Selat Hormuz dalam Pusaran Konflik Iran vs AS-Israel
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menutup Selat Hormuz usai Amerika Serikat dan Israel menyerang Teheran.
JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat setelah Iran menyatakan menutup Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi salah satu nadi perdagangan energi dunia. Langkah itu diambil setelah serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.
Pernyataan penutupan disampaikan pejabat Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Mereka memperingatkan bahwa kapal yang mencoba melintas berisiko menjadi target serangan.
Selat Hormuz merupakan jalur laut yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Letaknya di antara pantai selatan Iran dan wilayah Semenanjung Arab. Meski lebarnya hanya sekitar 33 kilometer, selat ini memegang peran strategis dalam perdagangan energi global.
Sekitar seperlima hingga hampir sepertiga perdagangan minyak mentah dunia melewati jalur ini. Selain minyak, gas alam cair atau LNG dari negara-negara Teluk juga dikirim melalui rute tersebut.
Negara produsen utama di kawasan seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengandalkan Selat Hormuz untuk menyalurkan ekspor energi mereka. Sementara Qatar, salah satu eksportir LNG terbesar di dunia, hampir seluruh pengirimannya melewati jalur tersebut.
Karena itu, setiap gangguan di Selat Hormuz segera berdampak pada pasar energi global. Penutupan jalur ini dilaporkan langsung mendorong harga minyak dunia melonjak lebih dari 15 persen.
Ancaman penutupan Selat Hormuz bukan hal baru dalam dinamika geopolitik kawasan. Iran beberapa kali menggunakan isu tersebut sebagai respons terhadap tekanan politik dan ekonomi dari Barat. Namun dalam konteks konflik terbaru dengan Amerika Serikat dan Israel, langkah ini menandai eskalasi yang berpotensi memicu dampak ekonomi global.
Bagi banyak negara pengimpor energi terutama di Asia stabilitas Selat Hormuz menjadi faktor kunci bagi keamanan pasokan minyak dan gas. Ketika jalur ini terganggu, bukan hanya perdagangan energi yang terancam, tetapi juga stabilitas ekonomi dunia.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar