Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Internasional » IMF Peringatkan: Utang Dunia Siap Menembus 100% PDB Global, Sinyal Bahaya bagi Ekonomi dan Pasar Keuangan

IMF Peringatkan: Utang Dunia Siap Menembus 100% PDB Global, Sinyal Bahaya bagi Ekonomi dan Pasar Keuangan

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Dunia menghadapi ancaman baru di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan total utang pemerintah dunia akan mencapai 100 persen dari produk domestik bruto (PDB) global pada 2029, level tertinggi sejak Perang Dunia II.

Kenaikan tajam ini mencerminkan beban fiskal yang kian berat setelah pandemi COVID-19. Selama krisis, banyak negara menambah pinjaman besar-besaran untuk menjaga perekonomian tetap bertahan. Kini, konsekuensinya mulai terasa — biaya bunga membengkak, ruang fiskal menyempit, dan risiko gagal bayar meningkat.

Dampak Langsung ke Pertumbuhan dan Dunia Bisnis

Dalam laporan Fiscal Monitor terbarunya, IMF menilai peningkatan utang yang terlalu cepat dapat menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan menciptakan ketidakstabilan di pasar keuangan global.

IMF menekankan perlunya negara-negara untuk mengalihkan anggaran ke sektor produktif seperti infrastruktur, pendidikan, dan inovasi teknologi, agar pinjaman yang diambil dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian.

“Mengelola utang bukan sekadar menekan defisit, tapi memastikan setiap pengeluaran publik mampu menciptakan nilai tambah ekonomi,” tulis IMF dalam laporannya yang dikutip dari The Guardian, Kamis (16/10/2025).

Negara Berkembang Paling Tertekan

IMF menyoroti bahwa negara berkembang dan berpendapatan rendah kini menghadapi risiko fiskal paling besar. Meski rasio utang terhadap PDB mereka lebih kecil dibandingkan negara maju, kapasitas fiskal dan kemampuan bayar jauh lebih terbatas.

Kenaikan suku bunga global menambah beban, karena sebagian besar utang mereka berdenominasi dolar AS. Kondisi ini membuat biaya pinjaman meningkat dan ruang fiskal untuk pembangunan semakin sempit.

“Banyak negara berpendapatan rendah kini berhadapan dengan tekanan fiskal yang berat, bahkan sebelum rasio utang mereka melonjak,” sebut IMF.

Sinyal ke Investor dan Dunia Usaha

Tingginya utang global memberi sinyal perubahan arah kebijakan ekonomi dunia. Setelah satu dekade berada di era stimulus, kini banyak negara mulai memasuki fase konsolidasi fiskal.

Bagi pelaku pasar dan dunia usaha, kondisi ini menjadi peringatan penting. Suku bunga yang tinggi dan kebijakan fiskal ketat berpotensi menekan ekspansi bisnis, menghambat pembiayaan investasi, dan memicu volatilitas di pasar obligasi.

Pertumbuhan Global Masih Lemah

IMF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan mencapai 3,2 persen pada 2024, mencerminkan pemulihan yang belum merata di berbagai negara.

Laporan Fiscal Monitor ini dirilis bersamaan dengan Pertemuan Tahunan IMF–Bank Dunia di Washington, di mana para pemimpin keuangan dunia membahas tantangan utama ekonomi global: utang, inflasi, dan perlambatan investasi.

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fabio Quartararo Kirim Sinyal Keras ke Yamaha di Tengah Rayuan Honda

    Fabio Quartararo Kirim Sinyal Keras ke Yamaha di Tengah Rayuan Honda

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa transfer pembalap MotoGP untuk musim 2027 mulai memanas jauh sebelum musim benar-benar berjalan. Nama Fabio Quartararo mendadak menjadi pusat perhatian setelah muncul kabar bahwa Honda diam-diam membuka jalur komunikasi dengan juara dunia MotoGP 2021 tersebut. Isu yang beredar bahkan menyebut Quartararo disodori kontrak bernilai fantastis, mencapai 15 juta euro per musim. Namun, […]

  • Insentif Stunting Daerah Turun Drastis Usai Dipangkas Menkeu Purbaya

    Insentif Stunting Daerah Turun Drastis Usai Dipangkas Menkeu Purbaya

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memangkas alokasi dana insentif fiskal untuk daerah berprestasi dalam penurunan stunting. Jika pada tahun 2024 anggaran yang disiapkan mencapai Rp 775 miliar, pada tahun 2025 turun drastis menjadi hanya Rp 300 miliar. Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 330 Tahun 2025, yang diteken Purbaya pada […]

  • Viral LCC MPR RI 2026, Jawaban Sama Dinilai Berbeda, Juri Disorot Publik

    Viral LCC MPR RI 2026, Jawaban Sama Dinilai Berbeda, Juri Disorot Publik

    • calendar_month 21 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Video final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar yang diselenggarakan MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi viral di media sosial. Kontroversi muncul setelah dewan juri dinilai tidak konsisten dalam memberikan penilaian terhadap jawaban peserta. Peristiwa itu terjadi saat sesi tanya jawab rebutan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Regu C […]

  • Jenderal Kepercayaan Xi Jinping Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir China ke AS, Militer Diguncang Skandal Besar

    Jenderal Kepercayaan Xi Jinping Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir China ke AS, Militer Diguncang Skandal Besar

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jajaran tertinggi militer China tengah diguncang skandal spionase dan korupsi berskala besar. Seorang jenderal senior yang dikenal sebagai orang kepercayaan Presiden Xi Jinping, Jenderal Zhang Youxia (75), diduga membocorkan informasi rahasia program senjata nuklir China kepada Amerika Serikat. Laporan yang dirilis Wall Street Journal menyebutkan, dugaan kebocoran tersebut mencakup data teknis inti persenjataan […]

  • Laba BTN Melesat 21,25% per November 2025

    Laba BTN Melesat 21,25% per November 2025

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 2,91 triliun hingga akhir November 2025, melesat 21,25% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 2,4 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit dan strategi pendanaan yang lebih efisien. Adapun, penyaluran kredit bank bersandi saham BBTN ini sebesar Rp 386,47 triliun […]

  • Bersinar di Bundesliga, Yan Diomande Incaran Utama MU

    Bersinar di Bundesliga, Yan Diomande Incaran Utama MU

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Manchester United mendapat kabar baik dalam usaha merekrut bintang 19 tahun dari RB Leipzig, Yan Diomande. Salah satu pesaing terberat MU memutuskan untuk mundur dan tidak lagi mengejar Diomande. Diomande menjadi salah satu bintang muda paling bersinar di Bundesliga. Dia mampu menjalankan peran sebagai pengganti Xavi Simons yang cabut ke Tottenham Hotspur dengan […]

expand_less