Jumat, 11 Sep 2026
light_mode
Beranda » Kuliner » Roti Awet Hingga 6 Bulan, Masih Aman Dikonsumsikah?

Roti Awet Hingga 6 Bulan, Masih Aman Dikonsumsikah?

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Roti dengan masa simpan hingga enam bulan kerap menimbulkan pertanyaan di masyarakat: apakah masih aman dikonsumsi?

Produk roti awet biasanya melalui proses pengolahan, pengemasan, dan penambahan bahan tertentu untuk memperpanjang daya tahan.

Ahli Gizi sekaligus Ketua PD Asosiasi Dietisien Indonesia (Asdi) Jakarta Siti Dharma Azizah mengatakan, roti yang mengandung pengawet, dan legal alias diizinkan beredar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), seharusnya aman dikonsumsi oleh masyarakat.

“Tetapi harus dalam batas-batas yang memang sesuai ketentuan. Biasanya, ketentuan regulasinya tentu berbeda-beda, tergantung rotinya,” kata Siti dikutip dari Kompas, Jumat (20/2/2026).

Biasanya, kata Siti, roti dengan sedikit kadar pengawet, masa simpannya maksimal sampai lima hari. Lantas, bagaimana dengan roti yang masih awet tanpa jamur hingga enam bulan lamanya?

Siti memaparkan, lamanya masa simpan roti pada dasarnya tergantung beberapa faktor. Salah satunya yaitu kadar air yang ada pada roti. Semakin tinggi kadar air pada roti, maka masa simpannya akan semakin lama. Contoh roti yang cukup lama masa simpannya yaitu roti kering seperti bagelan.

“Yang jelas, biasanya produsen roti sudah memasukkan batas ambang aman kadaluarsanya. Jadi jangan sampai setelah lewat kadaluarsa, walaupun belum ada jamur, kita enggak boleh mengonsumsinya,” ujar Siti.

Begitu juga dengan roti tawar. Apabila satu bagian roti sudah berjamur, tetapi bagian lainnya masih tampak bersih dari jamur, sebaiknya roti tersebut tidak lagi dikonsumsi.

Lain halnya dengan roti buatan sendiri, alias roti homemade. Kata Siti, roti yang dibuat sendiri di rumah biasanya masa simpannya cenderung lebih singkat, yakni sekitar dua hingga tiga hari.

“Batas ambang untuk roti tentu berbagai macam, tergantung dari kadar air si roti tersebut,” katanya.

Bagaimana dengan roti yang awet hingga 6 bulan?

Menurut Siti, roti yang masa simpannya hingga 6 bulan perlu diperhatikan apakah penggunaan bahan pengawet pada adonan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BPOM.

Biasanya, sambung Siti, kadar pengawet roti yang aman dikonsumsi sekitar 1.000 sampai 3.000 miligram per kilogram bahan roti.

Bahkan di Kanada, lanjutnya, kadar pengawet yang dianjurkan yakni 1.000 miligram per kilogram bahan.

“Jadi tentunya memang walaupun aman, pengawetnya itu ber-BPOM, batas penggunaannya itu tetap harus diperhatikan, tidak boleh melebihi dari batas yang memang dianjurkan,” tutur Siti.

Kemudian, perlu dipastikan bahwa bahan pengawet yang dipakai pada adonan merupakan pengawet yang sudah legal oleh BPOM.

“Konsumen harus bijak melihat komposisi dari roti. Selama roti tersebut memang ada labelnya, ada label halalnya, kemudian diproduksi dengan produksi tertentu yang memang legal, tidak ada masalah,” ujar Siti.

Ia menyambung, selama roti yang dikonsumsi masih dalam batas ambang kadaluarsa, maka masih aman dikonsumsi.

“Roti itu tahan tergantung bagaimana pengawetnya, bagaimana kadar air roti tersebut, kemudian gula dan garam yang ditambahkan lebih banyak, kemasannya juga mungkin yang kedap udara,” tutur Siti.

Maka dari itu penting untuk teliti apakah roti yang dikonsumsi sudah berlabel BPOM dan Halal. Sebab, kata Siti, jika sudah melewati kedua proses penyaringan dua label tersebut, roti termasuk aman dikonsumsi, selama belum kadaluarsa.

“Kalau sudah (tersertifikasi) BPOM dan Halal, biasanya sudah melewati berbagai macam prosedur. Berarti ini kita masih bisa mempergunakan, selama di luar expired date-nya,” ujar Siti.

Siti juga mengingatkan masyarakat agar jangan membeli roti yang tidak punya kedua label tersebut. “Kalau sudah berlabel, itu biasanya sudah memenuhi kriteria pangan yang aman,” katanya.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kompas

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Asia Tergelincir Meski Wall Street Menguat, Saham Amazon dan Nvidia Jadi Pendorong Utama

    Pasar Asia Tergelincir Meski Wall Street Menguat, Saham Amazon dan Nvidia Jadi Pendorong Utama

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar saham di kawasan Asia dan Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Selasa (4/11/2025), meskipun bursa Amerika Serikat (AS) atau Wall Street mencatat reli kuat yang dipimpin oleh saham-saham teknologi besar seperti Amazon dan Nvidia. Dikutip dari CNBC, reli di Wall Street didorong oleh lonjakan saham Amazon sebesar 4 persen setelah perusahaan menandatangani kesepakatan […]

  • KOI Akan Bertemu IOC di Swiss Bahas Dampak Penolakan Visa Atlet Israel

    KOI Akan Bertemu IOC di Swiss Bahas Dampak Penolakan Visa Atlet Israel

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari memastikan akan bertemu langsung dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada 28 Oktober 2025 di Lausanne, Swiss, untuk membahas dampak penolakan visa atlet Israel yang sempat memicu sorotan global. Langkah diplomatik olahraga Indonesia memasuki babak penting. Setelah polemik penolakan visa atlet Israel mengguncang hubungan […]

  • PTPN IV PalmCo Dorong Ketahanan Pangan dengan Pola Tumpangsari di Aceh dan Jambi

    PTPN IV PalmCo Dorong Ketahanan Pangan dengan Pola Tumpangsari di Aceh dan Jambi

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, anak usaha PTPN III (Persero), mendorong ketahanan pangan nasional melalui program tumpangsari padi gogo di kebun sawit. Program Tanam Padi PTPN (TAMPAN) ini memanfaatkan lahan peremajaan sawit rakyat yang belum menghasilkan untuk menanam padi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Panen perdana telah dilakukan di […]

  • Listrik di Sumut dan Aceh Masih Terputus Akibat Banjir, Sumbar Mulai Pulih

    Listrik di Sumut dan Aceh Masih Terputus Akibat Banjir, Sumbar Mulai Pulih

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa sambungan listrik di Sumatera Barat (Sumbar) mulai pulih, sementara di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh masih terputus akibat bencana banjir dan longsor yang melanda kawasan tersebut. “Di Aceh masih terputus, di Sumatera Utara terputus, Sumatera Barat sudah terjadi pemulihan,” ujar Yuliot […]

  • Minyak Dunia Ambrol! Dari US1 Kini Terseret ke US

    Minyak Dunia Ambrol! Dari US$111 Kini Terseret ke US$92

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat pagi (29/5/2026), memperpanjang tren penurunan tajam yang terjadi sepanjang pekan ini. Tekanan jual semakin kuat, menandai perubahan arah signifikan di pasar energi global. Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.35 WIB, harga minyak jenis Brent sebagai acuan global berada di level US$92,74 per barel, turun dari […]

  • Harga Emas Naik Akibat Produksi Freeport Terganggu, Jadi Pendorong Inflasi Oktober 2025

    Harga Emas Naik Akibat Produksi Freeport Terganggu, Jadi Pendorong Inflasi Oktober 2025

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada Oktober 2025 mencapai 2,86% secara tahunan (year on year). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga emas perhiasan, yang menjadi penyumbang utama inflasi bulan tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, kenaikan harga emas terjadi karena gangguan produksi di tambang PT Freeport Indonesia (PTFI). Insiden […]

expand_less