Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Militan Houthi Ikut Perang, Harga Minyak Global Melonjak

Militan Houthi Ikut Perang, Harga Minyak Global Melonjak

  • account_circle -
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM — Harga minyak dunia menguat setelah militan Houthi yang didukung Iran ikut terlibat dalam perang Timur Tengah. Keterlibatan Houthi tersebut memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (30/3/2026) dilansir Bisnis, harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Mei naik 3,2% menjadi US$116,12 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei menguat 3,3% menjadi US$102,92 per barel.

Harga minyak jenis Brent bahkan sempat melonjak hingga 3,7% menjadi US$116,75 per barel setelah kelompok Houthi menembakkan rudal ke Israel pada akhir pekan.

Kelompok tersebut menyatakan akan terus melakukan operasi hingga serangan terhadap Iran dan kelompok militan proksinya dihentikan. Adapun, WTI sempat melampaui level US$100 per barel.

Amerika Serikat telah memerintahkan pengerahan ribuan pasukan tambahan ke kawasan, memicu kekhawatiran potensi invasi darat yang berisiko tinggi.

Dalam wawancara dengan Financial Times, Presiden AS Donald Trump mengatakan ingin mengambil minyak Iran. Trump juga membuka kemungkinan merebut pusat ekspor minyak di Pulau Kharg, langkah yang berpotensi memicu pembalasan besar dari Teheran. Awal bulan ini, AS juga menyerang fasilitas militer di pulau tersebut.

Harga minyak Brent telah melonjak sekitar 60% sepanjang Maret setelah perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran mengguncang pasar global serta memicu kekhawatiran lonjakan inflasi bersamaan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Konflik kini memasuki pekan kelima dan belum menunjukkan tanda mereda, meskipun Washington mendorong upaya diplomasi pekan lalu dan perundingan damai digelar di Pakistan pada akhir pekan.

Pada Minggu, Trump mengatakan kepada wartawan di pesawat Air Force One bahwa Iran telah memenuhi sebagian besar dari 15 tuntutan yang diajukan Washington kepada Teheran untuk mengakhiri perang, tanpa merinci konsesi yang diberikan.

Sebelumnya, Iran secara terbuka menolak rencana tersebut dan mengajukan syarat tandingan, termasuk mempertahankan kedaulatan atas Selat Hormuz. Iran saat ini membatasi hampir seluruh lalu lintas kapal yang melewati jalur perairan strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global tersebut.

Teheran juga berupaya memformalkan kendalinya atas jalur itu dengan melarang sebagian besar kapal melintas, meskipun masih mengizinkan beberapa kapal lewat, termasuk dari Pakistan, Thailand, dan Malaysia.

Pekan lalu, Trump mengatakan dalam rapat kabinet bahwa Iran mengizinkan 10 kapal pengangkut minyak melintasi Selat Hormuz sebagai bentuk itikad baik. Kepada Financial Times, dia menyebut jumlah tersebut telah meningkat dua kali lipat.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyatakan melalui platform X bahwa Teheran menyetujui tambahan 20 kapal Pakistan untuk melintas di selat tersebut.

Keterlibatan Houthi juga menambah risiko baru bagi pasar minyak. Kelompok itu sebelumnya secara efektif menutup jalur pelayaran di Laut Merah bagi sebagian besar kapal Barat setelah perang Gaza pada 2023, sehingga memaksa kapal mengalihkan rute pelayaran.

Ancaman terhadap pengiriman minyak dari pelabuhan Yanbu di Arab Saudi berpotensi semakin menekan pasokan global. Mukesh Sahdev, CEO XAnalysts Pty, mengatakan ancaman Houthi terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi dan ekspor melalui Laut Merah dapat menghapus jalur alternatif yang selama ini membantu mengurangi dampak penutupan Selat Hormuz. Meskipun kelompok tersebut belum secara eksplisit menyatakan akan menargetkan kapal yang melintas di Laut Merah bagian selatan dan Selat Bab el-Mandeb, mereka dinilai memiliki kemampuan untuk melakukannya.

Pelabuhan Yanbu di Arab Saudi, yang kini digunakan untuk sebagian ekspor minyak setelah Selat Hormuz praktis tertutup akibat perang, juga berada dalam jangkauan rudal Houthi. Haris Khurshid, kepala investasi Karobaar Capital LP di Chicago, mengatakan keterlibatan Houthi menambah risiko kenaikan harga terutama melalui gangguan pelayaran dan rute Laut Merah.

Namun, menurutnya dampak tersebut lebih berupa volatilitas pasar ketimbang guncangan pasokan yang signifikan, kecuali jika konflik meluas ke infrastruktur energi utama di Teluk atau mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz. Sejumlah bank juga berupaya memproyeksikan dampak perang terhadap harga minyak. Macquarie Group Ltd. pekan lalu memperkirakan harga minyak berpotensi mencapai US$200 per barel apabila konflik berlanjut hingga Juni dan Selat Hormuz tetap tertutup, skenario yang mereka nilai memiliki peluang sekitar 40%.(*)

 

  • Penulis: -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Antam Hari Ini Rp 2.287.000 per Gram: Naik Dratis!

    Harga Emas Antam Hari Ini Rp 2.287.000 per Gram: Naik Dratis!

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik dratis hari ini, Kamis (6/11/2025), Mengutip situs Logam Mulia, harga emas Antam melonjak Rp 27.000 menjadi Rp 2.287.000 per gram. Sementara itu, harga emas Antam termurah dibanderol Rp 1.193.500 dengan ukuran 0,5 gram. Sedangkan yang termahal mencapai Rp 2.227.600.000 dengan bobot 1.000 gram. Kenaikan […]

  • Begini Cara Thailand Dongkrak Jumlah Wisatawan China

    Begini Cara Thailand Dongkrak Jumlah Wisatawan China

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Thailand memberikan perhatian besar terhadap wisatawan China. Bahkan Thailand telah meluncurkan serangkaian langkah keselamatan yang dirancang khusus untuk mereka. Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand Wanida Phansad kepada Xinhua dikutip dari Antara baru-baru ini. Dalam sebuah rapat gabungan di Bangkok yang membahas tentang menjamin keselamatan wisatawan China, […]

  • Harga Sawit Jambi Naik Lagi, Rp 3.444,05 per Kilogram TBS

    Harga Sawit Jambi Naik Lagi, Rp 3.444,05 per Kilogram TBS

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Provinsi Jambi kembali naik. Kali ini untuk umur tanam 10-20 tahun kenaikannya memang tipis, Rp 9,80 per kilogram TBS dari periode sebelumnya. Adapun harga kelapa sawit untuk umur tanam 10-20 tahun kali ini adalah Rp 3.444,05 per kilogram. Harga kelapa sawit Provinsi Jambi untuk periode 12-18 […]

  • Tambang batubara

    Harga Tiga Kategori Batubara Naik Tipis di Periode Kedua November

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga batubara acuan (HBA) periode kedua November 2025 mengalami kenaikan di tiga kategori. Penurunan hanya terjadi pada kategori batubara dengan kandungan kalori 6.322 GAR. Seperti diketahui, ada empat kelompok batubara berdasarkan kandungan kalori. Mengutip data terbaru yang dirilis Kementerian ESDM, Kamis (15/11), HBA kandungan 6.322 kalori turun USD 1,72 per ton dibanding harga […]

  • Harga BBM Resmi Naik Hari Ini 1 Desember 2025, Pertamax Cs Melonjak di Semua SPBU

    Harga BBM Resmi Naik Hari Ini 1 Desember 2025, Pertamax Cs Melonjak di Semua SPBU

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di seluruh SPBU Indonesia resmi naik per 1 Desember 2025. Kenaikan dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga serta SPBU swasta seperti BP-AKR, Shell, hingga Vivo. Untuk wilayah DKI Jakarta, Pertamax (RON 92) kini naik menjadi Rp 12.750 per liter dari sebelumnya Rp 12.200 per liter. Pertamax […]

  • Viral Bandara Morowali Diisukan Ilegal, Ternyata Ada Dua Bandara Berstatus Resmi di Sana

    Viral Bandara Morowali Diisukan Ilegal, Ternyata Ada Dua Bandara Berstatus Resmi di Sana

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bandara Morowali, Sulawesi Tengah tengah menjadi pusat perhatian publik setelah ramai dibahas di media sosial. Sebuah unggahan menuduh bandara yang dikelola perusahaan swasta, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), berstatus ilegal namun pernah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Narasi ini lalu memicu kebingungan soal legalitas dan identitas bandara yang dimaksud. Akun @TheEagle_xxx […]

expand_less