IHSG Menguat 20,53 Poin ke Posisi 8.294
- account_circle -
- calendar_month Jum, 24 Okt 2025
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Investor merekam pergerakan IHSG pada layar monitor di BEI.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sebesar 20,53 poin (0,25%) ke posisi 8.294,89 pada sesi pertama, Jumat (24/10/2025). IHSG hari ini menghijau di rentang 8.291–8.310.
Penguatan IHSG ini disokong hampir seluruh indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Properti dan Real Estate yang melonjak 3,78% di awal sesi pertama.
Berikutnya ada IDX Sektor Kesehatan, IDX Sektor Perindustrian, IDX Sektor Barang Konsumen Primer dan IDX Sektor Energi.
Disusul, IDX Sektor Keuangan, IDX Sektor Transportasi dan Logistik, IDX Sektor Barang Baku, IDX Sektor Infrastruktur dan IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer. Sementara itu, IDX Sektor Teknologi menjadi satu-satunya sektoral yang melemah setelah turun 0,54%.
Berdasarkan data RTI, tercatat sebanyak 768,38 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 715,22 triliun dan frekuensi perdagangan baru mencapai 76.581 kali transaksi.
Sebanyak 277 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 135 saham terkoreksi, dan 200 saham stagnan.
Di awal perdagangan sesi pertama ini, sebanyak lima saham melonjak tajam dan masuk daftar top gainers. Harga sahamnya melonjak mulai dari 16% hingga 24%.
Di antara daftar top gainers tersebut, saham Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) melonjak hingga mentok batas auto rejection atas (ARA), karena melejit 24,62% menjadi Rp 810.
Sedangkan saham top gainers lainnya adalah PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) melesat 22,22% ke level 825, PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) meningkat 19,34% ke level Rp 432, PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) naik 16,88% ke level Rp 540 dan PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) melesat 16,53% ke level Rp 282.
BNI Danareksa Sekuritas memprediksi, IHSG hari ini menguat dengan range resistance di 8292 dan support di 8238. Dari sisi sentimen, pelaku pasar akan mencermati musim rilis laporan keuangan kuartal III serta data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis hari ini.
“Data tersebut berpotensi memberikan arah pergerakan pasar selanjutnya,” tulis BNI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.(*)
- Penulis: -

Saat ini belum ada komentar