Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Laba Bersih Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Turun 22%, Meski Pendapatan Naik Jadi USD 318,86 Juta

Laba Bersih Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Turun 22%, Meski Pendapatan Naik Jadi USD 318,86 Juta

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat laba bersih sebesar USD 104,27 juta atau sekitar Rp 1,73 triliun hingga kuartal III 2025. Angka ini turun 22,17% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 133,99 juta atau sekitar Rp 2,22 triliun.

Mengutip laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (27/10/2025), pendapatan PGEO justru mengalami peningkatan 4,19% yoy menjadi USD 318,86 juta dibandingkan USD 306,02 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, kenaikan beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya sebesar 16,83% yoy menjadi USD 140,21 juta dari sebelumnya USD 120,01 juta, membuat laba bruto perusahaan turun 3,95% menjadi USD 178,64 juta.

Dari sisi operasional, beban umum dan administrasi juga meningkat dari USD 15,02 juta menjadi USD 21,16 juta, sementara rugi selisih kurs tercatat sebesar USD 10,22 juta, berbalik dari laba selisih kurs USD 13,05 juta pada kuartal III 2024.

Kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan berasal dari beberapa wilayah kerja panas bumi yang dioperasikan PGEO, antara lain:

  • PLTP Kamojang: USD 116,03 juta
  • PLTP Ulubelu: USD 91,34 juta
  • PLTP Lahendong: USD 62,38 juta
  • PLTP Lumut Balai: USD 40,93 juta
  • PLTP Karaha: USD 7,72 juta

Dari sisi neraca keuangan, total aset PGEO mencapai USD 2,96 miliar dengan liabilitas USD 957,39 juta dan ekuitas USD 2 miliar per akhir September 2025. Kas dan setara kas tercatat sebesar USD 628,12 juta, sedikit menurun dibandingkan USD 657,64 juta pada periode yang sama tahun lalu.

PGEO terus memperkuat posisinya di sektor energi terbarukan melalui penambahan wilayah kerja (WK) geothermal baru, dengan tujuan meningkatkan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Saat ini, perusahaan mengoperasikan 15 wilayah kerja panas bumi di seluruh Indonesia.

Langkah ekspansi ini sejalan dengan komitmen Pertamina Group untuk mendorong transisi energi bersih dan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi nasional menuju net zero emission pada tahun 2060.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bursa Asia Melemah, Kekhawatiran Biaya AI Tekan Saham Teknologi Global

    Bursa Asia Melemah, Kekhawatiran Biaya AI Tekan Saham Teknologi Global

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar saham Asia bergerak melemah pada perdagangan Kamis (5/2/2026) seiring meningkatnya kewaspadaan investor terhadap lonjakan biaya investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang membebani sektor teknologi global. Tekanan terjadi di tengah aksi jual saham teknologi dunia, meski kontrak berjangka Wall Street mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan berkat penguatan saham produsen chip. Indeks MSCI Asia Pasifik […]

  • 16 Ribu Pegawai Bea Cukai Terancam PHK

    16 Ribu Pegawai Bea Cukai Terancam PHK

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas untuk menangani berbagai polemik yang menekan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam beberapa waktu terakhir. Menkeu Purbaya memberi tenggat satu tahun penuh agar Bea Cukai melakukan reformasi total dan memperbaiki citra di mata publik. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai mengumpulkan jajaran petinggi Bea Cukai […]

  • Pertamina Targetkan Laba Rp54 Triliun di Akhir 2025

    Pertamina Targetkan Laba Rp54 Triliun di Akhir 2025

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina (Persero) memproyeksikan laba bersih perusahaan sepanjang 2025 dapat tembus US$ 3,3 miliar atau sekitar Rp 54 triliun (kurs Rp 16.500). Angka ini lebih tinggi dibandingkan perolehan laba tahun sebelumnya yang mencapai Rp 49,54 triliun. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan bahwa pendapatan perusahaan pada 2025 diperkirakan mencapai US$ 68 miliar […]

  • PORPROV Jambi Diundur ke 2027, Tanjabbar Tetap Tuan Rumah

    PORPROV Jambi Diundur ke 2027, Tanjabbar Tetap Tuan Rumah

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi Tahun 2025 yang digelar di Hotel Rumah Kito, Kota Jambi, pada 15–16 Desember 2025 berlangsung sukses. Rakerprov ini dihadiri seluruh pengurus KONI kabupaten/kota se-Provinsi Jambi serta perwakilan pengurus cabang olahraga (cabor). Sejumlah isu strategis menjadi agenda utama dalam forum tahunan tersebut, mulai […]

  • IHSG Dibuka Melemah ke 7.425, Tertekan Sentimen Global dan Lonjakan Harga Minyak

    IHSG Dibuka Melemah ke 7.425, Tertekan Sentimen Global dan Lonjakan Harga Minyak

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan awal pekan dengan pelemahan. Pada Senin (13/4/2026), IHSG dibuka di zona merah akibat tekanan sentimen global dan kenaikan tajam harga minyak dunia. Berdasarkan data perdagangan pukul 09.13 WIB, IHSG turun 0,44% atau sekitar 33 poin ke level 7.425,496. Pergerakan pasar didominasi saham yang melemah, dengan 357 […]

  • Bank Sentral Australia Naikkan Suku Bunga ke 4,35 Persen, Inflasi Masih Tinggi akibat Konflik Global

    Bank Sentral Australia Naikkan Suku Bunga ke 4,35 Persen, Inflasi Masih Tinggi akibat Konflik Global

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Reserve Bank of Australia (RBA) kembali menaikkan suku bunga acuannya menjadi 4,35 persen. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang masih tinggi, dipicu kenaikan harga energi dan dampak konflik global. Langkah tersebut menandai kenaikan suku bunga ketiga secara berturut-turut, sekaligus mengembalikan level suku bunga seperti pada Desember 2024. Mengutip laporan CNBC, […]

expand_less