Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Beranda » Properti » Ternyata Ini Penyebab Jalan Aspal di Indonesia Cepat Rusak Tiap Musim Hujan

Ternyata Ini Penyebab Jalan Aspal di Indonesia Cepat Rusak Tiap Musim Hujan

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Setiap memasuki musim hujan, kondisi jalan di berbagai daerah di Indonesia kerap berubah drastis. Jalan yang semula mulus tiba-tiba dipenuhi lubang, retak, hingga bergelombang.

Bahkan, jalan yang baru beberapa hari sebelumnya masih sangat mulus, tiba-tiba jadi kubangan air. Tak sedikit pengendara yang akhirnya harus ekstra hati-hati agar tidak mengalami kecelakaan. Lalu, mengapa jalan aspal di Indonesia begitu mudah rusak saat sering diguyur hujan?

Dilansir Kompas.com, Dosen Teknik Sipil Universitas Tangerang Raya (Untara), Riski Wahyudi, mengatakan penyebabnya sangat klasik. Salah satunya adalah tidak adanya saluran air (drainase) yang memadai.

Ia memberitahu bahwa air merupakan musuh utama jalan dengan perkerasan aspal.

“Sehingga air hujan yang tidak diatur dengan sistem drainase yang baik, akan mengakibatkan terjadinya genangan pada jalan,” ujar Riski, Rabu (10/12/2025).

Ketika air hujan tidak mengalir dengan baik, sambungnya, air akan meresap ke dalam pori-pori lapisan jalan. Bahkan terperangkap di antara aspal dan tanah di bawahnya. Kondisi tersebut membuat aspal mengembang, retak, lalu terangkat ketika dilintasi kendaraan berat.

Akhirnya, jalan berubah bergelombang bahkan menjadi berlubang dengan kedalaman yang menganga. Menurutnya, meski kualitas hotmix (aspal dan agregat) sangat bagus dan sudah memenuhi standar, jalan yang baru dibangun tetap akan mudah rusak bila tergenang air.

“Walaupun aspal didesain kedap air, air yang masuk melalui celah-celah retakan pada aspal akan merusak struktur lapis perkerasan jalan di bawahnya,” jelas Riski yang juga lama berkecimpung di perusahaan konstruksi jalan raya.

“Berbeda dengan perkerasan beton yang lebih tahan terhadap genangan air,” kata dia lagi.

Jalan rusak di Indonesia yang dimulai dari kerusakan kecil seperti retakan halus seharusnya segera diperbaiki sebelum meluas. Namun sayangnya, perawatan jalan sering kali dilakukan ketika kerusakan sudah parah. Akibatnya, biaya perbaikan membengkak dan kerusakan bertambah setiap kali hujan turun.

Terlebih Indonesia adalah negara dengan curah hujan tinggi, tapi masalah drainase tidak sering diabaikan. Padahal ini adalah penyebab yang sangat klasik jalan rusak di Indonesia.

Diungkapkan Riski, hujan dan drainase memang bukan satu-satunya masalah. Faktor lain yang turut jadi penyebab jalan berlubang di Indonesia antara lain keberadaan truk ODOL, pengerjaan yang tidak sesuai standar, hingga buruknya pengawasan.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kompas

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emas Pegadaian Melesat! Antam Tembus Rp2,7 Juta, UBS dan Galeri24 Ikut Naik

    Emas Pegadaian Melesat! Antam Tembus Rp2,7 Juta, UBS dan Galeri24 Ikut Naik

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dijual melalui pegadaian kembali mahal. Tiga jenama emas yang banyak diburu masyarakat yakni Antam, UBS, dan Galeri24 kompak menguat pada perdagangan Jumat (4/9/2026). Namun, Antam menjadi bintang utama. Kenaikannya paling tinggi dibandingkan dua produk emas lainnya. Mengutip laman Sahabat Pegadaian, harga emas Antam hari ini melonjak Rp32.000 per gram. Harganya […]

  • Purbaya Bahas Peluang Industri Tekstil dengan AGTI, Sentuh Isu Perizinan dan Thrifting

    Purbaya Bahas Peluang Industri Tekstil dengan AGTI, Sentuh Isu Perizinan dan Thrifting

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima kunjungan Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) di Kementerian Keuangan, Selasa (4/11/2025). Pertemuan ini membahas peta jalan (roadmap) peluang, tantangan, dan ancaman di sektor industri tekstil dan garmen nasional. Ketua Umum AGTI yang juga Vice CEO PT Pan Brothers Tbk, Anne Patricia Sutanto, menjelaskan bahwa AGTI memaparkan […]

  • Emiten Portofolio Lo Kheng Hong, ABMM Fokus Ekspansi Tambang di Aceh dan Kalteng

    Emiten Portofolio Lo Kheng Hong, ABMM Fokus Ekspansi Tambang di Aceh dan Kalteng

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Emiten holding investasi, PT ABM Investama Tbk (ABMM), menyiapkan strategi ekspansi agresif pada 2026 meskipun kinerja keuangan perseroan mengalami penurunan sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan, laba bersih ABMM tercatat sebesar US$70,61 juta atau merosot 49,33% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$139,36 juta. Penurunan ini juga diikuti oleh pendapatan yang turun 13,50% secara tahunan […]

  • Harga Daging Ayam Naik, Inflasi Jambi Agustus 2026 Mencapai 3,60 Persen

    Harga Daging Ayam Naik, Inflasi Jambi Agustus 2026 Mencapai 3,60 Persen

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga daging ayam ras menjadi salah satu pemicu utama kenaikan harga di Provinsi Jambi pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Jambi mencatat inflasi bulanan sebesar 0,38 persen, sedangkan inflasi tahunan mencapai 3,60 persen. Kenaikan harga daging ayam ras memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan, yakni 0,47 persen. Komoditas lain yang […]

  • Kawasan Kotabaru: Antara Pemerintahan, Hunian dan Pertumbuhan Komersial

    Kawasan Kotabaru: Antara Pemerintahan, Hunian dan Pertumbuhan Komersial

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kotabaru memiliki posisi yang berbeda dibandingkan kawasan baru yang sedang tumbuh di pinggiran Kota Jambi. Di kawasan ini, aktivitas pemerintahan, permukiman, perdagangan dan jasa bertemu dalam satu ruang perkotaan. Namun, pertanyaannya bukan sekadar apakah Kotabaru masih ramai. Apakah Kotabaru masih layak disebut sebagai salah satu prime business area Kota Jambi? Salah satu kekuatan […]

  • Musim Mudik 2026, Jalur Pantura di Indramayu Dipenuhi Penyapu Uang

    Musim Mudik 2026, Jalur Pantura di Indramayu Dipenuhi Penyapu Uang

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Fenomena warga yang menjadi penyapu uang kembali muncul saat musim mudik Lebaran 2026 di Jalur Pantura, tepatnya di kawasan Jembatan Sewo yang berada di perbatasan Indramayu dan Subang, Jawa Barat. Seiring meningkatnya volume kendaraan pemudik yang melintas, ratusan warga terlihat memadati pinggir hingga badan jalan sambil membawa sapu lidi untuk mengais uang dari […]

expand_less