Harga Plastik Melonjak 80%, Pemerintah Cari Solusi Selamatkan UMKM
- account_circle say say
- calendar_month 53 menit yang lalu
- comment 0 komentar

ILSUTRASI: Seorang ibu belanja masih menggunakan plastik asoi untuk membawa barang yang telah di belinya .
JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah menyiapkan langkah mitigasi menyusul lonjakan harga plastik di dalam negeri yang mencapai 30 hingga 80 persen. Kenaikan ini dinilai berdampak langsung terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang bergantung pada plastik sebagai bahan kemasan.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman, mengatakan pihaknya telah menerima berbagai keluhan dari pelaku usaha terkait meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga plastik.
“Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik, tetapi kami akan siapkan langkah mitigasinya,” ujar Maman, Selasa (7/4/2026).
Menurut dia, Kementerian UMKM akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk merumuskan kebijakan yang tepat guna meredam dampak kenaikan harga tersebut. Namun, rincian langkah yang akan diambil masih dalam tahap pembahasan.
Lonjakan harga plastik dipicu oleh kenaikan biaya bahan baku di pasar global. Ketidakpastian pasokan, terutama akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, turut memperburuk kondisi.
Selain itu, gangguan distribusi nafta turunan minyak bumi yang menjadi bahan utama plastik serta naiknya harga minyak dunia menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga di pasar domestik.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku UMKM. Pasalnya, plastik masih menjadi pilihan utama sebagai kemasan produk karena harganya yang relatif murah dan mudah didapat.
Pemerintah pun dituntut bergerak cepat agar kenaikan biaya produksi tidak berujung pada penurunan daya saing produk UMKM di pasar.
Di tengah situasi ini, sejumlah pelaku usaha mulai mencari alternatif bahan kemasan lain yang lebih terjangkau. Namun, peralihan tersebut dinilai tidak mudah karena mempertimbangkan faktor biaya, ketersediaan, dan preferensi konsumen.
Pemerintah berharap, melalui langkah mitigasi yang sedang disusun, tekanan terhadap pelaku UMKM dapat ditekan sekaligus menjaga stabilitas sektor usaha kecil di tengah gejolak ekonomi global.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar