Sabtu, 20 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Trump Dikritik Usai Minta Bantuan China di Selat Hormuz, Demokrat: Tanda Putus Asa

Trump Dikritik Usai Minta Bantuan China di Selat Hormuz, Demokrat: Tanda Putus Asa

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai kritik tajam setelah meminta bantuan China untuk mengatasi ketegangan di Selat Hormuz yang ditutup Iran di tengah konflik kawasan Timur Tengah. Kritik tersebut salah satunya datang dari Senator Partai Demokrat Chuck Schumer yang menilai langkah Trump sebagai bentuk kebijakan luar negeri yang tidak konsisten.

Schumer menyindir permintaan tersebut melalui media sosial dengan mempertanyakan sikap Trump yang sebelumnya kerap bersikap keras terhadap China, namun kini justru berharap bantuan dari negara tersebut.

“Dia menciptakan kekacauan di Timur Tengah dan tidak memiliki strategi jelas untuk mengakhirinya,” kata Schumer.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut memicu eskalasi konflik yang berujung pada penutupan Selat Hormuz oleh Iran, jalur vital distribusi minyak dunia.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah target, termasuk aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Penutupan jalur tersebut berdampak signifikan terhadap stabilitas pasokan energi global.

Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Trump meminta sejumlah negara, termasuk China, Jepang, hingga negara-negara Eropa, untuk turut mengirimkan kapal guna mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Namun hingga kini, pemerintah China belum memberikan komitmen konkret. Juru bicara Kedutaan Besar China di AS hanya menegaskan pentingnya menjaga stabilitas pasokan energi global serta mendorong deeskalasi konflik.

China sendiri dikenal memiliki hubungan diplomatik yang cukup erat dengan Iran, sehingga posisinya dalam konflik ini dinilai strategis sekaligus sensitif.

Sejumlah pengamat menilai permintaan Trump tersebut mencerminkan tekanan yang semakin besar di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Selain itu, langkah tersebut juga dinilai berpotensi memperlihatkan ketergantungan Washington terhadap kekuatan global lain dalam menjaga stabilitas kawasan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Ke-3 Longsor Cisarua, 2.129 Personel Dikerahkan Cari 80-an Korban Hilang

    Hari Ke-3 Longsor Cisarua, 2.129 Personel Dikerahkan Cari 80-an Korban Hilang

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Memasuki hari ketiga operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Tim SAR Gabungan mengerahkan 2.129 personel untuk mencari sekitar 80-an korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Operasi pencarian difokuskan pada dua sektor utama, yakni sektor A di bagian timur dan sektor B di bagian […]

  • Aston Villa Hajar Manchester United 2-1, MU Gagal Dekati Lima Besar

    Aston Villa Hajar Manchester United 2-1, MU Gagal Dekati Lima Besar

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aston Villa sukses menaklukkan Manchester United (MU) dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga Primer Inggris yang digelar di Villa Park, Birmingham, Minggu (21/12/2025). Kemenangan ini membuat The Villans terus menempel papan atas klasemen, sementara MU harus menunda ambisi menembus lima besar. Dua gol kemenangan Aston Villa dicetak oleh Morgan Rogers pada menit ke-45 […]

  • Catat Empat Mobil Ini Tidak Lagi Dijual di Indonesia, Salah Satunya Veloz

    Catat Empat Mobil Ini Tidak Lagi Dijual di Indonesia, Salah Satunya Veloz

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ini bisa jadi sebagai pertimbangan bagi Anda yang hendak membeli mobil. Sebab, ada sejumlah mobil yang “disuntik mati” di Indonesia. Sebagaimana dilansir Katadata.co.id, penjualan empat mobil dihentikan untuk digantikan varian ataupun produk baru. Empat pabrikan otomotif tersebut yakni Suzuki, Toyota, Chery, Honda. Suzuki Indomobil Sales (SIS) misalnya, penjualan Baleno untuk pasar Indonesia dihentikan. […]

  • Xiaomi Debut Vision GT, Supercar Futuristis untuk Era Kendaraan Listrik

    Xiaomi Debut Vision GT, Supercar Futuristis untuk Era Kendaraan Listrik

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Xiaomi menegaskan ambisinya masuk ke dunia otomotif performa tinggi melalui debut mobil konsep Vision GT di ajang Mobile World Congress (MWC) 2026, Barcelona, Spanyol. Supercar listrik ini bukan sekadar pajangan, melainkan pernyataan serius perusahaan teknologi asal China untuk menembus pasar global kendaraan listrik. Mobil konsep dua pintu ini mengusung nama lengkap Vision Gran […]

  • Purbaya Pastikan Tak Ada Pajak Baru di 2026

    Purbaya Pastikan Tak Ada Pajak Baru di 2026

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wajib pajak bisa bernapas lega tahun depan. Pemerintah memastikan tidak ada pajak baru maupun kenaikan tarif pajak pada 2026. Namun, otoritas fiskal menyiapkan sejumlah kebijakan baru yang menuntut kesiapan wajib pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan arah kebijakan pajak tahun 2026 akan fokus pada reformasi sistem, peningkatan kepatuhan, […]

  • Rupiah Terpuruk, DPR Desak BI Perkuat Stabilitas Nilai Tukar

    Rupiah Terpuruk, DPR Desak BI Perkuat Stabilitas Nilai Tukar

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus kisaran Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini memicu sorotan dari parlemen yang mempertanyakan efektivitas berbagai langkah stabilisasi yang telah ditempuh Bank Indonesia (BI), mulai dari intervensi pasar hingga penyesuaian instrumen moneter. Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Harris Turino menilai, BI sudah […]

expand_less