Properti Masuk Top 5 Penyumbang Investasi Terbesar di Indonesia
- account_circle -
- calendar_month Sel, 21 Okt 2025
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Sektor properti masuk lima besar penyumbang investasi terbesar di Indonesia sepanjang Januari-September 2025.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Sektor properti yang mencakup perumahan, kawasan industri, dan perkantoran masuk lima besar penyumbang investasi terbesar di Indonesia sepanjang Januari-September 2025. Sebagai informasi, total realisasi investasi di Indonesia pada periode tersebut sebesar Rp 1.434,3 triliun, atau setara 75,3 persen dari target 2025 sebesar Rp 1.905,6 triliun.
Berdasarkan data tersebut, properti menempati peringkat lima subsektor dengan realisasi investasi terbesar sepanjang Januari-September 2025.
“Perumahan, kawasan industri, dan perkantoran itu Rp 105,2 triliun atau 7,3 persen (dari total realisasi investasi),” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, dikutip dari Kompas.com, belum lama ini.
Rosan memaparkan, bahwa industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya menjadi subsektor yang merealisasikan investasi terbesar sepanjang Januari-September 2025. Yakni Rp 196,4 triliun atau setara 13,7 persen dari total realisasi investasi.
“Nomor pertamanya adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya,” ucapnya. Kemudian diikuti subsektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp 163,3 triliun; pertambangan Rp 158,1 triliun; serta jasa lainnya Rp 130 triliun.
Sementara untuk Triwulan III-2025, dari total realisasi investasi Rp 491,4 triliun, subsektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya juga menjadi penyumbang terbesar, yakni Rp 62 triliun.
Disusul subsektor pertambangan Rp 55,9 triliun; transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp 52,6 triliun; jasa lainnya Rp 44,3 triliun; serta perdagangan dan reparasi Rp 34,5 triliun. Sehingga, tidak ada subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran dalam lima besar penyumbang realisasi investasi terbanyak pada Triwulan III-2025.(*)
- Penulis: -

Saat ini belum ada komentar