujar Purbaya di Gedung DPR, Rabu (18/2/2026).

Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen

Purbaya menegaskan pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal dengan memastikan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tidak melampaui batas 3 persen terhadap PDB.

Sepanjang 2025, defisit APBN tercatat sebesar Rp 695,1 triliun atau setara 2,92 persen dari PDB. Angka ini masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan dalam kerangka kebijakan fiskal nasional.

Menurut dia, pelebaran defisit dilakukan secara terukur sebagai bagian dari strategi mendorong pemulihan ekonomi nasional di tengah perlambatan global.

Strategi Ekspansi Fiskal

Pemerintah, kata Purbaya, menerapkan kebijakan ekspansi fiskal guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Tanpa dukungan stimulus melalui ruang defisit yang tersedia, pertumbuhan ekonomi dinilai akan sulit mencapai target 5,11 persen pada 2025.

“Kita tidak melewati 3 persen, ekspansi fiskal tetap dijalankan untuk memberi stimulus agar ekonomi kembali bergerak,” ujarnya.

Ia menilai kebijakan tersebut merupakan pendekatan yang seimbang antara menjaga kesehatan fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga berupaya menghindari kebijakan yang dapat menekan daya beli masyarakat atau memperlambat pemulihan.

Dengan rasio utang yang masih terkendali dan defisit di bawah batas aman, pemerintah optimistis stabilitas fiskal tetap terjaga sekaligus mendukung agenda pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rudal Balistik Iran Hantam Pabrik Kimia Israel, Kebakaran Besar Picu Kepanikan

    Rudal Balistik Iran Hantam Pabrik Kimia Israel, Kebakaran Besar Picu Kepanikan

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah rudal balistik yang diluncurkan Iran menghantam kawasan industri di Israel selatan, tepatnya di Ne’ot Hovav, Minggu (29/3/2026). Serangan tersebut mengenai pabrik kimia milik ADAMA dan memicu kebakaran besar. Bola api raksasa dan asap hitam tebal terlihat membumbung tinggi, sementara puluhan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan […]

  • IRGC Tegaskan Iran Penentu Akhir Perang dengan AS dan Israel, Bukan Donald Trump

    IRGC Tegaskan Iran Penentu Akhir Perang dengan AS dan Israel, Bukan Donald Trump

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menegaskan bahwa pihak yang akan menentukan berakhirnya konflik di Timur Tengah adalah Iran, bukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pernyataan tersebut disampaikan IRGC pada Selasa (10/3/2026) sebagai respons atas pernyataan Trump yang sebelumnya mengklaim bahwa perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran akan segera berakhir. Dalam […]

  • Harga Daging Sapi di Pasar Angso Duo Tembus Rp150.000 per Kg

    Harga Daging Sapi di Pasar Angso Duo Tembus Rp150.000 per Kg

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo terpantau relatif stabil pada 2 April 2026. Meski demikian, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga, terutama pada daging ayam dan cabai rawit hijau. Berdasarkan data dari SIHARKO Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga daging ayam broiler turun sebesar 6,98 persen menjadi Rp 40.000 per kilogram. Sementara […]

  • Melambung Tinggi! Harga Emas Antam Rp 2.383.000 Per Gram Hari Ini

    Melambung Tinggi! Harga Emas Antam Rp 2.383.000 Per Gram Hari Ini

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam melambung tinggi. Hari ini harga emas Antam loncat tinggi sebesar Rp 23.000 menjadi Rp 2.383.000 per gram. Harga ini menembus rekor terakhir di level Rp2.360.000 per gram yang tercatat sehari sebelumnya, Selasa (14/10/2025). Sementara harga emas Antam termahal kini telah mencapai Rp2,32 miliar. […]

  • Budi Setiawan Resmi Sandang Gelar Doktor, Sidang Promosi Doktor Berlangsung Sukses

    Budi Setiawan Resmi Sandang Gelar Doktor, Sidang Promosi Doktor Berlangsung Sukses

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Budi Setiawan yang juga Ketua DPD Golkar Kota Jambi resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor yang digelar Kamis (9/4/2026) di Kampus Unja Telanaipura. Program doktoral ini Budi Setiawan tempuh di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi. Adapun judul disertasinya adalah Model Sinergi Relasional Perilaku Pemilih: Pengaruh Personal […]

  • Ketatnya Regulasi Australia Buat Ragu Pembisnis Indonesia Untuk Investasi

    Ketatnya Regulasi Australia Buat Ragu Pembisnis Indonesia Untuk Investasi

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hubungan perdagangan Indonesia–Australia dinilai masih belum optimal meski memiliki potensi ekonomi yang besar. Anggota Dewan Institut Australia–Indonesia, Rob Law, menyebut bahwa hambatan utama terletak pada regulasi yang ketat serta biaya operasional tinggi di Australia. Dalam media briefing di The Grace Hotel, Sydney, Senin (18/11/2025), Law menegaskan bahwa sistem hukum Australia sangat detail dan […]

expand_less