Operator Seluler Peringatkan Risiko Kuota Internet Tanpa Masa Berlaku di MK
- account_circle say say
- calendar_month 6 jam yang lalu

Sukaca Purwokardjono dari XL Smart memberikan keterangan dalam sidang uji materi UU Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 4 Mei 2026.
JAMBISNIS.COM – Operator seluler memperingatkan potensi dampak besar jika kebijakan kuota internet tanpa masa berlaku dan sistem rollover diterapkan secara luas. Peringatan itu disampaikan dalam sidang uji materi Undang-Undang Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi, Senin, 4 Mei 2026. Perwakilan operator, Sukaca Purwokardjono dari XL Smart, menyebut skema kuota tanpa batas waktu secara teori memungkinkan, tetapi sulit diterapkan dalam praktik. Ia menilai kebijakan tersebut berisiko mengganggu pengelolaan kapasitas jaringan dan menurunkan kualitas layanan.
“Tanpa pengaturan masa berlaku, beban jaringan bisa tidak terkendali. Ini berpotensi mengubah struktur tarif dan merugikan industri,” kata Sukaca dalam persidangan.
Ia juga menyoroti sistem rollover fitur yang memungkinkan sisa kuota digunakan di periode berikutnya. Menurut dia, jika seluruh layanan menerapkan sistem ini, industri telekomunikasi akan menghadapi tekanan besar dalam menjaga stabilitas jaringan.
Sukaca membantah anggapan bahwa operator memperoleh keuntungan dari kuota pelanggan yang hangus. Ia menegaskan sisa kuota tidak dialihkan ke pihak mana pun, melainkan berakhir karena masa berlaku habis atau telah digunakan.
“Tidak ada pendapatan tambahan dari kuota yang tidak terpakai. Hak akses pelanggan berakhir seiring waktu layanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, layanan telekomunikasi berbeda dengan listrik. Jika listrik tidak bergantung pada waktu penggunaan, layanan internet sangat dipengaruhi oleh waktu, lokasi, dan pola konsumsi pengguna secara bersamaan.
Operator juga mengklaim telah memberikan informasi transparan kepada pelanggan, termasuk jumlah kuota dan masa aktif, melalui notifikasi saat paket diaktifkan.
Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan publik soal keadilan bagi konsumen terkait kuota internet hangus. Sejumlah pihak mendorong regulasi yang lebih berpihak kepada pengguna, sementara operator menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara layanan dan keberlanjutan bisnis.
- Penulis: say say


