118 Pekebun Jambi Turun Langsung ke Kebun PTPN IV, Pelajari Cara Panen Sawit yang Tepat
- account_circle Kurnia Haq
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS – Menentukan buah sawit yang siap dipanen hingga memastikan hasilnya tetap berkualitas menjadi keterampilan penting bagi pekebun. Untuk memperdalam kemampuan tersebut, 118 pekebun dari tiga kabupaten di Provinsi Jambi belajar langsung di perkebunan PTPN IV Regional 4, Tanjung Lebar, Kabupaten Muaro Jambi.
Di lokasi tersebut, para pekebun mengamati tahapan pemanenan kelapa sawit, mulai dari memilih tandan buah segar (TBS) yang matang, melakukan pemotongan, mengumpulkan brondolan, hingga memeriksa kualitas hasil panen.
Pembelajaran lapangan ini menjadi bagian dari Pelatihan Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit yang berlangsung pada 7–11 Oktober 2026. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga melihat penerapan teknik panen secara langsung di perkebunan.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 yang diselenggarakan melalui kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan IPB Training.
Belajar menentukan buah matang hingga menjaga kualitas panen
Salah satu materi utama yang dipelajari peserta adalah menentukan tingkat kematangan buah sebelum dipanen. Ketepatan memilih tandan menjadi hal penting agar buah yang dipanen memenuhi kriteria kematangan yang ditetapkan.
Kesalahan dalam menentukan kematangan dapat memengaruhi pengelolaan hasil panen. Karena itu, pekebun perlu memahami indikator buah matang sekaligus menerapkan teknik pemotongan yang sesuai.
Peserta juga mengamati proses pengumpulan TBS dan brondolan serta penanganan hasil sebelum diangkut. Tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hasil panen sejak buah dipotong dari pohon hingga memasuki proses pengangkutan.
Selain praktik pemanenan, peserta mempelajari grading dan sortasi untuk memahami bagaimana hasil panen diperiksa dan dipilah berdasarkan kualitasnya.
Materi pelatihan juga mencakup taksasi produksi, organisasi dan sistem panen, persiapan sarana dan prasarana, pengangkutan, serta ketelusuran hasil.
Pengetahuan mengenai taksasi produksi, misalnya, dapat membantu pekebun memperkirakan potensi hasil kebun. Dengan perkiraan tersebut, kebutuhan tenaga kerja dan sarana pengangkutan dapat disesuaikan dengan kondisi produksi.
Adapun materi ketelusuran hasil memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan asal TBS dalam pengelolaan perkebunan.
118 pekebun berasal dari Tebo, Sarolangun, dan Batanghari
Sebanyak 118 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut terdiri dari 60 pekebun asal Kabupaten Tebo, 29 pekebun dari Kabupaten Sarolangun, dan 29 pekebun dari Kabupaten Batanghari.
Selama kegiatan, peserta mengikuti penyampaian materi, diskusi, praktikum, dan pengamatan langsung di lapangan. Metode pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada pekebun untuk menghubungkan teori dengan praktik yang dapat diterapkan di kebun masing-masing.
Ketua Tim Pelatih Pelatihan IPB, Prof. Dr. Ir. Hariyadi, MS, menekankan bahwa teknik pemanenan yang baik turut menentukan hasil perkebunan.
Pemahaman mengenai kematangan buah dan ketepatan teknik panen menjadi bagian penting dalam meningkatkan keterampilan pekebun. Kemampuan tersebut juga perlu didukung pengelolaan kegiatan panen yang terencana, mulai dari persiapan peralatan hingga penanganan hasil.
Melalui pelatihan ini, para pekebun diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan sehari-hari. Penerapan teknik panen dan pascapanen yang tepat diharapkan membantu menjaga kualitas TBS sekaligus membuat pekerjaan di perkebunan lebih efektif.
Peningkatan keterampilan tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat kapasitas pekebun kelapa sawit di Jambi, sehingga mereka tidak hanya memahami cara memanen, tetapi juga mampu mengelola hasil perkebunan dengan lebih baik.
- Penulis: Kurnia Haq
