Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Militan Houthi Ikut Perang, Harga Minyak Global Melonjak

Militan Houthi Ikut Perang, Harga Minyak Global Melonjak

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM — Harga minyak dunia menguat setelah militan Houthi yang didukung Iran ikut terlibat dalam perang Timur Tengah. Keterlibatan Houthi tersebut memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (30/3/2026) dilansir Bisnis, harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Mei naik 3,2% menjadi US$116,12 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei menguat 3,3% menjadi US$102,92 per barel.

Harga minyak jenis Brent bahkan sempat melonjak hingga 3,7% menjadi US$116,75 per barel setelah kelompok Houthi menembakkan rudal ke Israel pada akhir pekan.

Kelompok tersebut menyatakan akan terus melakukan operasi hingga serangan terhadap Iran dan kelompok militan proksinya dihentikan. Adapun, WTI sempat melampaui level US$100 per barel.

Amerika Serikat telah memerintahkan pengerahan ribuan pasukan tambahan ke kawasan, memicu kekhawatiran potensi invasi darat yang berisiko tinggi.

Dalam wawancara dengan Financial Times, Presiden AS Donald Trump mengatakan ingin mengambil minyak Iran. Trump juga membuka kemungkinan merebut pusat ekspor minyak di Pulau Kharg, langkah yang berpotensi memicu pembalasan besar dari Teheran. Awal bulan ini, AS juga menyerang fasilitas militer di pulau tersebut.

Harga minyak Brent telah melonjak sekitar 60% sepanjang Maret setelah perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran mengguncang pasar global serta memicu kekhawatiran lonjakan inflasi bersamaan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Konflik kini memasuki pekan kelima dan belum menunjukkan tanda mereda, meskipun Washington mendorong upaya diplomasi pekan lalu dan perundingan damai digelar di Pakistan pada akhir pekan.

Pada Minggu, Trump mengatakan kepada wartawan di pesawat Air Force One bahwa Iran telah memenuhi sebagian besar dari 15 tuntutan yang diajukan Washington kepada Teheran untuk mengakhiri perang, tanpa merinci konsesi yang diberikan.

Sebelumnya, Iran secara terbuka menolak rencana tersebut dan mengajukan syarat tandingan, termasuk mempertahankan kedaulatan atas Selat Hormuz. Iran saat ini membatasi hampir seluruh lalu lintas kapal yang melewati jalur perairan strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global tersebut.

Teheran juga berupaya memformalkan kendalinya atas jalur itu dengan melarang sebagian besar kapal melintas, meskipun masih mengizinkan beberapa kapal lewat, termasuk dari Pakistan, Thailand, dan Malaysia.

Pekan lalu, Trump mengatakan dalam rapat kabinet bahwa Iran mengizinkan 10 kapal pengangkut minyak melintasi Selat Hormuz sebagai bentuk itikad baik. Kepada Financial Times, dia menyebut jumlah tersebut telah meningkat dua kali lipat.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyatakan melalui platform X bahwa Teheran menyetujui tambahan 20 kapal Pakistan untuk melintas di selat tersebut.

Keterlibatan Houthi juga menambah risiko baru bagi pasar minyak. Kelompok itu sebelumnya secara efektif menutup jalur pelayaran di Laut Merah bagi sebagian besar kapal Barat setelah perang Gaza pada 2023, sehingga memaksa kapal mengalihkan rute pelayaran.

Ancaman terhadap pengiriman minyak dari pelabuhan Yanbu di Arab Saudi berpotensi semakin menekan pasokan global. Mukesh Sahdev, CEO XAnalysts Pty, mengatakan ancaman Houthi terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi dan ekspor melalui Laut Merah dapat menghapus jalur alternatif yang selama ini membantu mengurangi dampak penutupan Selat Hormuz. Meskipun kelompok tersebut belum secara eksplisit menyatakan akan menargetkan kapal yang melintas di Laut Merah bagian selatan dan Selat Bab el-Mandeb, mereka dinilai memiliki kemampuan untuk melakukannya.

Pelabuhan Yanbu di Arab Saudi, yang kini digunakan untuk sebagian ekspor minyak setelah Selat Hormuz praktis tertutup akibat perang, juga berada dalam jangkauan rudal Houthi. Haris Khurshid, kepala investasi Karobaar Capital LP di Chicago, mengatakan keterlibatan Houthi menambah risiko kenaikan harga terutama melalui gangguan pelayaran dan rute Laut Merah.

Namun, menurutnya dampak tersebut lebih berupa volatilitas pasar ketimbang guncangan pasokan yang signifikan, kecuali jika konflik meluas ke infrastruktur energi utama di Teluk atau mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz. Sejumlah bank juga berupaya memproyeksikan dampak perang terhadap harga minyak. Macquarie Group Ltd. pekan lalu memperkirakan harga minyak berpotensi mencapai US$200 per barel apabila konflik berlanjut hingga Juni dan Selat Hormuz tetap tertutup, skenario yang mereka nilai memiliki peluang sekitar 40%.(*)

 

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Minyak Dunia Tembus USD 107 per Barel

    Harga Minyak Dunia Tembus USD 107 per Barel

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. Minyak mentah acuan internasional jenis Brent Crude Oil tercatat menembus level USD 107 per barel setelah negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi, terutama dari kawasan Timur Tengah […]

  • Persib Bandung Ditahan Borneo FC 1-1

    Persib Bandung Ditahan Borneo FC 1-1

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Persib Bandung harus puas membawa pulang satu poin saat bertandang ke markas Borneo FC dalam lanjutan kompetisi sepak bola nasional. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (15/3/2026), berakhir imbang 1-1. Meski tidak menelan kekalahan, gelandang Persib Marc Klok mengaku kurang puas dengan hasil tersebut. Menurutnya, tim datang dengan target meraih kemenangan. […]

  • Harga Cabai Merah di Pasar Talang Banjar Turun, Cabe Rawit Hijau Naik

    Harga Cabai Merah di Pasar Talang Banjar Turun, Cabe Rawit Hijau Naik

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada Selasa (30/6/2026), didominasi kondisi stabil. Meski demikian, sejumlah komoditas hortikultura masih mengalami fluktuasi, terutama cabai. Berdasarkan data terbaru Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, cabai merah besar turun 20 persen menjadi Rp 36.000 per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi pada cabai […]

  • 12 Tempat Wisata Populer di Jambi, dari Candi Muaro Jambi hingga Danau Kaco yang Memikat

    12 Tempat Wisata Populer di Jambi, dari Candi Muaro Jambi hingga Danau Kaco yang Memikat

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Provinsi Jambi menyimpan beragam destinasi wisata yang menawarkan pengalaman lengkap, mulai dari sejarah, alam, hingga wisata perkotaan. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah lokasi di daerah ini kian diminati wisatawan lokal maupun luar daerah. Salah satu destinasi unggulan adalah Candi Muaro Jambi, kompleks percandian peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang dikenal sebagai salah satu situs Buddha […]

  • Yuk! Kenali Penyakit Umum Mobil Tua dan Cara Mencegahnya

    Yuk! Kenali Penyakit Umum Mobil Tua dan Cara Mencegahnya

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mobil dengan usia di atas 10 tahun bisa dikatakan sebagai mobil tua. Pada kondisi tersebut, umumnya garansi dari pabrikan sudah usai sehingga dikhawatirkan muncul berbagai penyakit umum karena usia pemakaian. Istilah “penyakit mobil tua” mengacu pada berbagai kerusakan atau penurunan performa yang umum terjadi karena usia kendaraan. Meski bisa tetap handal jika dirawat […]

  • Aplikasi MIFX Bantu Trader Respons Cepat Dinamika Harga Emas 2026

    Aplikasi MIFX Bantu Trader Respons Cepat Dinamika Harga Emas 2026

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Memasuki Februari 2026, harga emas global menunjukkan pergerakan dinamis. Harga spot emas tercatat bergerak di kisaran USD 5.000–5.040 per troy ounce, setelah sempat menyentuh level tertinggi sebelum terkoreksi akibat aksi ambil untung (profit taking). Pergerakan emas dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari ketidakpastian geopolitik, pelemahan dolar AS, ekspektasi kebijakan suku bunga The Federal Reserve, […]

expand_less