The Hok dan Soekarno-Hatta, Bukan Lagi Titik Baru tetapi Tetap Jadi Magnet Bisnis
- account_circle say say
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

Jalan Sukarno Hatta - The Hok -Kota Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – The Hok dan koridor Jalan Soekarno-Hatta bukan lagi kawasan yang sedang mencari pasar. Kawasan ini telah berkembang menjadi koridor komersial matang dengan aktivitas kuliner, retail, jasa dan perdagangan yang terus bergerak.
Salah satu indikator penting adalah basis penduduknya. Data BPS dalam Kecamatan Jambi Selatan Dalam Angka 2025 mencatat Kelurahan Thehok memiliki sekitar 19 ribu penduduk pada 2024, sementara Kecamatan Jambi Selatan secara keseluruhan mencapai 59.514 jiwa. Data tersebut merupakan kondisi 2024 yang dipublikasikan BPS pada September 2025.
Jumlah penduduk tersebut menjadi basis pasar lokal bagi berbagai bisnis. Namun, kekuatan The Hok tidak hanya berasal dari warga yang tinggal di kawasan tersebut. Lokasinya berada pada koridor dengan mobilitas masyarakat tinggi sehingga pasar bisnisnya juga berasal dari konsumen yang datang dari kawasan lain.
Hal ini terlihat dari komposisi usaha yang berkembang. Data perizinan Kota Jambi pada April 2026 mencatat sejumlah usaha baru di Thehok, termasuk kedai makanan, penyediaan makanan keliling, apotek dan perdagangan produk farmasi. Bahkan terdapat izin usaha di koridor Jalan Soekarno-Hatta untuk perdagangan farmasi.
Ekosistem kuliner kawasan juga semakin beragam. Sejumlah usaha seperti Hepitea Story Jambi, “ Park ” Food & Bar, Kopi Soe The Hok dan Pempek Selamat Thehok menunjukkan bagaimana F&B memanfaatkan basis konsumen kawasan tersebut.
Artinya, 19 ribu penduduk Thehok bukan sekadar angka demografi. Bagi bisnis, angka itu menunjukkan adanya pasar harian yang dapat menopang kebutuhan makanan, minuman, kesehatan, retail dan jasa. Ketika ditambah konsumen dari luar kelurahan, potensi pasarnya menjadi lebih luas.
Namun, pasar yang besar juga membawa konsekuensi: kompetisi semakin padat. Karena itu, bisnis baru tidak cukup hanya memilih lokasi ramai. Mereka harus memahami profil konsumen, daya beli, waktu kunjungan, kebutuhan yang belum terpenuhi dan tingkat persaingan.
Dalam peta Location Matters 2026, The Hok dan Soekarno-Hatta lebih tepat disebut kawasan matang dengan pasar yang terus berevolusi. Bukan lagi soal menciptakan traffic dari nol, tetapi bagaimana sebuah bisnis mengambil bagian dari traffic yang sudah ada.
- Penulis: say say
