Breaking News
light_mode
Beranda » Kuliner » Roti Awet Hingga 6 Bulan, Masih Aman Dikonsumsikah?

Roti Awet Hingga 6 Bulan, Masih Aman Dikonsumsikah?

  • account_circle -
  • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Roti dengan masa simpan hingga enam bulan kerap menimbulkan pertanyaan di masyarakat: apakah masih aman dikonsumsi?

Produk roti awet biasanya melalui proses pengolahan, pengemasan, dan penambahan bahan tertentu untuk memperpanjang daya tahan.

Ahli Gizi sekaligus Ketua PD Asosiasi Dietisien Indonesia (Asdi) Jakarta Siti Dharma Azizah mengatakan, roti yang mengandung pengawet, dan legal alias diizinkan beredar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), seharusnya aman dikonsumsi oleh masyarakat.

“Tetapi harus dalam batas-batas yang memang sesuai ketentuan. Biasanya, ketentuan regulasinya tentu berbeda-beda, tergantung rotinya,” kata Siti dikutip dari Kompas, Jumat (20/2/2026).

Biasanya, kata Siti, roti dengan sedikit kadar pengawet, masa simpannya maksimal sampai lima hari. Lantas, bagaimana dengan roti yang masih awet tanpa jamur hingga enam bulan lamanya?

Siti memaparkan, lamanya masa simpan roti pada dasarnya tergantung beberapa faktor. Salah satunya yaitu kadar air yang ada pada roti. Semakin tinggi kadar air pada roti, maka masa simpannya akan semakin lama. Contoh roti yang cukup lama masa simpannya yaitu roti kering seperti bagelan.

“Yang jelas, biasanya produsen roti sudah memasukkan batas ambang aman kadaluarsanya. Jadi jangan sampai setelah lewat kadaluarsa, walaupun belum ada jamur, kita enggak boleh mengonsumsinya,” ujar Siti.

Begitu juga dengan roti tawar. Apabila satu bagian roti sudah berjamur, tetapi bagian lainnya masih tampak bersih dari jamur, sebaiknya roti tersebut tidak lagi dikonsumsi.

Lain halnya dengan roti buatan sendiri, alias roti homemade. Kata Siti, roti yang dibuat sendiri di rumah biasanya masa simpannya cenderung lebih singkat, yakni sekitar dua hingga tiga hari.

“Batas ambang untuk roti tentu berbagai macam, tergantung dari kadar air si roti tersebut,” katanya.

Bagaimana dengan roti yang awet hingga 6 bulan?

Menurut Siti, roti yang masa simpannya hingga 6 bulan perlu diperhatikan apakah penggunaan bahan pengawet pada adonan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BPOM.

Biasanya, sambung Siti, kadar pengawet roti yang aman dikonsumsi sekitar 1.000 sampai 3.000 miligram per kilogram bahan roti.

Bahkan di Kanada, lanjutnya, kadar pengawet yang dianjurkan yakni 1.000 miligram per kilogram bahan.

“Jadi tentunya memang walaupun aman, pengawetnya itu ber-BPOM, batas penggunaannya itu tetap harus diperhatikan, tidak boleh melebihi dari batas yang memang dianjurkan,” tutur Siti.

Kemudian, perlu dipastikan bahwa bahan pengawet yang dipakai pada adonan merupakan pengawet yang sudah legal oleh BPOM.

“Konsumen harus bijak melihat komposisi dari roti. Selama roti tersebut memang ada labelnya, ada label halalnya, kemudian diproduksi dengan produksi tertentu yang memang legal, tidak ada masalah,” ujar Siti.

Ia menyambung, selama roti yang dikonsumsi masih dalam batas ambang kadaluarsa, maka masih aman dikonsumsi.

“Roti itu tahan tergantung bagaimana pengawetnya, bagaimana kadar air roti tersebut, kemudian gula dan garam yang ditambahkan lebih banyak, kemasannya juga mungkin yang kedap udara,” tutur Siti.

Maka dari itu penting untuk teliti apakah roti yang dikonsumsi sudah berlabel BPOM dan Halal. Sebab, kata Siti, jika sudah melewati kedua proses penyaringan dua label tersebut, roti termasuk aman dikonsumsi, selama belum kadaluarsa.

“Kalau sudah (tersertifikasi) BPOM dan Halal, biasanya sudah melewati berbagai macam prosedur. Berarti ini kita masih bisa mempergunakan, selama di luar expired date-nya,” ujar Siti.

Siti juga mengingatkan masyarakat agar jangan membeli roti yang tidak punya kedua label tersebut. “Kalau sudah berlabel, itu biasanya sudah memenuhi kriteria pangan yang aman,” katanya.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kompas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala BGN Minta Tambahan Anggaran Rp28,6 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis 2025

    Kepala BGN Minta Tambahan Anggaran Rp28,6 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis 2025

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan perlunya tambahan anggaran dan peningkatan produksi pangan untuk menjamin keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun 2025. Dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Dadan mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp28,63 triliun untuk menutup kekurangan dana dan memperluas jangkauan program. “Total kebutuhan tambahan yang kami ajukan […]

  • Pasar Jambi Memanas! Cabe Rawit Merah Melonjak Hingga Rp 65.000, Ayam Malah Turun Tajam

    Pasar Jambi Memanas! Cabe Rawit Merah Melonjak Hingga Rp 65.000, Ayam Malah Turun Tajam

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM Harga sejumlah bahan pokok atau sembako di beberapa pasar rakyat di Kota Jambi tercatat relatif stabil menjelang pertengahan Oktober 2025. Berdasarkan data resmi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, harga komoditas di Pasar Rakyat Talang Banjar, Pasar Angso Duo, dan Pasar Rakyat Kasang menunjukkan kondisi yang cukup terkendali, meski ada sedikit fluktuasi […]

  • Garuda Indonesia Berhemat, Pangkas Gaji Direksi Hingga Ketatkan Fasilitas Perjalanan

    Garuda Indonesia Berhemat, Pangkas Gaji Direksi Hingga Ketatkan Fasilitas Perjalanan

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan finansial yang dialami BUMN kenamaan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membuat manajemen mengambil sejumlah langkah efisiensi. Upaya efisiensi anggaran di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dimulai dari jajaran direksi. Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H Kairupan saat rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Senin (1/12/2025) membeberkan Garuda berencana […]

  • Gaikindo Tunggu Langkah Konkret Pemerintah

    Gaikindo Tunggu Langkah Konkret Pemerintah

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memberitahu bahwa tahun depan tidak ada insentif untuk mobil listrik. Meski demikian, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yakin pemerintah memiliki solusi terbaik. Alasan pemerintah tidak lagi memberikan insentif untuk mobil listrik adalah karena saat ini sudah banyak mobil listrik yang dirakit secara lokal. Selain itu, banyak juga mobil listrik yang harganya […]

  • Pinjaman Online untuk Biaya Pendidikan: Solusi Cepat Saat Mendesak

    Pinjaman Online untuk Biaya Pendidikan: Solusi Cepat Saat Mendesak

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Biaya pendidikan, mulai dari uang pangkal, biaya semester, hingga perlengkapan belajar, kerap menjadi tantangan finansial bagi keluarga muda. Ketika dana darurat belum mencukupi, pinjaman online muncul sebagai solusi cepat dan praktis. Layanan ini menawarkan beberapa keuntungan: Cepat dan Praktis – Proses pengajuan bisa dilakukan secara online dari rumah tanpa harus ke bank. Tanpa […]

  • Harga Kopi Dunia Melonjak: Dampak Tarif Trump dan Krisis Iklim di Brasil

    Harga Kopi Dunia Melonjak: Dampak Tarif Trump dan Krisis Iklim di Brasil

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kopi dunia kembali mencetak rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump serta dampak perubahan iklim yang melanda Brasil, produsen kopi terbesar dunia. Sejak Juli 2025, AS menerapkan tarif impor 50% terhadap kopi dari Brasil. Akibatnya, harga kopi bubuk […]

expand_less