Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Pengamat Sebut AS dan Israel ‘Dipermalukan’
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, telah ditunjuk untuk menggantikan ayahnya sebagai kepala baru Iran. (Foto: AFP/-)
JAMBISNIS.COM – Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran menuai sorotan dari berbagai pihak. Sejumlah pengamat menilai keputusan tersebut justru menjadi pukulan bagi Amerika Serikat dan Israel. Majelis Ahli Iran secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada Senin (9/3/2026).
Penunjukan ini dilakukan lebih dari sepekan setelah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi di Teheran pada 28 Februari 2026. Peneliti senior Middle East Institute, Alex Vatanka, menilai penunjukan Mojtaba Khamenei justru menjadi penghinaan besar bagi Amerika Serikat dan Israel.
Menurut dia, operasi militer besar yang dilakukan kedua negara untuk menyingkirkan Ali Khamenei tidak menghasilkan perubahan rezim seperti yang diharapkan.
“Merupakan penghinaan besar bagi Amerika Serikat untuk melakukan operasi sebesar ini dan mengambil risiko besar, tetapi pada akhirnya hanya menewaskan seorang pria berusia 86 tahun yang kemudian digantikan oleh putranya yang juga berhaluan keras,” kata Vatanka, seperti dikutip Reuters.
Ia menilai Iran tetap mampu mempertahankan stabilitas politiknya meski berada dalam tekanan militer yang besar. Serangan terhadap Iran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel disebut melibatkan kekuatan militer besar. Amerika Serikat bahkan mengerahkan dua kapal induk dalam operasi militer tersebut dan mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk ketiga guna memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah.
Penggunaan berbagai aset militer tersebut dinilai membutuhkan biaya yang sangat besar. Ironisnya, sebagian operasi militer tersebut juga digunakan untuk mencegat drone Iran yang memiliki biaya produksi jauh lebih murah. Sebelum pengumuman resmi dilakukan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyindir Mojtaba Khamenei.
Dalam wawancara dengan ABC News, Trump menyebut Mojtaba sebagai sosok yang “enteng” dan menyatakan bahwa kepemimpinannya tidak akan bertahan lama tanpa persetujuan Amerika Serikat.
“Jika dia tidak mendapat persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” kata Trump saat itu.
Sementara itu, militer Israel juga memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan ragu untuk menargetkan siapa pun yang menggantikan posisi Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar