Dirut Bulog Tegaskan Beras Satu Harga Hanya Berlaku untuk SPHP
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sen, 12 Jan 2026
- comment 0 komentar

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani dalam Konferensi Pers Pasca Bencana Sumatera di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta
JAMBISNIS.COM – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa kebijakan beras satu harga dari Sabang sampai Merauke hanya berlaku untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kebijakan ini dirancang untuk menjaga keberlanjutan program, termasuk menutup biaya distribusi beras ke seluruh wilayah Indonesia.
Menurut Rizal, Bulog menerima margin fee 7 persen sebagai dukungan operasional. Besaran margin ini telah mendapat persetujuan resmi dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, dan dinilai lebih realistis dibandingkan skema lama yang hanya memberikan margin Rp 50 per kilogram sejak 2014.
“Untuk merencanakan beras satu harga dari Sabang sampai Merauke adalah beras SPHP-nya, bukan beras premium,” tegas Rizal.
Harga SPHP yang keluar dari gudang Bulog ditetapkan sebesar Rp 11.000 per kilogram untuk seluruh wilayah, dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Sedangkan harga eceran tertinggi ditetapkan Rp 12.500, sehingga pengecer tetap memperoleh keuntungan Rp 1.500 per kilogram.
Selain margin fee, Bulog mendapat dukungan pendanaan Rp 39,1 triliun untuk pengadaan 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung melalui skema pinjaman berbunga rendah. Dukungan ini penting agar operasional Bulog tidak terbebani bunga komersial.
Rizal menegaskan, kebijakan beras satu harga tidak menghambat ekspor, karena stok beras nasional saat ini cukup besar. Bulog menargetkan ekspor ke negara-negara tetangga dan program bantuan kemanusiaan, seperti bantuan ke Palestina dan daerah konflik lainnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan nasional, mengurangi disparitas harga beras, dan memastikan distribusi beras ke seluruh pelosok Indonesia tetap lancar.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar