Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Trump Dikritik Usai Minta Bantuan China di Selat Hormuz, Demokrat: Tanda Putus Asa

Trump Dikritik Usai Minta Bantuan China di Selat Hormuz, Demokrat: Tanda Putus Asa

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai kritik tajam setelah meminta bantuan China untuk mengatasi ketegangan di Selat Hormuz yang ditutup Iran di tengah konflik kawasan Timur Tengah. Kritik tersebut salah satunya datang dari Senator Partai Demokrat Chuck Schumer yang menilai langkah Trump sebagai bentuk kebijakan luar negeri yang tidak konsisten.

Schumer menyindir permintaan tersebut melalui media sosial dengan mempertanyakan sikap Trump yang sebelumnya kerap bersikap keras terhadap China, namun kini justru berharap bantuan dari negara tersebut.

“Dia menciptakan kekacauan di Timur Tengah dan tidak memiliki strategi jelas untuk mengakhirinya,” kata Schumer.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut memicu eskalasi konflik yang berujung pada penutupan Selat Hormuz oleh Iran, jalur vital distribusi minyak dunia.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah target, termasuk aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Penutupan jalur tersebut berdampak signifikan terhadap stabilitas pasokan energi global.

Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Trump meminta sejumlah negara, termasuk China, Jepang, hingga negara-negara Eropa, untuk turut mengirimkan kapal guna mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Namun hingga kini, pemerintah China belum memberikan komitmen konkret. Juru bicara Kedutaan Besar China di AS hanya menegaskan pentingnya menjaga stabilitas pasokan energi global serta mendorong deeskalasi konflik.

China sendiri dikenal memiliki hubungan diplomatik yang cukup erat dengan Iran, sehingga posisinya dalam konflik ini dinilai strategis sekaligus sensitif.

Sejumlah pengamat menilai permintaan Trump tersebut mencerminkan tekanan yang semakin besar di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Selain itu, langkah tersebut juga dinilai berpotensi memperlihatkan ketergantungan Washington terhadap kekuatan global lain dalam menjaga stabilitas kawasan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manjakan Pecinta Kuliner Swiss-Belhotel Jambi Hadirkan Sensasi Siplicious Combo di BnB Lounge

    Manjakan Pecinta Kuliner Swiss-Belhotel Jambi Hadirkan Sensasi Siplicious Combo di BnB Lounge

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Swiss-Belhotel Jambi kembali menghadirkan inovasi kuliner yang menarik perhatian pecinta cita rasa unik melalui promo terbaru, yaitu paket “Siplicious Combo”. Hidangan ini merupakan perpaduan antara pizza sandwich dengan minuman ringan yang dapat dinikmati hanya dengan harga Rp 90.000++ per orang, tersedia eksklusif di BnB Lounge, lantai lobby Swiss-Belhotel Jambi. Kombinasi pizza sandwich ini […]

  • Bos Nvidia: AI Akan Gantikan Manusia, tapi Ciptakan Banyak Pekerjaan Baru

    Bos Nvidia: AI Akan Gantikan Manusia, tapi Ciptakan Banyak Pekerjaan Baru

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini makin jadi sorotan karena kemampuannya yang luar biasa dalam membantu pekerjaan manusia. Tapi di balik kemajuan itu, muncul kekhawatiran: apakah AI akan mengambil alih pekerjaan manusia? CEO Nvidia, Jensen Huang, punya pandangan menarik soal ini. Dalam wawancara bersama CNN, Huang mengatakan bahwa dirinya 100 persen […]

  • Harga Referensi CPO Naik Jadi USD 963,75 per Ton, Dipicu Rencana Penerapan Biodiesel B50

    Harga Referensi CPO Naik Jadi USD 963,75 per Ton, Dipicu Rencana Penerapan Biodiesel B50

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat kenaikan harga referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk periode November 2025 menjadi USD 963,75 per metrik ton (MT). Nilai tersebut naik tipis sebesar USD 0,14 dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat USD 963,61 per MT. Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan […]

  • Prakiraan Cuaca Jambi 3 Desember: Hujan Ringan Merata, Tanjab Barat Berpotensi Petir

    Prakiraan Cuaca Jambi 3 Desember: Hujan Ringan Merata, Tanjab Barat Berpotensi Petir

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Cuaca di Provinsi Jambi pada Rabu, 3 Desember 2025 didominasi oleh hujan ringan di hampir semua daerah. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan diprediksi turun sejak pagi hingga malam hari, terutama di wilayah tengah dan timur provinsi. Sementara itu, Tanjung Jabung Barat menjadi satu-satunya wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa kilat atau petir. Mayoritas […]

  • Menteri ESDM Bahlil Pastikan Stok LPG dan BBM Aman Jelang Ramadhan dan Lebaran 2026

    Menteri ESDM Bahlil Pastikan Stok LPG dan BBM Aman Jelang Ramadhan dan Lebaran 2026

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Bahlil menyebutkan, cadangan energi nasional saat ini berada di atas batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah. “Stok BBM kita batas minimumnya 18 hari. Saat ini […]

  • Daftar Harga Pupuk Subsidi dan Non Subsidi Juni 2026: Urea hingga NPK

    Daftar Harga Pupuk Subsidi dan Non Subsidi Juni 2026: Urea hingga NPK

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menetapkan daftar harga pupuk subsidi dan non subsidi per Juni 2026 dengan ketentuan baru yang menyesuaikan sektor komoditas serta kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diperbarui sejak Oktober 2025. Pupuk subsidi saat ini hanya diberikan untuk komoditas padi, jagung, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, kopi, serta ubi kayu […]

expand_less