Rabu, 16 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » LPS Soroti Kredit Perbankan Seret Meski DPK Tumbuh Dua Digit Sepanjang 2025

LPS Soroti Kredit Perbankan Seret Meski DPK Tumbuh Dua Digit Sepanjang 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyoroti perlambatan pertumbuhan kredit perbankan di tengah lonjakan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh dua digit sepanjang 2025. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengatakan pertumbuhan simpanan masyarakat tercatat di atas 10 persen. Kondisi ini menunjukkan kemampuan menabung masyarakat masih relatif kuat.

“Kalau kita lihat 2025, pertumbuhan dana pihak ketiga meningkat di atas 10 persen. Artinya saving masyarakat itu kuat,” ujar Anggito dalam wawancara, Selasa (24/2/2026).

Namun, di sisi lain, pertumbuhan kredit tercatat di bawah 10 persen dan lebih rendah dibandingkan periode pascapandemi Covid-19. LPS menilai kondisi tersebut mengindikasikan melemahnya fungsi intermediasi perbankan, yakni penyaluran dana dari masyarakat ke sektor riil.

Menurut Anggito, perlambatan kredit dipengaruhi faktor permintaan (demand) yang belum sepenuhnya pulih. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5 persen pada 2025 dinilai belum cukup kuat mendorong ekspansi pembiayaan.

Selain itu, tekanan di sejumlah sektor akibat penurunan harga komoditas serta pelemahan daya beli turut menahan pertumbuhan kredit.

“Ada beberapa sektor yang mengalami tekanan karena harga komoditas turun, produksi menurun, dan penjualan keluarga secara agregat juga menurun,” katanya.

LPS juga mencermati pelebaran selisih (spread) antara suku bunga kredit dan suku bunga simpanan. Suku bunga deposito cenderung menyesuaikan dengan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS, sementara penurunan suku bunga kredit berjalan lebih lambat.

Kondisi ini, lanjut Anggito, mengindikasikan adanya persoalan struktural, baik dari sisi biaya dana (cost of fund), kebijakan special rate pada simpanan tertentu, maupun kehati-hatian bank dalam menyalurkan kredit.

“Kita tengarai ada masalah struktural, apakah karena dana mahal, adanya special rate dengan bunga tinggi, atau memang karena faktor permintaan,” ujarnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desil Bansos Bukan Penentu Mutlak: Cek NIK untuk Tahu Status Bantuan

    Desil Bansos Bukan Penentu Mutlak: Cek NIK untuk Tahu Status Bantuan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Data desil kembali menjadi perhatian masyarakat setelah digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar menentukan sasaran bantuan sosial. Namun, masuk dalam kelompok desil tertentu tidak otomatis membuat seseorang menjadi penerima bansos. Masyarakat kini dapat mengecek status desil bansos menggunakan NIK KTP melalui laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial. Pemeriksaan dapat dilakukan langsung lewat telepon […]

  • Harga Emas Antam Naik Rp 30 Ribu Hari Ini

    Harga Emas Antam Naik Rp 30 Ribu Hari Ini

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Sabtu, 7 Februari 2026, tercatat naik Rp 30.000 per gram. Hari ini, harga emas Antam dipatok Rp 2.890.000 per gram, meningkat dibandingkan perdagangan Jumat yang berada di level Rp 2.860.000 per gram. Sementara itu, harga buyback emas Antam juga melonjak Rp 66.000 menjadi Rp 2.706.000 […]

  • IMF Peringatkan: Utang Dunia Siap Menembus 100% PDB Global, Sinyal Bahaya bagi Ekonomi dan Pasar Keuangan

    IMF Peringatkan: Utang Dunia Siap Menembus 100% PDB Global, Sinyal Bahaya bagi Ekonomi dan Pasar Keuangan

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dunia menghadapi ancaman baru di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan total utang pemerintah dunia akan mencapai 100 persen dari produk domestik bruto (PDB) global pada 2029, level tertinggi sejak Perang Dunia II. Kenaikan tajam ini mencerminkan beban fiskal yang kian berat setelah pandemi COVID-19. Selama krisis, banyak negara menambah […]

  • LPDP Siapkan Skema Baru agar Lulusan Luar Negeri Cepat Terserap Industri Nasional

    LPDP Siapkan Skema Baru agar Lulusan Luar Negeri Cepat Terserap Industri Nasional

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – embaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah menggodok skema agar para penerima beasiswa LPDP di luar negeri bisa kembali ke Tanah Air dan cepat terserap di industri nasional. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran sejumlah pihak bahwa lulusan LPDP berpotensi lebih banyak dimanfaatkan industri luar negeri ketimbang berkontribusi di dalam negeri. Plt Direktur Utama LPDP […]

  • Proyek Pipa Gas Cisem II Rampung 2026, Transaksi Gas Siap Jalan Juni

    Proyek Pipa Gas Cisem II Rampung 2026, Transaksi Gas Siap Jalan Juni

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan aktivitas jual beli gas bumi pada proyek pipa transmisi gas Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap II dapat mulai berjalan pada Juni 2026. Proyek strategis nasional ini memiliki panjang 245 kilometer dan ditargetkan rampung secara fisik pada tahun ini. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode […]

  • Anjlok Rp900, Kini Harga Perak Antam Rp39.500 per Gram

    Anjlok Rp900, Kini Harga Perak Antam Rp39.500 per Gram

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam kembali melanjutkan tren pelemahan. Pada perdagangan Kamis (9/7/2026) ini harga logam mulia berwarna putih tersebut menyusut cukup tajam sebesar Rp900. Kini harga perak Antam dipatok di level Rp39.500 per gram. Penurunan ini memperdalam koreksi yang sudah terjadi sebelumnya. Sehari sebelumnya, perak Antam anjlok drastis Rp1.200 ke level Rp […]

expand_less