Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Beranda » Regional » Mangrove Rusak 22 Persen, DPRD Jambi Bidik Peluang Ekonomi Biru di Pesisir

Mangrove Rusak 22 Persen, DPRD Jambi Bidik Peluang Ekonomi Biru di Pesisir

  • account_circle -
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemulihan mangrove di pesisir timur Provinsi Jambi menjadi pekerjaan mendesak. DPRD Provinsi Jambi mendorong pemerintah daerah menyusun program rehabilitasi terpadu untuk menekan proporsi kawasan mangrove yang rusak berat dari sekitar 22 persen menjadi di bawah 10 persen pada 2029.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata mengatakan, pemerintah daerah perlu bergerak cepat menyiapkan usulan pengelolaan mangrove menyusul rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).

Menurut Ivan, luas indikatif kawasan mangrove di Provinsi Jambi mencapai 12.583,9 hektare. Kawasan tersebut tersebar di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Dari total luasan itu, sekitar 22 persen dilaporkan mengalami kerusakan berat. Ancaman abrasi juga menjadi perhatian, terutama di kawasan Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang mengalami kemunduran garis pantai hingga 115 meter.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan mangrove bukan sekadar persoalan menanam pohon. Perlindungan kawasan pesisir, pengendalian abrasi, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta keberlanjutan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan.

Rehabilitasi Mangrove Jambi Ditargetkan 500–1.000 Hektare

Ivan mendorong rehabilitasi mangrove dilakukan secara bertahap dengan sasaran luas 500 hingga 1.000 hektare sampai 2029. Program tersebut perlu didukung peta kawasan yang akurat, penetapan desa prioritas, identifikasi titik abrasi, kebutuhan anggaran, serta pembagian tanggung jawab antarpihak.

“Jambi perlu menyiapkan usulan yang konkret sejak awal. Bukan hanya menyampaikan kebutuhan penanaman, tetapi juga peta kawasan, desa prioritas, titik abrasi, kebutuhan anggaran, serta pembagian tugas pemerintah dan masyarakat,” kata Ivan, Rabu (14/10/2026).

Ia juga meminta penyusunan satu peta Kesatuan Lanskap Mangrove (KLM) yang disepakati seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini penting karena perbedaan sumber peta, metode penghitungan, dan tahun pengukuran dapat menghasilkan angka luasan mangrove yang berbeda.

Tanpa penyelarasan data, penentuan lokasi rehabilitasi berisiko tidak tepat sasaran. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan kawasan yang paling membutuhkan penanganan mendapat prioritas.

Selain penanaman kembali, pengendalian alih fungsi lahan dan penataan pemanfaatan ruang juga harus diperkuat. Tujuannya agar kawasan yang telah dipulihkan tidak kembali mengalami kerusakan.

Ekonomi Biru Jadi Peluang Masyarakat Pesisir

Pemulihan mangrove juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir. Ivan mendorong pengembangan ekonomi biru melalui ekowisata, perikanan, dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan.

Pendekatan tersebut perlu melibatkan nelayan, pemerintah desa, kelompok masyarakat peduli api, serta masyarakat pesisir, termasuk Suku Duano.

Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar perlindungan mangrove tidak berhenti pada program pemerintah, tetapi menjadi bagian dari aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari warga.

Keberhasilan rehabilitasi, menurut Ivan, tidak cukup diukur berdasarkan jumlah pohon yang ditanam atau luas lahan yang dipulihkan. Penurunan ancaman abrasi dan meningkatnya manfaat ekonomi bagi masyarakat juga perlu menjadi indikator keberhasilan.

Pemerintah Provinsi Jambi pun didorong memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, perangkat daerah teknis, kelompok kerja mangrove, pemerintah desa, dan mitra lapangan.

Menunggu Penguatan Kelembagaan Nasional

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan BPGMN pada 24 September 2026. Kementerian Kehutanan kemudian menggelar lokakarya pada 1–2 Oktober untuk merumuskan mandat, struktur kelembagaan, dan rancangan peraturan presiden sebagai dasar pembentukan badan tersebut.

BPGMN dirancang mengemban tiga mandat utama, yakni perlindungan ekosistem, pemulihan kawasan rusak, serta pengembangan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Bagi Jambi, rencana pembentukan lembaga tersebut menjadi momentum untuk mempercepat penanganan mangrove dan gambut dalam satu kesatuan lanskap. Rencana aksi kelompok kerja mangrove daerah juga perlu diselaraskan dengan kerangka kelembagaan nasional setelah ditetapkan pemerintah pusat.

Ivan berharap Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat dapat menjadi prioritas pemulihan. Dengan data yang terintegrasi, lokasi yang jelas, pendanaan terukur, dan keterlibatan masyarakat, target menekan kerusakan mangrove di bawah 10 persen pada 2029 diharapkan dapat dicapai.(*)

 

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Pajak Banjarmasin Mulyono Terima Suap Sawit Rp800 Juta

    Kepala Pajak Banjarmasin Mulyono Terima Suap Sawit Rp800 Juta

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Mulyono, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, terkait dugaan suap restitusi pajak dari perusahaan perkebunan sawit. Uang suap tersebut diduga digunakan untuk biaya down payment (DP) rumah. OTT dilakukan pada Rabu (4/2/2026), dan KPK menetapkan Mulyono bersama dua tersangka lain, yaitu Dian Jaya Demega, anggota tim pemeriksa […]

  • Usai Imlek, Segini Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

    Usai Imlek, Segini Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan pada Rabu (18/2/2026). Baru dibuka rupiah sudah bergerak melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.855 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.837 per dolar AS. Analis dari Doo Financial Futures Lukman Leong bilang pelemahan rupiah terjadi karena pejabat Federal Reserve atau The Fed bikin […]

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Sempat Naik, Kini Ambruk Lagi ke Rp2,57 Juta

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Sempat Naik, Kini Ambruk Lagi ke Rp2,57 Juta

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam tidak mampu bertahan lama. Setelah sempat menguat sehari sebelumnya, harga logam mulia tersebut kembali merosot pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Kini harga emas Antam berada di level Rp2.570.000 per gram. Merujuk laman Logam Mulia, harga emas yang banyak diminati masyarakat dan investor tersebut terkoreksi Rp10.000 per gram. Sebelumnya, harga logam […]

  • Cuaca Jambi Sepekan ke Depan Didominasi Hujan, Waspada Petir

    Cuaca Jambi Sepekan ke Depan Didominasi Hujan, Waspada Petir

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Prakiraan cuaca di Provinsi Jambi untuk periode 27 Maret hingga 5 April 2026 didominasi hujan ringan di hampir seluruh kabupaten dan kota. Berdasarkan data prakiraan, wilayah seperti Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Sarolangun berpotensi mengalami hujan ringan secara konsisten dalam beberapa hari ke depan, dengan suhu berkisar antara 16 hingga 32 derajat Celsius dan […]

  • Sengit Sejak Peluit Awal, Belgia Wajib Waspada!

    Sengit Sejak Peluit Awal, Belgia Wajib Waspada!

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 kembali menyajikan duel sarat gengsi. Wakil Eropa, Belgia, akan berhadapan dengan kekuatan Afrika, Senegal, di Lumen Field, Seattle, Amerika Serikat, Kamis (2/7/2026) pukul 03.00 WIB. Pertemuan dua tim beda benua ini diprediksi berlangsung sengit sejak peluit awal dibunyikan. Belgia maupun Senegal sama-sama datang dengan kepercayaan diri tinggi […]

  • Rupiah Kembali Perkasa, Menguat 87 Poin ke Rp17.810 per Dolar AS

    Rupiah Kembali Perkasa, Menguat 87 Poin ke Rp17.810 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah menunjukkan keperkasaannya. Memasuki perdagangan Senin (10/8/2026), mata uang Indonesia berhasil menguat signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan tersebut membuat rupiah semakin menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Mengutip Antara, Rupiah menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di kawasan Asia pada pagi ini. Nilai tukar rupiah menguat 87 poin […]

expand_less