Jumat, 11 Sep 2026
light_mode
Beranda » Kuliner » Sejarah Cakue, Roti Goreng Legendaris dari Tiongkok yang Kini Jadi Jajanan Favorit di Indonesia

Sejarah Cakue, Roti Goreng Legendaris dari Tiongkok yang Kini Jadi Jajanan Favorit di Indonesia

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Siapa yang tidak kenal cakue? Jajanan berbentuk panjang yang renyah di luar dan lembut di dalam ini sudah puluhan tahun menjadi teman sarapan maupun camilan sore masyarakat Indonesia.

Mulai dari pedagang kaki lima hingga gerai modern, cakue tetap memiliki penggemarnya sendiri. Bahkan, kini banyak inovasi bermunculan dengan isian ayam, abon, keju, sosis hingga cokelat. Meski tampil lebih modern, sejarah panjang cakue ternyata berawal dari sebuah kisah legenda di

Cakue dikenal di Tiongkok dengan nama youtiao atau you tiao. Makanan ini diperkirakan sudah ada sejak masa Dinasti Song (960–1279 M) dan menjadi salah satu menu sarapan paling populer di negeri tersebut.

Menurut berbagai literatur sejarah kuliner Tiongkok, youtiao biasanya disantap bersama bubur nasi (congee), susu kedelai hangat, atau teh. Hingga kini, kebiasaan tersebut masih mudah ditemukan di berbagai kota di Tiongkok, Taiwan, Hong Kong, hingga Singapura.

Namun, di balik kelezatannya, youtiao ternyata menyimpan cerita sejarah yang cukup unik.

Salah satu kisah yang paling dikenal menyebutkan bahwa cakue lahir sebagai simbol kemarahan rakyat terhadap seorang pejabat korup bernama Qin Hui. Kala itu, Jenderal Yue Fei, seorang pahlawan Dinasti Song yang terkenal patriotik, dihukum mati setelah difitnah melakukan pengkhianatan. Banyak masyarakat percaya bahwa Qin Hui menjadi dalang di balik hukuman tersebut.

Sebagai bentuk protes, rakyat kemudian membuat dua potong adonan yang disatukan, melambangkan Qin Hui dan istrinya. Adonan itu kemudian digoreng dalam minyak panas sebagai simbol hukuman kepada pasangan tersebut.

Nama makanan itu konon berasal dari ungkapan “you zha gui”, yang berarti “menggoreng iblis”. Seiring waktu, penyebutannya berubah menjadi youtiao dan berkembang menjadi makanan yang lebih dikenal sebagai roti goreng panjang.

Meski kisah ini lebih banyak dianggap sebagai legenda rakyat daripada fakta sejarah yang pasti, cerita tersebut sangat populer dan terus diwariskan hingga sekarang.

Cakue mulai dikenal di Indonesia melalui para perantau Tionghoa yang datang ke Nusantara sejak ratusan tahun lalu.

Nama cakue sendiri berasal dari dialek Hokkien yang kemudian mengalami penyesuaian pelafalan di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, makanan ini tidak lagi hanya dikonsumsi masyarakat Tionghoa, tetapi menjadi bagian dari kuliner Nusantara.

Di berbagai daerah, cakue mengalami adaptasi sesuai selera lokal. Ada yang disajikan dengan saus sambal, saus kacang, saus cuko, mayones, hingga diisi daging ayam, ikan, atau udang.

Di Kota Jambi sendiri, cakue cukup mudah ditemukan di pasar tradisional, pusat jajanan malam, hingga gerai makanan modern. Sekilas membuat cakue tampak sederhana. Bahannya hanya terdiri dari tepung terigu, air, garam, ragi, dan sedikit bahan pengembang. Namun, menghasilkan cakue yang sempurna membutuhkan teknik yang tidak mudah.

Adonan harus diuleni hingga kalis, kemudian didiamkan beberapa jam agar mengembang. Setelah itu adonan dipotong memanjang, disatukan berpasangan, lalu digoreng dalam minyak panas sambil terus dibalik agar mengembang merata.

Hasil akhirnya adalah cakue dengan bagian luar berwarna keemasan dan renyah, sementara bagian dalam tetap berongga dan lembut.

Perkembangan dunia kuliner membuat cakue ikut berevolusi. Jika dahulu hanya berupa roti goreng polos, kini banyak pelaku usaha menghadirkan berbagai varian baru.

Mulai dari cakue isi ayam, daging sapi, abon, tuna, keju mozzarella, sosis, telur, hingga varian manis seperti cokelat dan matcha.

Bahkan beberapa kedai menjadikan cakue sebagai menu kekinian dengan tambahan saus keju, saus pedas Korea, hingga bumbu tabur berbagai rasa.

Meski tampil lebih modern, cita rasa khas cakue tetap dipertahankan sehingga mampu menarik minat berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Di era makanan viral dan tren kuliner yang terus berganti, cakue justru menunjukkan daya tahannya sebagai salah satu jajanan legendaris. Harga yang relatif terjangkau, rasa yang gurih, serta fleksibilitas penyajiannya membuat makanan ini tetap diminati masyarakat. Tidak sedikit pelaku UMKM yang menjadikan cakue sebagai peluang usaha karena modalnya relatif kecil tetapi memiliki pasar yang luas.

Lebih dari sekadar jajanan, cakue menjadi bukti bagaimana sebuah makanan dari budaya lain dapat beradaptasi dan menyatu dengan kekayaan kuliner Indonesia tanpa kehilangan identitas sejarahnya.

Tags
  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas UBS-Galeri24 di Pegadaian Kompak Melonjak

    Harga Emas UBS-Galeri24 di Pegadaian Kompak Melonjak

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Galeri24 dan UBS yang ditawarkan di Pegadaian hari ini melonjak di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi global. Berdasarkan data terbaru, Rabu (11/3/2026), emas Galeri 24 dijual dengan harga Rp3.083.000 per gram. Sementara itu, emas UBS dibanderol sebesar Rp3.106.000 per gram. Harga tersebut naik dari angka yang tertera di […]

  • Saatnya Berburu Emas! UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun

    Saatnya Berburu Emas! UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Momentum emas murah akhirnya datang. Warga Jambi kini punya peluang untuk menambah koleksi logam mulia di tengah harga emas yang sedang bersahabat. Pada perdagangan Kamis (4/6/2026) ini harga emas batangan di Pegadaian bergerak bervariasi dan kecenderungan melemah. Penurunan terjadi pada emas produksi UBS dan Galeri24. Harga emas UBS tercatat turun menjadi Rp2.824.000 per […]

  • Tak Kompak! Harga Emas Antam Turun, Galeri24 dan UBS Stabil

    Tak Kompak! Harga Emas Antam Turun, Galeri24 dan UBS Stabil

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga emas di Pegadaian terpantau bervariasi pada perdagangan Senin (29/6/2026). Dari tiga produk emas utama, hanya emas Antam yang mengalami penurunan harga. Sementara Galeri24 dan UBS masih bertahan di level yang sama perdagangan sebelumnya. Mengutip laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 tetap berada di Rp2.627.000 per gram. Begitu pula emas UBS […]

  • Prabowo Hapus Kredit Macet Rp2,4 Triliun, 67 Ribu UMKM Dapat Nafas Baru

    Prabowo Hapus Kredit Macet Rp2,4 Triliun, 67 Ribu UMKM Dapat Nafas Baru

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menandai tahun pertama kepemimpinannya dengan langkah besar di sektor keuangan rakyat: penghapusan kredit macet senilai Rp2,4 triliun untuk 67.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Kebijakan yang diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2024 ini mencakup sektor pertanian, […]

  • Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp 2,95 Juta per Gram

    Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp 2,95 Juta per Gram

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (10/2/2026). Kenaikan harga ini memperpanjang reli emas domestik yang terjadi sejak awal pekan. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia Antam, harga emas batangan ukuran 1 gram dibanderol sebesar Rp 2.954.000 per gram, naik Rp 14.000 dibandingkan harga […]

  • DIPA APBN 2026 Belum Diserahkan, Kemenkeu Pastikan Anggaran Tetap Berjalan

    DIPA APBN 2026 Belum Diserahkan, Kemenkeu Pastikan Anggaran Tetap Berjalan

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN 2026 kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah hingga kini belum dilaksanakan. Meski demikian, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap berjalan tanpa hambatan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut hanya menyangkut agenda seremoni penyerahan DIPA dan tidak […]

expand_less