Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Beranda » Regional » Kabut Asap Mulai Tekan Aktivitas Bisnis Jambi, Penerbangan Terganggu

Kabut Asap Mulai Tekan Aktivitas Bisnis Jambi, Penerbangan Terganggu

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Kabut asap yang kembali menyelimuti Provinsi Jambi mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Gangguan tidak hanya terlihat dari kualitas udara, tetapi juga mulai menyentuh sektor transportasi udara yang menjadi salah satu jalur penting bagi perjalanan bisnis dari dan menuju Jambi.

Di Bandara Sultan Thaha Jambi, sedikitnya enam penerbangan mengalami penundaan pada Kamis (1/10/2026). Tiga penerbangan terdampak merupakan kedatangan dan tiga lainnya keberangkatan. Kondisi tersebut terjadi ketika jarak pandang di sekitar bandara menurun hingga sekitar 1.000 meter. Bagi dunia usaha, kondisi tersebut memiliki konsekuensi yang lebih luas. Penerbangan yang tertunda dapat mengubah jadwal pertemuan, kunjungan investor, perjalanan tenaga kerja, hingga distribusi barang dan jasa yang bergantung pada mobilitas udara.

Sejumlah penerbangan masih dapat beroperasi ketika kondisi jarak pandang memungkinkan. Namun, operasional penerbangan tetap mengikuti pertimbangan keselamatan dan perkembangan cuaca serta jarak pandang di bandara.

Di sisi lain, kualitas udara Kota Jambi juga menjadi perhatian. ANTARA melaporkan pada 1 Oktober 2026 bahwa kabut asap semakin pekat, sementara data Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi sebelumnya menunjukkan indeks standar pencemar udara (ISPU) sempat berada pada level 303.

Situasi ini menunjukkan bahwa kabut asap bukan hanya persoalan lingkungan dan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi faktor operasional bagi kegiatan ekonomi. Ketika mobilitas manusia terganggu, sektor hotel, restoran, transportasi, perdagangan, hingga jasa pertemuan berpotensi ikut terdampak.

Bagi pelaku usaha di Jambi, kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya memiliki rencana operasional alternatif, terutama bagi bisnis yang bergantung pada perjalanan antarkota dan aktivitas tatap muka.

Kabut asap mungkin tidak menghentikan seluruh aktivitas ekonomi Jambi, tetapi gangguan kecil pada mobilitas dapat menjalar ke berbagai sektor. Dalam bisnis, manusia memang masih harus berpindah tempat untuk bertemu manusia lain. Rupanya teknologi belum sepenuhnya berhasil menghapus kebiasaan itu.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Jambi Terima Penghargaan Kemenkum RI atas Pembentukan 68 Pos Bantuan Hukum di Kelurahan

    Kota Jambi Terima Penghargaan Kemenkum RI atas Pembentukan 68 Pos Bantuan Hukum di Kelurahan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wali Kota Jambi, Maulana, menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia atas dedikasi dan dukungan dalam pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di 68 kelurahan di Kota Jambi. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peresmian 1.585 Pos Bantuan Hukum yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Provinsi Jambi. Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri […]

  • Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Jambi 1 Juli 2026: Harga Cabai Turun hingga 22 Persen

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Jambi 1 Juli 2026: Harga Cabai Turun hingga 22 Persen

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada Rabu (1/7/2026) secara umum masih stabil. Namun, berbeda dengan komoditas lainnya, harga cabai mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan pembaruan sebelumnya. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, penurunan terjadi pada seluruh jenis cabai yang diperdagangkan di pasar tersebut. Harga cabai […]

  • ISPA Jambi Hari Ini Naik 15 Persen, 1.955 Kasus Tercatat di Tengah Kabut Asap

    ISPA Jambi Hari Ini Naik 15 Persen, 1.955 Kasus Tercatat di Tengah Kabut Asap

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Jambi meningkat di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data terbaru Dinas Kesehatan Kota Jambi yang dilaporkan pada 24 Agustus 2026 mencatat 1.955 kasus ISPA dalam sepekan. Angka itu naik sekitar 15 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatat 1.715 […]

  • Negosiasi BBM SPBU Swasta Mandek, Shell dan Exxon Belum Sepakat Beli dari Pertamina

    Negosiasi BBM SPBU Swasta Mandek, Shell dan Exxon Belum Sepakat Beli dari Pertamina

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Negosiasi pengadaan bahan bakar minyak (BBM) antara badan usaha swasta dan Pertamina memasuki babak baru. Dua perusahaan besar, Shell dan Exxon, hingga kini belum mencapai kesepakatan untuk membeli BBM atau bahan dasar (base fuel) dari Pertamina. Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Domatubun, mengatakan pembahasan dengan badan usaha swasta masih berjalan. Namun, […]

  • Senator AS Desak Donald Trump Tutup Pasar Otomotif Untuk China

    Senator AS Desak Donald Trump Tutup Pasar Otomotif Untuk China

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penolakan terhadap masuknya mobil asal China ke pasar Amerika Serikat semakin menguat. Sejumlah senator dari Partai Demokrat mendesak Presiden Donald Trump untuk mengambil langkah tegas dengan menutup akses bagi produsen otomotif China. Desakan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang ditandatangani oleh tiga senator, yakni Tammy Baldwin, Elissa Slotkin, dan Chuck Schumer. Mereka meminta […]

  • Utang Pemerintah Indonesia Tembus Rp10.293 Triliun, Tertinggi dalam Sejarah

    Utang Pemerintah Indonesia Tembus Rp10.293 Triliun, Tertinggi dalam Sejarah

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Utang pemerintah Indonesia kembali mencatat rekor. Hingga akhir Juni 2026, posisi utang pemerintah mencapai Rp10.293,69 triliun, menjadi salah satu level tertinggi sepanjang sejarah. Angka tersebut meningkat Rp373,27 triliun dibandingkan posisi akhir Maret 2026 yang tercatat Rp9.920,42 triliun. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, rasio utang pemerintah terhadap Produk […]

expand_less