Bisnis Pergudangan di Kota Jambi 2026: Cek Lokasi Strategis, Modal, dan Cara Menghitung Keuntungan
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Gudang Pupuk PT. BHANDA GHARA REKSA Jambi PSP dan PKG
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Bisnis pergudangan berpotensi menjadi peluang usaha di Kota Jambi seiring kebutuhan penyimpanan barang, distribusi sembako, dan pengiriman antarkabupaten. Namun, keuntungan usaha ini tidak hanya ditentukan luas bangunan, melainkan juga lokasi, biaya sewa, tingkat keterisian gudang, dan jumlah pelanggan tetap.
Salah satu kawasan yang layak disurvei adalah Jalan Lingkar Selatan, terutama sekitar Kilometer 11, Kota Jambi. Kawasan ini dapat dipertimbangkan karena akses jalan utama mendukung pergerakan kendaraan angkutan barang. Alternatif lainnya adalah Paal Merah dan Talang Bakung untuk menjangkau pelanggan di bagian selatan kota serta wilayah Kabupaten Muaro Jambi.
Lokasi gudang sebaiknya memiliki akses truk yang memadai, area bongkar muat, keamanan, drainase baik, dan ruang parkir. Kedekatan dengan jalan besar dapat membantu mempercepat pengiriman sekaligus menekan biaya perjalanan. Sementara itu, lokasi di pinggiran kota atau perbatasan kabupaten dapat menjadi pilihan apabila dekat dengan pelanggan dan tidak menambah jarak distribusi.
Dari sisi modal, harga sewa harus diperhitungkan bersama biaya perlengkapan, tenaga kerja, listrik, keamanan, dan perawatan. Sebagai gambaran, penawaran gudang seluas 1.000 meter persegi di kawasan KM 11 Lingkar Selatan pernah dipasarkan Rp295 juta per tahun. Harga tersebut merupakan penawaran properti, bukan rata-rata sewa gudang di Kota Jambi.
Pengusaha dapat memilih dua model bisnis, yakni menyewakan ruang gudang kepada perusahaan lain atau menyediakan jasa penyimpanan dan penanganan barang. Model kedua berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan dari bongkar muat dan pengelolaan stok, tetapi membutuhkan tenaga kerja serta sistem pencatatan yang lebih baik.
Perhitungan usaha perlu mencakup pendapatan bulanan dikurangi sewa, gaji, listrik, keamanan, perawatan, pajak, dan biaya lainnya. Sebelum beroperasi, pelaku usaha juga perlu memeriksa Nomor Induk Berusaha (NIB), kesesuaian KBLI, kewajiban Tanda Daftar Gudang, kesesuaian tata ruang, serta kelayakan bangunan melalui OSS dan instansi terkait.
Kunci bisnis pergudangan bukan sekadar mendapatkan bangunan murah, melainkan memastikan permintaan penyimpanan tersedia sebelum biaya rutin berjalan. Karena itu, survei lokasi dan calon pelanggan perlu dilakukan sebelum menandatangani kontrak sewa.
- Penulis: say say
