Kabut Asap Mulai Tekan Aktivitas Bisnis Jambi, Penerbangan Terganggu
- account_circle say say
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Bandara Sultan Thaha Jambi di Selimuti Kabut Asap.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kabut asap yang kembali menyelimuti Provinsi Jambi mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Gangguan tidak hanya terlihat dari kualitas udara, tetapi juga mulai menyentuh sektor transportasi udara yang menjadi salah satu jalur penting bagi perjalanan bisnis dari dan menuju Jambi.
Di Bandara Sultan Thaha Jambi, sedikitnya enam penerbangan mengalami penundaan pada Kamis (1/10/2026). Tiga penerbangan terdampak merupakan kedatangan dan tiga lainnya keberangkatan. Kondisi tersebut terjadi ketika jarak pandang di sekitar bandara menurun hingga sekitar 1.000 meter. Bagi dunia usaha, kondisi tersebut memiliki konsekuensi yang lebih luas. Penerbangan yang tertunda dapat mengubah jadwal pertemuan, kunjungan investor, perjalanan tenaga kerja, hingga distribusi barang dan jasa yang bergantung pada mobilitas udara.

Sejumlah penerbangan masih dapat beroperasi ketika kondisi jarak pandang memungkinkan. Namun, operasional penerbangan tetap mengikuti pertimbangan keselamatan dan perkembangan cuaca serta jarak pandang di bandara.
Di sisi lain, kualitas udara Kota Jambi juga menjadi perhatian. ANTARA melaporkan pada 1 Oktober 2026 bahwa kabut asap semakin pekat, sementara data Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi sebelumnya menunjukkan indeks standar pencemar udara (ISPU) sempat berada pada level 303.
Situasi ini menunjukkan bahwa kabut asap bukan hanya persoalan lingkungan dan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi faktor operasional bagi kegiatan ekonomi. Ketika mobilitas manusia terganggu, sektor hotel, restoran, transportasi, perdagangan, hingga jasa pertemuan berpotensi ikut terdampak.
Bagi pelaku usaha di Jambi, kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya memiliki rencana operasional alternatif, terutama bagi bisnis yang bergantung pada perjalanan antarkota dan aktivitas tatap muka.
Kabut asap mungkin tidak menghentikan seluruh aktivitas ekonomi Jambi, tetapi gangguan kecil pada mobilitas dapat menjalar ke berbagai sektor. Dalam bisnis, manusia memang masih harus berpindah tempat untuk bertemu manusia lain. Rupanya teknologi belum sepenuhnya berhasil menghapus kebiasaan itu.
- Penulis: say say
