Kementerian ESDM Siapkan Deregulasi PLTS, Target Energi Surya Indonesia Tembus 100 GW
- account_circle say say
- calendar_month 45 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Ilustrasi panel PLTS sebagai bagian dari pengembangan energi surya di Indonesia yang ditargetkan mencapai 100 GW.
JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah menyiapkan kebijakan deregulasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) guna mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengatakan deregulasi ini bertujuan menyederhanakan aturan pemanfaatan PLTS agar lebih fleksibel dan mudah diakses berbagai sektor.
“Kami sedang membahas deregulasi PLTS. Ke depan, tidak lagi dibatasi jenisnya, baik itu atap, terapung, maupun ground-mounted, semuanya bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi,” ujar Eniya, Selasa (21/4/2026).
Langkah deregulasi ini sejalan dengan target pemerintah dalam meningkatkan kapasitas energi surya nasional. Dalam dokumen PT PLN (Persero) melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), kapasitas PLTS ditargetkan mencapai 17,1 gigawatt (GW) hingga 2034.
Namun, pemerintah mendorong target yang lebih ambisius, yakni mencapai 80 hingga 100 GW, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Saat ini, kapasitas terpasang PLTS nasional masih sekitar 1,5 GW, dengan kontribusi terbesar berasal dari PLTS atap sebesar 895 megawatt (MW).
Deregulasi PLTS juga diproyeksikan memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional. Selain meningkatkan investasi di sektor energi bersih, kebijakan ini berpotensi menciptakan efek berganda terhadap industri dalam negeri.
“Kami memperkirakan ada sekitar 760 ribu lapangan kerja baru yang bisa tercipta dari pengembangan PLTS,” kata Eniya.
Pemanfaatan teknologi energi surya ke depan tidak hanya terbatas pada atap bangunan, tetapi juga akan diperluas ke berbagai sektor, termasuk fasilitas kesehatan, kawasan industri, hingga mendukung pengembangan kendaraan listrik.
Pemerintah menilai pengembangan PLTS menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendukung transisi energi nasional. Dengan deregulasi yang tengah disiapkan, energi surya diharapkan dapat menjadi salah satu tulang punggung penyediaan listrik di masa depan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar