BPS: Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Turun Jadi 23,36 Juta Orang per September 2025
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Kam, 5 Feb 2026
- comment 0 komentar

Seorang anak melintasi genangan sampah di permukiman kumuh Muara Baru, Jakarta, Rabu (19/1/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan Indonesia turun menjadi 26,5 juta orang per September 2021 dari sebelumnya mencapai 27,54 juta orang pada Maret 2021. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2025 mencapai 23,36 juta orang. Angka tersebut turun 490 ribu orang dibandingkan periode Maret 2025.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, secara persentase tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2025 berada di level 8,25 persen, atau menurun 0,22 poin persentase dibandingkan Maret 2025.
“Sejak Maret 2023 hingga September 2025, tren jumlah dan tingkat kemiskinan nasional terus menunjukkan penurunan,” ujar Amalia dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).
BPS mencatat penurunan kemiskinan terjadi baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Tingkat kemiskinan di perkotaan pada September 2025 berada di angka 6,6 persen, turun 0,13 poin persentase. Sementara itu, tingkat kemiskinan di pedesaan tercatat 10,72 persen, turun 0,31 poin persentase dibandingkan Maret 2025.
Selain itu, BPS juga melaporkan penurunan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Penurunan tersebut menunjukkan semakin kecilnya jarak rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan serta berkurangnya ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.
Pada periode yang sama, kondisi ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan. BPS mencatat jumlah pengangguran pada November 2025 mencapai 7,35 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 4,74 persen.
Jumlah penduduk usia kerja per November 2025 tercatat 218,85 juta orang, dengan angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147,91 juta orang tercatat bekerja, meningkat dibandingkan Agustus 2025.
BPS menilai penurunan angka kemiskinan dan pengangguran mencerminkan perbaikan kondisi sosial ekonomi nasional, meskipun tantangan struktural masih perlu mendapat perhatian ke depan.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar