Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Beranda » Regional » The Hok dan Soekarno-Hatta, Bukan Lagi Titik Baru tetapi Tetap Jadi Magnet Bisnis

The Hok dan Soekarno-Hatta, Bukan Lagi Titik Baru tetapi Tetap Jadi Magnet Bisnis

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – The Hok dan koridor Jalan Soekarno-Hatta bukan lagi kawasan yang sedang mencari pasar. Kawasan ini telah berkembang menjadi koridor komersial matang dengan aktivitas kuliner, retail, jasa dan perdagangan yang terus bergerak.

Salah satu indikator penting adalah basis penduduknya. Data BPS dalam Kecamatan Jambi Selatan Dalam Angka 2025 mencatat Kelurahan Thehok memiliki sekitar 19 ribu penduduk pada 2024, sementara Kecamatan Jambi Selatan secara keseluruhan mencapai 59.514 jiwa. Data tersebut merupakan kondisi 2024 yang dipublikasikan BPS pada September 2025.

Jumlah penduduk tersebut menjadi basis pasar lokal bagi berbagai bisnis. Namun, kekuatan The Hok tidak hanya berasal dari warga yang tinggal di kawasan tersebut. Lokasinya berada pada koridor dengan mobilitas masyarakat tinggi sehingga pasar bisnisnya juga berasal dari konsumen yang datang dari kawasan lain.

Hal ini terlihat dari komposisi usaha yang berkembang. Data perizinan Kota Jambi pada April 2026 mencatat sejumlah usaha baru di Thehok, termasuk kedai makanan, penyediaan makanan keliling, apotek dan perdagangan produk farmasi. Bahkan terdapat izin usaha di koridor Jalan Soekarno-Hatta untuk perdagangan farmasi.

Ekosistem kuliner kawasan juga semakin beragam. Sejumlah usaha seperti Hepitea Story Jambi, “ Park ” Food & Bar, Kopi Soe The Hok dan Pempek Selamat Thehok menunjukkan bagaimana F&B memanfaatkan basis konsumen kawasan tersebut.

Artinya, 19 ribu penduduk Thehok bukan sekadar angka demografi. Bagi bisnis, angka itu menunjukkan adanya pasar harian yang dapat menopang kebutuhan makanan, minuman, kesehatan, retail dan jasa. Ketika ditambah konsumen dari luar kelurahan, potensi pasarnya menjadi lebih luas.

Namun, pasar yang besar juga membawa konsekuensi: kompetisi semakin padat. Karena itu, bisnis baru tidak cukup hanya memilih lokasi ramai. Mereka harus memahami profil konsumen, daya beli, waktu kunjungan, kebutuhan yang belum terpenuhi dan tingkat persaingan.

Dalam peta Location Matters 2026, The Hok dan Soekarno-Hatta lebih tepat disebut kawasan matang dengan pasar yang terus berevolusi. Bukan lagi soal menciptakan traffic dari nol, tetapi bagaimana sebuah bisnis mengambil bagian dari traffic yang sudah ada.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nyeri Lambung Menjalar ke Punggung, Ini Penjelasan dr. Fajar Dwi Cahyo

    Nyeri Lambung Menjalar ke Punggung, Ini Penjelasan dr. Fajar Dwi Cahyo

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Keluhan nyeri lambung yang menjalar hingga ke punggung belakang kerap dianggap sebagai gejala biasa dari asam lambung. Namun, kondisi ini ternyata bisa menandakan berbagai gangguan kesehatan yang lebih serius. Dokter Fajar Dwi Cahyo menjelaskan, nyeri yang berasal dari lambung dan menjalar ke punggung dapat disebabkan oleh beberapa kondisi medis. “Keluhan ini bisa disebabkan […]

  • Dirut Medikaloka Hermina (HEAL) Yulisar Khiat Lepas 177,84 Juta Saham

    Dirut Medikaloka Hermina (HEAL) Yulisar Khiat Lepas 177,84 Juta Saham

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), Yulisar Khiat, melepas 177,84 juta saham HEAL, menurunkan kepemilikannya dari 7,09% menjadi 5,16%. Perubahan ini terjadi sepekan setelah Yulisar diangkat sebagai Direktur Utama menggantikan Hasmoro dalam RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa). RUPSLB juga menyetujui perombakan jajaran direksi dan komisaris, termasuk penunjukan Adia Susanti dan […]

  • Rencana KRL Beroperasi 24 Jam Harus Dikaji Ulang

    Rencana KRL Beroperasi 24 Jam Harus Dikaji Ulang

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana operasional kereta rel listrik (KRL) commuter line selama 24 jam dinilai perlu kajian mendalam sebelum diterapkan. Hal ini disampaikan Pengamat Transportasi Publik bidang Perkeretaapian, Joni Martinus, merespons pernyataan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang membuka opsi operasional KRL sepanjang hari. Wacana tersebut mencuat setelah muncul fenomena warga yang menginap di Stasiun Cikarang demi […]

  • Bursa Efek Indonesia Intensif Lobi MSCI

    Bursa Efek Indonesia Intensif Lobi MSCI

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengintensifkan komunikasi dengan MSCI di tengah upaya memperbaiki persepsi terhadap pasar saham domestik. Langkah ini dilakukan seiring mulai meredanya kekhawatiran penurunan status (downgrade) saham Indonesia dalam indeks global. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pihaknya aktif menjalin dialog dengan MSCI agar berbagai reformasi pasar modal yang tengah dijalankan […]

  • Periode November 2025, Harga CPO Naik Tipis Jadi 963,75 Dolar AS per Ton

    Periode November 2025, Harga CPO Naik Tipis Jadi 963,75 Dolar AS per Ton

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga referensi (HR) Crude Palm Oil (CPO) di pasar internasional naik tipis di awal November 2025. Kenaikan tersebut salah satunya dipicu oleh rencana pemerintah menerapkan biodiesel campuran 50 persen alias B50. Naik 0,14 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar 0,01 persen dibanding HR CPO Oktober 2025 yang sebesar 963,61 dolar AS per ton. […]

  • Kejar 200 Pengemplang Pajak, Kemenkeu Baru Kumpulkan Rp 8 Triliun

    Kejar 200 Pengemplang Pajak, Kemenkeu Baru Kumpulkan Rp 8 Triliun

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan baru berhasil mengumpulkan Rp 8 triliun dari total Rp 50–60 triliun tunggakan pajak milik 200 wajib pajak besar yang masuk kategori pengemplang. Menurut Purbaya, sebagian wajib pajak masih mencicil, sementara sisanya terus dikejar oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). “Yang Rp 50 triliun itu akan […]

expand_less