Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Laba Bersih Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Turun 22%, Meski Pendapatan Naik Jadi USD 318,86 Juta

Laba Bersih Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Turun 22%, Meski Pendapatan Naik Jadi USD 318,86 Juta

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat laba bersih sebesar USD 104,27 juta atau sekitar Rp 1,73 triliun hingga kuartal III 2025. Angka ini turun 22,17% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 133,99 juta atau sekitar Rp 2,22 triliun.

Mengutip laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (27/10/2025), pendapatan PGEO justru mengalami peningkatan 4,19% yoy menjadi USD 318,86 juta dibandingkan USD 306,02 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, kenaikan beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya sebesar 16,83% yoy menjadi USD 140,21 juta dari sebelumnya USD 120,01 juta, membuat laba bruto perusahaan turun 3,95% menjadi USD 178,64 juta.

Dari sisi operasional, beban umum dan administrasi juga meningkat dari USD 15,02 juta menjadi USD 21,16 juta, sementara rugi selisih kurs tercatat sebesar USD 10,22 juta, berbalik dari laba selisih kurs USD 13,05 juta pada kuartal III 2024.

Kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan berasal dari beberapa wilayah kerja panas bumi yang dioperasikan PGEO, antara lain:

  • PLTP Kamojang: USD 116,03 juta
  • PLTP Ulubelu: USD 91,34 juta
  • PLTP Lahendong: USD 62,38 juta
  • PLTP Lumut Balai: USD 40,93 juta
  • PLTP Karaha: USD 7,72 juta

Dari sisi neraca keuangan, total aset PGEO mencapai USD 2,96 miliar dengan liabilitas USD 957,39 juta dan ekuitas USD 2 miliar per akhir September 2025. Kas dan setara kas tercatat sebesar USD 628,12 juta, sedikit menurun dibandingkan USD 657,64 juta pada periode yang sama tahun lalu.

PGEO terus memperkuat posisinya di sektor energi terbarukan melalui penambahan wilayah kerja (WK) geothermal baru, dengan tujuan meningkatkan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Saat ini, perusahaan mengoperasikan 15 wilayah kerja panas bumi di seluruh Indonesia.

Langkah ekspansi ini sejalan dengan komitmen Pertamina Group untuk mendorong transisi energi bersih dan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi nasional menuju net zero emission pada tahun 2060.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • IHSG Dibuka Menghijau ke Posisi 8.187 Pagi Ini

    IHSG Dibuka Menghijau ke Posisi 8.187 Pagi Ini

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada perdagangan hari ini, Kamis (9/9/2025). IHSG menguat ke posisi 8.187. IHSG sempat bergerak di rentang 8.187-8.204 sesaat setelah pembukaan. Tercatat, 321 saham menguat, 73 saham melemah, dan 206 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau menjadi Rp15.452 triliun. Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. […]

  • Pabrik rokok

    Di Tengah Rencana Cukai Rokok Tidak Naik, Begini Produksi Rokok Tanah Air

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan tidak akan menaikkan cukai rokok pada tahun depan. Kebijakan ini salah satunya ditujukan untuk memberantas rokok ilegal yang marak di tanah air. Kabar ini juga disambut gembira pelaku indiustri rokok. Terlebih keputusan ini diharapkan bisa mengurangi beban industri rokok. Lalu seperti apa produksi rokok di Indonesia selama […]

  • Kenapa Gorengan Selalu Jadi Menu Favorit Buka Puasa? Ini Penjelasan Psikologis dan Nutrisinya

    Kenapa Gorengan Selalu Jadi Menu Favorit Buka Puasa? Ini Penjelasan Psikologis dan Nutrisinya

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gorengan hampir selalu hadir di meja berbuka puasa. Mulai dari bakwan, risoles, tempe goreng, hingga tahu isi, hidangan ini kerap menjadi pilihan utama masyarakat untuk membatalkan puasa. Meski sering disebut sebagai makanan kurang sehat, popularitas gorengan nyaris tak tergantikan setiap Ramadan. Kecenderungan ini bukan tanpa alasan. Dari sisi fisiologis, tubuh yang berpuasa seharian […]

  • IHSG Anjlok Nyaris 7 Persen Pagi Ini, Kekhawatiran MSCI Bikin Pasar Panik

    IHSG Anjlok Nyaris 7 Persen Pagi Ini, Kekhawatiran MSCI Bikin Pasar Panik

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada awal perdagangan Rabu (28/1/2026). IHSG tercatat turun lebih dari 6 persen dan sempat menyentuh level 8.300, dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG melemah 6,82 persen ke level 8.367 pada pukul 09.06 WIB. Tekanan jual mendominasi […]

  • Prabowo Lantik Dony Oskaria Jadi Kepala BP BUMN, Tandai Babak Baru Transformasi BUMN

    Prabowo Lantik Dony Oskaria Jadi Kepala BP BUMN, Tandai Babak Baru Transformasi BUMN

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Dony Oskaria sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10/2025). Pelantikan ini menjadi tonggak awal beroperasinya lembaga baru yang menggantikan fungsi Kementerian BUMN. Dony akan didampingi oleh dua wakil, yakni Aminuddin Ma’ruf dan Tedi Bharata. Kepada wartawan, Dony mengaku baru menerima kabar pelantikannya […]

  • Rupiah Menguat Tipis di Akhir Perdagangan, Rp 16.648 Per Dolar AS

    Rupiah Menguat Tipis di Akhir Perdagangan, Rp 16.648 Per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah berhasil menguat di akhir perdagangan hari ini, Jumat (5/12/2025). Rupiah menguat tipis 0,03 persen dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp16.653 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah ditutup di Rp16.648 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. Seperti bahdt Thailand menjadi mata uang […]

expand_less