Evakuasi Korban Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Berlangsung 10 Jam
- account_circle say say
- calendar_month 10 jam yang lalu

Tim SAR gabungan mengevakuasi sedikitnya empat kantong jenazah dari dalam gerbong KRL yang rusak parah akibat tabrakan. Proses evakuasi dilakukan bertahap sejak pukul 08.05 WIB.
JAMBISNIS.COM – Proses evakuasi korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung hingga Selasa pagi, 28 April 2026.
Tim SAR gabungan mengevakuasi sedikitnya empat kantong jenazah dari dalam gerbong KRL yang rusak parah akibat tabrakan. Proses evakuasi dilakukan bertahap sejak pukul 08.05 WIB.
Tiga kantong jenazah berhasil diangkat setelah lokomotif KA Argo Bromo dipisahkan dari rangkaian KRL sekitar pukul 08.15 WIB. Seluruh jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi.
Data sementara mencatat tujuh orang meninggal dunia dan sekitar 81 penumpang mengalami luka-luka.
Petugas dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga mengevakuasi tiga korban yang sempat terjebak di dalam gerbong. Hingga kini, penyisiran masih dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
Proses evakuasi berlangsung lebih dari 10 jam sejak kejadian.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba, mengatakan sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
Menurut dia, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di Bekasi, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella, RS Primaya, dan RS Siloam.
“Kami memastikan biaya pengobatan korban luka dan pemakaman korban meninggal ditanggung asuransi dan perusahaan,” kata Anne dalam keterangan tertulis.
Untuk sementara, operasional di Stasiun Bekasi Timur dihentikan. Perjalanan KRL hanya dilayani hingga Stasiun Bekasi.
KAI juga membuka posko informasi di sekitar lokasi untuk membantu keluarga penumpang memperoleh informasi terkait korban
- Penulis: say say


