Jumat, 11 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » China Pertimbangkan Batasi Ekspor Teknologi Panel Surya ke AS

China Pertimbangkan Batasi Ekspor Teknologi Panel Surya ke AS

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – China tengah mempertimbangkan pembatasan ekspor teknologi canggih untuk pembuatan panel surya ke Amerika Serikat. Kebijakan ini berpotensi memengaruhi investasi perusahaan AS serta memperdalam rivalitas teknologi kedua negara.

Mengutip laporan Reuters, pejabat China telah melakukan pembicaraan awal dengan sejumlah pemasok peralatan panel surya terkait kemungkinan pembatasan tersebut. Namun hingga kini, kebijakan itu masih dalam tahap diskusi dan belum menjadi aturan final.

China saat ini menguasai lebih dari 80% produksi komponen panel surya global dan menjadi rumah bagi sejumlah pemasok peralatan terbesar di dunia. Jika pembatasan diterapkan, perusahaan-perusahaan AS yang tengah mengembangkan produksi panel surya domestik berpotensi menghadapi hambatan signifikan.

Salah satu perusahaan yang terdampak adalah Tesla. Perusahaan milik Elon Musk tersebut diketahui tengah memperluas fasilitas produksi panel surya di AS.

Reuters sebelumnya melaporkan, Tesla berencana membeli peralatan panel surya senilai US$ 2,9 miliar dari pemasok China, termasuk Suzhou Maxwell Technologies, yang kini sedang mengurus izin ekspor dari otoritas China.

Rencana pembatasan ini juga mencerminkan meluasnya rivalitas teknologi antara China dan AS, yang sebelumnya telah mencakup pembatasan ekspor logam tanah jarang oleh Beijing sebagai respons atas kebijakan tarif Washington.

Selain Tesla, perusahaan teknologi besar seperti Google dan Amazon juga terus meningkatkan investasi di sektor energi surya dan penyimpanan energi, seiring meningkatnya kebutuhan listrik untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah HJT (heterojunction solar technology), yang dikenal memiliki efisiensi tinggi dalam menghasilkan energi dari sinar matahari. Peralatan produksi berbasis teknologi ini menjadi incaran perusahaan-perusahaan AS.

Di sisi lain, China mulai khawatir terhadap upaya perusahaan AS mengurangi ketergantungan terhadap teknologi surya dari negara tersebut. Ambisi Tesla untuk mencapai kapasitas produksi panel surya hingga 100 gigawatt di AS sebelum 2028 dinilai dapat menjadi ancaman serius bagi dominasi industri China.

Lembaga riset Trivium China menyebut, keberhasilan Tesla membangun kemandirian di sektor energi surya dapat menjadi “mimpi buruk” bagi produsen panel surya China.

Wacana pembatasan ekspor ini juga muncul menjelang rencana pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Beijing. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menjaga stabilitas hubungan dagang kedua negara di tengah meningkatnya tensi global.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendiri Binance Keluar Penjara, Kini Jadi Tulang Punggung Ekonomi Digital Asia

    Pendiri Binance Keluar Penjara, Kini Jadi Tulang Punggung Ekonomi Digital Asia

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pendiri bursa mata uang kripto terbesar di dunia, Binance, yakni Changpeng Zhao (CZ), kini kembali menjadi sorotan dunia. Setelah sempat mendekam di penjara selama empat bulan karena kasus pencucian uang, CZ kini justru tampil sebagai tokoh penting di industri aset digital Asia Tengah. CZ sebelumnya dijatuhi hukuman karena terbukti melanggar undang-undang anti pencucian […]

  • Swiss-Belhotel Jambi

    Keliling Dunia di Swiss-Belhotel Saat Pergantian Tahun, Sajikan 60 Menu

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menutup tahun 2025, Swiss-Belhotel Jambi kembali akan menghadirkan perayaan malam pergantian tahun bertema “Around The World”. Acara tematik ini dirancang untuk menciptakan pengalaman penuh kehangatan bagi seluruh keluarga. Perayaan ini akan berlangsung pada 31 Desember 2025, mulai pukul 19.00 di Swiss-Ballroom lantai 3. Venue acara didekorasi dengan menampailkan nuansa negara-negara di penjuru dunia. […]

  • Harga Sembako di Pasar Rakyat Kasang Jambi Masih Stabil

    Harga Sembako di Pasar Rakyat Kasang Jambi Masih Stabil

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Kasang, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada pembaruan terakhir Kamis (22/1/2026). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, tidak terdapat lonjakan maupun penurunan signifikan pada mayoritas komoditas pangan strategis. Komoditas beras berbagai merek seperti Beras Naruto, Anggur, Belido, King, OP Bulog, dan Tiga Kartu tercatat dijual […]

  • Terkoreksi Tajam, Harga Perak Jadi Rp45.750 per Gram

    Terkoreksi Tajam, Harga Perak Jadi Rp45.750 per Gram

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peluang emas bagi warga Jambi yang ingin mulai bisnis perak atau menambah koleksi perak. Logam mulia ini tengah menyusut cukup tajam sehingga harganya lebih murah dari sebelumnya. Mengutip dari laman Logam Mulia, Kamis (18/6/2026), harga perak Antam hari ini turun sebesar Rp1.100 ke level Rp45.750 per gram. Situasi ini dinilai menjadi momentum tepat […]

  • Sudirman Resmi Jadi Komisaris Utama Bank Jambi, Ini Pesan Gubernur Al Haris

    Sudirman Resmi Jadi Komisaris Utama Bank Jambi, Ini Pesan Gubernur Al Haris

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi, Al Haris, secara resmi melantik Sudirman sebagai Komisaris Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jambi untuk periode 2026–2030. Pelantikan berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (27/04/2026) pagi, dan dihadiri oleh Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jambi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), unsur Forkopimda, para kepala daerah atau perwakilannya, jajaran manajemen Bank […]

  • Danantara Pastikan Redenominasi Rupiah Tak Pengaruhi Investasi Nasional

    Danantara Pastikan Redenominasi Rupiah Tak Pengaruhi Investasi Nasional

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menilai rencana redenominasi rupiah tidak akan mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. Pihaknya mengatakan, pemerintah telah melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan tersebut. Dony mengatakan, kebijakan pemerintah selalu melalui proses pertimbangan yang matang dan bertujuan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dengan demikian, para pelaku usaha tidak perlu merasa […]

expand_less