Rabu, 1 Jul 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga BBM April 2026 Berpotensi Naik

Harga BBM April 2026 Berpotensi Naik

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ancaman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada April 2026 semakin menguat seiring lonjakan harga minyak global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa pemerintah dan Pertamina akan melakukan penyesuaian harga, terutama untuk BBM nonsubsidi dalam waktu dekat.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, memperkirakan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex berpotensi naik sekitar Rp1.500 hingga Rp2.000 per liter.

Menurutnya, kenaikan ini mengikuti harga keekonomian yang terdorong oleh lonjakan harga minyak dunia yang kini menembus sekitar US$115 per barel.

“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi hampir tidak terhindarkan, namun kenaikan terlalu tinggi perlu dihindari karena berisiko memicu inflasi,” ujarnya.

Selain itu, kenaikan harga yang terlalu besar juga dikhawatirkan akan mendorong masyarakat beralih ke BBM subsidi seperti Pertalite dan solar, yang berpotensi memicu kelangkaan dan penimbunan.

Senada, pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi menilai peluang kenaikan BBM, termasuk subsidi, semakin terbuka jika tren pelemahan rupiah terus berlanjut.

Nilai tukar rupiah saat ini mendekati Rp17.000 per dolar AS, yang memperbesar beban impor energi dan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kalau harga minyak naik dan rupiah melemah, pemerintah hampir pasti harus menaikkan harga BBM, termasuk subsidi seperti Pertalite,” kata Ibrahim.

Ia memperkirakan harga BBM subsidi bisa mengalami kenaikan terbatas, misalnya dari Rp10.000 menjadi sekitar Rp10.500 per liter. Meski terlihat kecil, dampaknya dinilai signifikan terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

Tekanan terhadap harga energi juga dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang berdampak pada terganggunya pasokan global, termasuk di jalur strategis Selat Hormuz.

Di sisi lain, pemerintah menghadapi dilema antara menjaga stabilitas harga demi melindungi masyarakat atau menyesuaikan harga untuk menghindari pembengkakan subsidi energi.

Hingga akhir Maret 2026, harga BBM di Indonesia masih belum mengalami perubahan. Pertalite bertahan di Rp10.000 per liter, solar subsidi Rp6.800 per liter, dan Pertamax di kisaran Rp12.300 per liter.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merger 7 BUMN Karya Mundur ke 2026, Danantara Beberkan Masalah Keuangan yang Belum Tuntas

    Merger 7 BUMN Karya Mundur ke 2026, Danantara Beberkan Masalah Keuangan yang Belum Tuntas

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana merger tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya dipastikan batal rampung pada 2025. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan penggabungan perusahaan tersebut bergeser ke kuartal I 2026. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa penundaan ini terjadi karena masih banyak persoalan keuangan yang harus dibereskan sebelum penggabungan […]

  • Sebentar Lagi Bayar Transportasi di Korsel Bisa Pakai Kartu Kredit

    Sebentar Lagi Bayar Transportasi di Korsel Bisa Pakai Kartu Kredit

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Korea Selatan mulai meninjau sistem yang memungkinkan wisatawan asing menggunakan bus dan kereta bawah tanah di negara itu dengan kartu kredit yang diterbitkan di luar negeri. Kementerian Pertanahan dan Transportasi baru-baru ini meluncurkan penawaran untuk menugaskan studi tentang pengenalan sistem pembayaran transportasi umum sistem terbuka, yang akan dimulai bulan ini dan berlangsung […]

  • Tarif Listrik per kWh Terbaru Pelanggan PLN

    Tarif Listrik per kWh Terbaru Pelanggan PLN

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa penetapan tarif listrik mengikuti Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tariff Adjustment. Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan berdasarkan kurs, inflasi, ICP (Indonesian Crude Price), dan Harga Batu Bara Acuan (HBA). “Secara hitungan, tarif listrik Triwulan IV 2025 semestinya naik. Namun untuk […]

  • Prabowo–Jepang Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi Rp 401 Triliun, Fokus Hilirisasi dan Energi Bersih

    Prabowo–Jepang Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi Rp 401 Triliun, Fokus Hilirisasi dan Energi Bersih

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sepakat memperkuat kerja sama ekonomi strategis antara Indonesia dan Jepang. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral di Istana Akasaka, Tokyo, Selasa (31/3/2026), dengan dukungan komitmen investasi yang mencapai sekitar Rp 401,71 triliun. Dalam pertemuan itu, kedua negara menegaskan fokus kerja sama pada sektor bernilai […]

  • Rupiah Melemah Pagi Ini, Sentuh Rp16.700 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Pagi Ini, Sentuh Rp16.700 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pagi ini, Selasa (11/11/2025). Rupiah dibuka melemah 46 poin atau 0,28 persen menjadi Rp16.700 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.654 per dolar AS. Rupiah melemah bersama sejumlah mata uang Asia lainnya. Sementara indeks dolar AS menguat 0,10 persen ke 99,68. Yen Jepang […]

  • Rupiah Lanjutkan Penguatan Pagi Ini, Jadi Rp 16.674 per Dolar AS

    Rupiah Lanjutkan Penguatan Pagi Ini, Jadi Rp 16.674 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah melanjutkan tren penguatannya. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, Senin (10/11/2025), nilai tukar rupiah menguat sebesar 16 poin atau 0,10 persen menjadi Rp16.674 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.690 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS bertahan stabil pada perdagangan awal Asia setelah serangkaian data ekonomi yang lemah memicu kekhawatiran pertumbuhan […]

expand_less