Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » BI-Rate Diprediksi Naik ke 6 Persen! Ini Pemicu Tekanannya

BI-Rate Diprediksi Naik ke 6 Persen! Ini Pemicu Tekanannya

  • account_circle -
  • calendar_month 46 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah masih tertahan di dekat level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Di tengah tekanan mata uang Garuda dan risiko arus keluar modal asing, keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada Rabu (21/10/2026) menjadi perhatian pelaku pasar.

Mengutip Antara, rupiah bergerak stagnan sebesar 0 poin atau 0,00 persen pada perdagangan Rabu, bertahan di level Rp17.992 per dolar AS. Posisi tersebut sama dengan penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,10 persen ke posisi 101,803.

Pasar kini mencermati keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, terutama apakah suku bunga acuan atau BI-Rate akan dipertahankan di level 5,75 persen atau dinaikkan menjadi 6 persen.

Perbedaan proyeksi muncul di tengah tekanan terhadap rupiah, ketidakpastian kebijakan suku bunga AS, serta usulan reklasifikasi pasar saham Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI.

Usulan MSCI dan Arus Modal Asing Jadi Sorotan

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai tekanan rupiah dan risiko arus keluar modal setelah usulan reklasifikasi MSCI dapat memperkuat alasan bagi BI untuk menaikkan suku bunga apabila pelemahan mata uang semakin intensif.

Meski demikian, LPEM memperkirakan BI masih dapat mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen pada Oktober ini sembari menyiapkan respons jika tekanan terhadap rupiah meningkat.

Menurut Riefky, ruang gerak BI semakin terbatas akibat ketidakpastian eksternal dan tekanan pasar domestik. Inflasi AS yang kembali meningkat berpotensi membuat suku bunga Negeri Paman Sam bertahan tinggi lebih lama. Di dalam negeri, kenaikan harga pangan dan bahan bakar juga mendekatkan inflasi ke batas atas sasaran BI.

Data arus modal menunjukkan, pada pertengahan September hingga pertengahan Oktober 2026, Indonesia mencatat arus keluar portofolio asing bersih sekitar USD 0,05 miliar. Arus masuk USD 0,69 miliar ke pasar obligasi pemerintah diimbangi arus keluar USD 0,73 miliar dari pasar saham.

Tekanan tersebut turut membebani rupiah. Pada periode 15 September hingga 14 Oktober 2026, rupiah melemah 1,22 persen secara bulanan, dari Rp17.680 menjadi Rp17.895 per dolar AS. Sejak awal tahun, pelemahannya tercatat mencapai 8,30 persen.

Ekonom Danamon dan Permata Bank Perkirakan Bunga Naik

Berbeda dengan proyeksi LPEM, Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 6 persen.

Faiz menilai usulan reklasifikasi MSCI dapat memengaruhi keputusan investor bahkan sebelum keputusan final ditetapkan. Investor berpotensi mengurangi eksposur lebih awal sehingga tekanan terhadap rupiah perlu diantisipasi.

Menurutnya, kenaikan suku bunga diperlukan untuk memperkuat daya tarik aset berdenominasi rupiah di tengah tingginya imbal hasil global dan kebutuhan pembiayaan defisit transaksi berjalan.

Bank Danamon bahkan memperkirakan BI-Rate berpotensi mencapai 6,25 persen hingga akhir 2026 apabila tekanan eksternal berlanjut.

Faiz menambahkan, kenaikan bunga perlu disertai intervensi valuta asing, penguatan insentif lindung nilai, serta penawaran imbal hasil instrumen moneter yang kompetitif. Kebijakan makroprudensial juga perlu menjaga pembiayaan sektor produktif agar stabilisasi rupiah tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Kepala Ekonom PermataBank Josua Pardede juga memperkirakan kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin, meskipun peluang mempertahankan suku bunga 5,75 persen masih terbuka.

Tim ekonom PermataBank memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 60 persen dan peluang mempertahankannya sebesar 40 persen. Penilaian tersebut didasarkan pada meningkatnya tekanan terhadap rupiah dan perubahan ekspektasi pasar.

Tekanan pasar juga terlihat dari kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun menjadi sekitar 7,44 persen pada 20 Oktober 2026, meningkat sekitar 137 basis poin sejak akhir 2025.

Meski demikian, Josua mengingatkan BI telah menaikkan suku bunga secara kumulatif sebesar 100 basis poin pada Mei–Juni 2026. Dampak pengetatan sebelumnya perlu diperhitungkan sebelum keputusan tambahan diambil.

Keputusan BI akan menjadi perhatian dunia usaha dan investor karena berpengaruh terhadap biaya pembiayaan, daya tarik investasi, serta kondisi likuiditas. Bagi pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor, pergerakan rupiah juga menjadi faktor penting dalam menentukan biaya produksi dan strategi harga.

Dengan rupiah masih bertahan di dekat Rp18.000 per dolar AS, arah kebijakan moneter berikutnya menjadi salah satu faktor yang dicermati pasar untuk menilai prospek stabilitas nilai tukar dan perekonomian Indonesia hingga akhir tahun.(*)

 

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Menguat Tajam, Berikut Rincian Harganya

    Harga Perak Menguat Tajam, Berikut Rincian Harganya

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak di pasar domestik Indonesia menunjukkan tren penguatan yang cukup signifikan pada perdagangan hari ini, Rabu, 4 Februari 2026. Kenaikan harga logam putih ini terjadi seiring dengan reli harga emas global dan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah volatilitas pasar keuangan awal tahun. Bagi para investor logam mulia, kenaikan ini menjadi […]

  • BPOM Ungkap 5 Produk Pangan Ilegal Paling Banyak Dijual di E-Commerce

    BPOM Ungkap 5 Produk Pangan Ilegal Paling Banyak Dijual di E-Commerce

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap temuan ribuan akun dan tautan penjualan produk pangan olahan ilegal di berbagai marketplace sepanjang Januari–Juni 2025. Temuan ini merupakan hasil patroli siber rutin yang dilakukan BPOM terhadap e-commerce dan media sosial. BPOM menyebut seluruh tautan yang teridentifikasi telah diajukan untuk takedown melalui Kementerian Komunikasi dan Digital […]

  • IHSG Melaju di Zona Hijau, Mengikuti Langkah Bursa Regional

    IHSG Melaju di Zona Hijau, Mengikuti Langkah Bursa Regional

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) dibuka naik pada perdagangan Rabu (3/12/2025) pagi, mengikuti jejak bursa regional. Mengutip data RTI, IHSG naik 0,26% atau 22,619 poin ke level 8.639,662. Tercatat 252 saham naik, 283 saham turun, 181 saham stagnan. Total volume perdagangan 10,7 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 5,1 triliun. Sebanyak delapan […]

  • Keripik Pisang hingga Olahan Ikan Punya Peluang Naik Kelas

    Keripik Pisang hingga Olahan Ikan Punya Peluang Naik Kelas

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peluang hilirisasi di Kabupaten Batang Hari, Jambi, tidak harus dimulai dengan membangun pabrik besar. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat meningkatkan nilai jual produk melalui pengolahan, inovasi rasa, kemasan yang lebih baik, serta pemasaran yang menjangkau konsumen lebih luas. Sejumlah usaha olahan telah tercatat dalam basis data potensi usaha Pemerintah Kabupaten […]

  • Emas Antam Ambruk Lagi! Kini Rp2,689 Juta per Gram

    Emas Antam Ambruk Lagi! Kini Rp2,689 Juta per Gram

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan produksi Antam anjlok lagi hari ini, Kamis (11/6/2026). Koreksi harga ini membuat emas Antam lebih murah dari hari sebelumnya. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam turun cukup dalam sebesar Rp24.000. Dengan penurunan tersebut, harga emas kini berada di level Rp2.689.000 per gram. Kondisi ini dinilai membuka […]

  • Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Angso Duo Jambi Turun 16,67 Persen, Ini Daftar Lengkapnya

    Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Angso Duo Jambi Turun 16,67 Persen, Ini Daftar Lengkapnya

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo Kota Jambi terpantau stabil pada Kamis (25/6/2026). Namun, beberapa komoditas strategis mengalami penurunan harga, terutama kelompok cabai dan ikan. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai rawit merah menjadi komoditas dengan penurunan terbesar. Harga cabai rawit merah saat ini berada di level […]

expand_less