Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Ini 8 Kebijakan Pajak Purbaya di 2026, dari PPN hingga Pajak Global

Ini 8 Kebijakan Pajak Purbaya di 2026, dari PPN hingga Pajak Global

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rab, 31 Des 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Tahun pajak 2026 menjadi periode penuh pertama bagi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam mengendalikan kebijakan perpajakan nasional. Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan tarif pajak maupun penambahan jenis pajak baru, meski target penerimaan pajak 2026 dipatok meningkat.

Target penerimaan pajak pada 2026 ditetapkan sebesar Rp 2.357,7 triliun atau naik 7,69 persen dibandingkan target 2025. Purbaya menegaskan, peningkatan penerimaan akan ditempuh melalui perbaikan sistem dan kepatuhan, bukan dengan menaikkan tarif.

“Tidak ada gunanya menaikkan pajak saat ekonomi belum tumbuh lebih cepat. Pemerintah akan menaikkan pajak ketika pertumbuhan ekonomi sudah kuat,” ujar Purbaya.

Berikut delapan kebijakan pajak utama yang akan berlaku pada 2026:

1. Tarif Pajak Tidak Naik

Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan tarif pajak maupun pungutan pajak baru pada 2026. Penyesuaian tarif baru akan dipertimbangkan jika pertumbuhan ekonomi nasional mampu menembus level 6 persen.

2. Tarif PPN Tetap

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tidak mengalami perubahan tarif pada 2026. Pemerintah masih mencermati kondisi ekonomi sebelum membuka ruang penyesuaian kebijakan PPN.

3. Optimalisasi Sistem Coretax

Pemerintah mengandalkan sistem inti administrasi pajak (Coretax) untuk meningkatkan kepatuhan dan efisiensi pemungutan pajak. Mulai 2026, seluruh wajib pajak diwajibkan melaporkan SPT Tahunan melalui sistem Coretax.

4. Penerapan Penuh Pajak Minimum Global

Indonesia akan mulai menerapkan penuh kebijakan Pajak Minimum Global (Global Minimum Tax) pada 2026. Kebijakan ini menyasar perusahaan multinasional dengan peredaran bruto konsolidasi minimal 750 juta euro dan tarif pajak efektif di bawah 15 persen.

5. Perluasan Akses Data Keuangan Wajib Pajak

Direktorat Jenderal Pajak akan memperluas cakupan pertukaran data keuangan melalui skema Automatic Exchange of Information (AEOI), termasuk data e-wallet dan transaksi aset kripto, sesuai standar internasional OECD.

6. Pajak Marketplace Ditunda

Penerapan pungutan PPh Pasal 22 sebesar 0,5 persen bagi pedagang online di e-commerce ditunda hingga pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 6 persen.

7. Insentif Pajak bagi Pekerja Berlanjut

Pemerintah melanjutkan insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi pekerja bergaji hingga Rp 10 juta di sektor padat karya dan pariwisata. Pada 2026, insentif ini ditargetkan menjangkau lebih dari 2 juta pekerja.

8. Insentif Properti dan Tax Holiday Berlanjut

Insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun diperpanjang hingga 2027. Selain itu, skema tax holiday tetap berlanjut dengan penyesuaian agar selaras dengan ketentuan pajak minimum global 15 persen.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Rio Christiawan, Pendiri PUM yang Dorong Reforestasi & Perdagangan Karbon

    Mengenal Rio Christiawan, Pendiri PUM yang Dorong Reforestasi & Perdagangan Karbon

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rio Christiawan, Co-Founder sekaligus CEO Pagatan Usaha Makmur (PUM), tengah menjadi sorotan berkat perannya dalam mengembangkan ekonomi hijau dan perdagangan karbon di Indonesia. Melalui pendekatan reforestasi dan nature-based solutions, Rio dinilai sukses membawa PUM menjadi perusahaan yang berfokus pada restorasi ekosistem dan pengurangan emisi karbon. Keyakinan Rio terhadap potensi pasar karbon semakin kuat […]

  • Operasi Zebra 2025 Digelar 14 Hari di Jambi, Remaja 15–24 Tahun Jadi Sasaran Utama

    Operasi Zebra 2025 Digelar 14 Hari di Jambi, Remaja 15–24 Tahun Jadi Sasaran Utama

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ditlantas Polda Jambi resmi menggelar Operasi Zebra 2025 selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025. Fokus utama operasi tahun ini adalah menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang banyak melibatkan remaja usia 15–24 tahun. Operasi ini ditandai dengan apel gelar pasukan di Polda Jambi pada Senin (17/11/2025) sore. Dirlantas Polda […]

  • Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

    Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Nilai tukar mata uang Iran, rial, kembali terpuruk ke titik terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan krisis ekonomi berkepanjangan dan gelombang protes nasional. Pelemahan mata uang ini semakin memperberat kondisi ekonomi masyarakat Iran yang telah lama dibayangi inflasi tinggi, sanksi internasional, serta instabilitas politik. Mengutip laporan Yahoo Finance, Selasa (13/1/2026), […]

  • IHSG Berpeluang Menguat, Cek PANI hingga ENRG

    IHSG Berpeluang Menguat, Cek PANI hingga ENRG

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (26/2/2026). Sejumlah analis merekomendasikan beberapa saham pilihan yang dinilai menarik dicermati pelaku pasar. Berdasarkan data perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,50 persen ke level 8.322,23. Penguatan terjadi di tengah aksi beli investor asing yang tercatat mencapai Rp 1,18 triliun. Head of Retail […]

  • Diburu Interpol, Ini Profil Lengkap Bos WanaArtha Life dan Kresna Group yang Jadi Buronan Kasus Keuangan RI

    Diburu Interpol, Ini Profil Lengkap Bos WanaArtha Life dan Kresna Group yang Jadi Buronan Kasus Keuangan RI

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Interpol Indonesia terus memburu dua buronan kelas kakap dalam kasus keuangan dan investasi yang menggemparkan Tanah Air, yakni Michael Steven, pemilik Grup Kresna, dan Evelina F. Pietruschka, pemilik WanaArtha Life. Keduanya kini masuk dalam daftar red notice internasional sejak 19 September 2025. Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Untung Widyatmoko, mengungkapkan bahwa nama Michael Steven […]

  • Kembali Melemah, Rupiah Diposisi Rp16.733 per Dolar AS Hari Ini

    Kembali Melemah, Rupiah Diposisi Rp16.733 per Dolar AS Hari Ini

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan pagi ini, Rabu (5/11/2025), rupiah dibuka di level Rp16.733 per dolar AS. Rupiah melemah sebesar 25 poin atau 0,15 persen dari sebelumnya Rp16.708 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah juga melemah 0,36% secara harian ke Rp 16.724. Sebelumnya, […]

expand_less