Rabu, 15 Jul 2026
light_mode
Beranda » Kuliner » Sejarah Cakue, Roti Goreng Legendaris dari Tiongkok yang Kini Jadi Jajanan Favorit di Indonesia

Sejarah Cakue, Roti Goreng Legendaris dari Tiongkok yang Kini Jadi Jajanan Favorit di Indonesia

  • account_circle say say
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Siapa yang tidak kenal cakue? Jajanan berbentuk panjang yang renyah di luar dan lembut di dalam ini sudah puluhan tahun menjadi teman sarapan maupun camilan sore masyarakat Indonesia.

Mulai dari pedagang kaki lima hingga gerai modern, cakue tetap memiliki penggemarnya sendiri. Bahkan, kini banyak inovasi bermunculan dengan isian ayam, abon, keju, sosis hingga cokelat. Meski tampil lebih modern, sejarah panjang cakue ternyata berawal dari sebuah kisah legenda di

Cakue dikenal di Tiongkok dengan nama youtiao atau you tiao. Makanan ini diperkirakan sudah ada sejak masa Dinasti Song (960–1279 M) dan menjadi salah satu menu sarapan paling populer di negeri tersebut.

Menurut berbagai literatur sejarah kuliner Tiongkok, youtiao biasanya disantap bersama bubur nasi (congee), susu kedelai hangat, atau teh. Hingga kini, kebiasaan tersebut masih mudah ditemukan di berbagai kota di Tiongkok, Taiwan, Hong Kong, hingga Singapura.

Namun, di balik kelezatannya, youtiao ternyata menyimpan cerita sejarah yang cukup unik.

Salah satu kisah yang paling dikenal menyebutkan bahwa cakue lahir sebagai simbol kemarahan rakyat terhadap seorang pejabat korup bernama Qin Hui. Kala itu, Jenderal Yue Fei, seorang pahlawan Dinasti Song yang terkenal patriotik, dihukum mati setelah difitnah melakukan pengkhianatan. Banyak masyarakat percaya bahwa Qin Hui menjadi dalang di balik hukuman tersebut.

Sebagai bentuk protes, rakyat kemudian membuat dua potong adonan yang disatukan, melambangkan Qin Hui dan istrinya. Adonan itu kemudian digoreng dalam minyak panas sebagai simbol hukuman kepada pasangan tersebut.

Nama makanan itu konon berasal dari ungkapan “you zha gui”, yang berarti “menggoreng iblis”. Seiring waktu, penyebutannya berubah menjadi youtiao dan berkembang menjadi makanan yang lebih dikenal sebagai roti goreng panjang.

Meski kisah ini lebih banyak dianggap sebagai legenda rakyat daripada fakta sejarah yang pasti, cerita tersebut sangat populer dan terus diwariskan hingga sekarang.

Cakue mulai dikenal di Indonesia melalui para perantau Tionghoa yang datang ke Nusantara sejak ratusan tahun lalu.

Nama cakue sendiri berasal dari dialek Hokkien yang kemudian mengalami penyesuaian pelafalan di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, makanan ini tidak lagi hanya dikonsumsi masyarakat Tionghoa, tetapi menjadi bagian dari kuliner Nusantara.

Di berbagai daerah, cakue mengalami adaptasi sesuai selera lokal. Ada yang disajikan dengan saus sambal, saus kacang, saus cuko, mayones, hingga diisi daging ayam, ikan, atau udang.

Di Kota Jambi sendiri, cakue cukup mudah ditemukan di pasar tradisional, pusat jajanan malam, hingga gerai makanan modern. Sekilas membuat cakue tampak sederhana. Bahannya hanya terdiri dari tepung terigu, air, garam, ragi, dan sedikit bahan pengembang. Namun, menghasilkan cakue yang sempurna membutuhkan teknik yang tidak mudah.

Adonan harus diuleni hingga kalis, kemudian didiamkan beberapa jam agar mengembang. Setelah itu adonan dipotong memanjang, disatukan berpasangan, lalu digoreng dalam minyak panas sambil terus dibalik agar mengembang merata.

Hasil akhirnya adalah cakue dengan bagian luar berwarna keemasan dan renyah, sementara bagian dalam tetap berongga dan lembut.

Perkembangan dunia kuliner membuat cakue ikut berevolusi. Jika dahulu hanya berupa roti goreng polos, kini banyak pelaku usaha menghadirkan berbagai varian baru.

Mulai dari cakue isi ayam, daging sapi, abon, tuna, keju mozzarella, sosis, telur, hingga varian manis seperti cokelat dan matcha.

Bahkan beberapa kedai menjadikan cakue sebagai menu kekinian dengan tambahan saus keju, saus pedas Korea, hingga bumbu tabur berbagai rasa.

Meski tampil lebih modern, cita rasa khas cakue tetap dipertahankan sehingga mampu menarik minat berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Di era makanan viral dan tren kuliner yang terus berganti, cakue justru menunjukkan daya tahannya sebagai salah satu jajanan legendaris. Harga yang relatif terjangkau, rasa yang gurih, serta fleksibilitas penyajiannya membuat makanan ini tetap diminati masyarakat. Tidak sedikit pelaku UMKM yang menjadikan cakue sebagai peluang usaha karena modalnya relatif kecil tetapi memiliki pasar yang luas.

Lebih dari sekadar jajanan, cakue menjadi bukti bagaimana sebuah makanan dari budaya lain dapat beradaptasi dan menyatu dengan kekayaan kuliner Indonesia tanpa kehilangan identitas sejarahnya.

Tags
  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Sembako di Jambi 6 November 2025: Cabe Naik, Minyak dan Telur Turun

    Harga Sembako di Jambi 6 November 2025: Cabe Naik, Minyak dan Telur Turun

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di sejumlah pasar rakyat Kota Jambi terpantau relatif stabil, meski beberapa komoditas mengalami perubahan harga. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, pergerakan harga terbaru dicatat di Pasar Talang Banjar, Pasar Angso Duo, dan Pasar Rakyat Kasang. Di Pasar Talang Banjar, sebagian besar bahan pokok seperti beras, […]

  • Purbaya Yudhi Sadewa Lantik Robert Leonard Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu, Gantikan Heru Pambudi

    Purbaya Yudhi Sadewa Lantik Robert Leonard Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu, Gantikan Heru Pambudi

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi melantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Sekjen Kemenkeu), Jumat (27/3/2026). Robert menggantikan Heru Pambudi yang telah menjabat selama sekitar lima tahun sejak 2021. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24/TPA/2026 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 16 Maret 2026. Dalam prosesi pelantikan di […]

  • Operasi SAR Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Selesai, Basarnas: Seluruh Korban Berhasil Dievakuasi

    Operasi SAR Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Selesai, Basarnas: Seluruh Korban Berhasil Dievakuasi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur dinyatakan selesai pada Selasa pagi, 28 April 2026. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Muhammad Syafii, mengatakan seluruh korban telah berhasil dievakuasi setelah proses penyelamatan berlangsung sekitar 10 jam sejak insiden […]

  • Tak Lekang Zaman! Kelezatan Kue Tradisional Jambi Ini Terus Diburu

    Tak Lekang Zaman! Kelezatan Kue Tradisional Jambi Ini Terus Diburu

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Provinsi Jambi tidak hanya dikenal dengan kekayaan budaya dan kuliner khasnya, tetapi juga memiliki beragam kue tradisional yang hingga kini masih menjadi favorit masyarakat. Di tengah gempuran makanan modern, sejumlah kue warisan leluhur tetap eksis karena cita rasanya yang khas dan memiliki nilai budaya yang kuat. Salah satu yang paling populer adalah Kue […]

  • IHSG Anjlok 3,06% ke Level 7.152 Sesi I, Saham DSSA, BBTN, dan AMMN Jadi Top Losers LQ45

    IHSG Anjlok 3,06% ke Level 7.152 Sesi I, Saham DSSA, BBTN, dan AMMN Jadi Top Losers LQ45

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan sesi I Jumat (24/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG tercatat anjlok 3,06% ke level 7.152,85 pada perdagangan siang ini. Pelemahan terjadi secara merata di seluruh sektor, mencerminkan tekanan besar di pasar saham domestik. Sektor infrastruktur memimpin penurunan dengan koreksi 4,09%, disusul sektor […]

  • Sempat Galau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.064

    Sempat Galau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.064

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (16/10/2025). Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG dibuka pada level 8.064,67. IHSG lalu bergerak pada rentang 8.030-8.072 sesaat setelah pembukaan. Sebanyak 864,74 juta saham diperdagangkan, dengan nilai Rp947,68 miliar. Sejumlah 240 saham menguat, 164 saham melemah, dan 201 saham stagnan. […]

expand_less