Blok Migas di Muara Tembesi Dilelang, Potensinya Paling Kecil
- account_circle Deddy Rachmawan
- calendar_month Jum, 24 Okt 2025
- comment 0 komentar

Petugas sedang berada di wilayah kerja migas. FOTO:esdm.go.id
JAMBISNIS.COM – Satu dari 9 blok migas atau wilayah kerja (WK) yang dilelang pemerintah adalah WK Muara Tembesi. Dari 9 WK itu, potensi minyak di WK Muara Tembesi yang terkecil.
Untuk diketahui, Jumat (24/10) Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengungkapkan perusahaan migas asal Inggris, British Petroleum (BP), berminat terhadap blok migas yang dilelang pemerintah pada pertengahan Oktober lalu.
“Ada (yang berminat), BP, investor besar,” ucap Djoko Siswanto ketika dijumpai setelah Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat.
Djoko menyampaikan selain BP, terdapat banyak perusahaan migas lainnya yang menunjukkan ketertarikan terhadap lelang blok atau wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) yang dibuka oleh pemerintah.
“Udah banyak (yang minat), karena ini lelang penawaran langsung, ya. Dari joint study, biasanya kalau joint study itu 100 persen pasti ada pemenang lelangnya,” kata dia dilansir Antara.
Lalu bagaimana potensi minyak dan gas di WK Muara Tembesi tersebut?
Berikut 9 wilayah kerja migas yang dilelang:
- WK Natuna D Alpha, pelaksana studi pada WK tersebut yakni KUFPEC dengan potensi mencapai 2.865 MMBO dan 46 TCF.
2. WK Southwest Andaman, pelaksana studi pada WK tersebut adalah Mubadala dengan potensi 3.085 BSCF.
3. WK Jalu, pelaksana studi yakni Armada Etan dengan potensi 2.965 BSCF.
4. WK Karunia, pelaksana studi pada WK ini adalah Texcal Mahato dengan potensi 82 MMBO dan 132 BSCF.
5. WK Muara Tembesi, pelaksana studi pada WK ini adalah PT Tenang Wijaya Sejahtera dengan potensi 56 MMBO dan 953 BSCF.
6. WK Abar-Anggursi dengan potensi 357 MMBO dan 1.804 BSCF.
7. WK Barong, pelaksana studi pada WK ini adalah Inpex dengan potensi 2.911 BCF.
8. WK Drawa, pelaksana studi pada WK ini adalah BP dan konsorsium dengan potensi 360 BSCF.
9. WK Bintuni, pelaksana studi pada WK ini adalah BP dan konsorsium dengan potensi 2,1 TCF.
Dari daftar tersebut terlihat, untuk potensi minyak di WK Muara Tembesi 56 Millions of Barrels of Oil (MMBO). Di atasnya ada WK Karunia dengan potensi 82 MMBO. Untuk potensi gas pun di WK Muara Tembesi relatif jauh dibanding wilayah kerja yang lain. Potensinya 953 BSCF (Billion Standard Cubic Feet). Di atas WK Karunia yang cuma 132 BSCF.
Sebagai upaya untuk meningkatkan lifting nasional, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman pada 14 Oktober mengungkapkan Kementerian ESDM melelang 9 wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi dalam acara Asia Pacific Oil & Gas Conference and Exhibition (APOGCE) Tahun 2025.
“Tadi kita umumkan di APOGCE. Kita umumkan 9 blok di situ,” ujar Laode.
- Penulis: Deddy Rachmawan

Saat ini belum ada komentar