BPOM Ungkap 5 Produk Pangan Ilegal Paling Banyak Dijual di E-Commerce
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Jum, 28 Nov 2025
- comment 0 komentar

Sejumlah warga Malaysia menikmati minuman Milo. (Dok. Milo)
JAMBISNIS.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap temuan ribuan akun dan tautan penjualan produk pangan olahan ilegal di berbagai marketplace sepanjang Januari–Juni 2025. Temuan ini merupakan hasil patroli siber rutin yang dilakukan BPOM terhadap e-commerce dan media sosial. BPOM menyebut seluruh tautan yang teridentifikasi telah diajukan untuk takedown melalui Kementerian Komunikasi dan Digital serta Indonesian E-Commerce Association (idEA). Namun, BPOM mengingatkan masyarakat tetap waspada karena penjual dapat membuat akun baru.
“Jangan sampai dikonsumsi, karena produk tanpa izin edar tidak melewati proses pengawasan keamanan pangan,” tulis BPOM melalui unggahan resmi di Instagram, dikutip Jumat (28/11/2025).
Berikut lima produk pangan ilegal yang paling banyak ditemukan beredar di marketplace:
1. Milo Cube
- 1.269 tautan penjualan
- 7.290 pcs terjual
Lokasi penjual terbanyak: Jakarta Barat
Produk berbentuk kubus ini berasal dari Nigeria dan beredar tanpa izin edar resmi di Indonesia. Meski populer sebagai camilan manis, produk tidak terdaftar berpotensi tidak memenuhi standar keamanan pangan.
2. Milo Malaysia
- 1.190 tautan penjualan
- 67.392 pcs terjual
Lokasi penjual terbanyak: Kota Batam
Varian Milo dari Malaysia ini kerap menawarkan isi lebih banyak. Namun karena tidak melalui registrasi resmi, produk ini tidak boleh beredar di Indonesia.
3. Kerry Cheese Powder
- 995 tautan penjualan
- 34.850 pcs terjual
Lokasi penjual terbanyak: Kota Denpasar
BPOM menemukan produk ini kerap dikemas ulang (repacking) secara ilegal tanpa standar higienis, meningkatkan risiko kontaminasi dan membuat informasi tanggal kedaluwarsa tidak jelas.
4. Oriental Kopi – Teh Tarik
- 697 tautan penjualan
- 11.693 pcs terjual
Lokasi penjual terbanyak: Kota Medan
Produk minuman instan ini tidak memiliki izin edar sehingga keamanan bahan bakunya tidak dapat dipastikan.
5. Hacks Candy
- 995 tautan penjualan
- 34.850 pcs terjual
Lokasi penjual terbanyak: Kota Denpasar
Permen Hacks yang beredar online banyak dijual tanpa izin edar dan diimpor tanpa prosedur resmi, sehingga keaslian serta keamanannya tidak dapat dijamin. BPOM meminta masyarakat melaporkan jika masih menemukan produk-produk tersebut di marketplace.
“Pelaporan bisa dilakukan melalui BPOM Mobile atau Contact Center HALOBPOM 1500533,” tulis BPOM.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar