Demo Iran Memanas, Amerika Serikat Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Iran
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sel, 13 Jan 2026
- comment 0 komentar

FOTO: Demo Iran
JAMBISNIS.COM – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran di tengah aksi demonstrasi besar yang terus memanas dan mengguncang berbagai wilayah negara tersebut. Melalui Kedutaan Besar Virtual AS di Iran, pemerintah AS meminta warganya pergi secara mandiri tanpa mengandalkan bantuan pemerintah. Warga AS diarahkan untuk keluar melalui jalur perbatasan darat yang masih dibuka.
“Warga negara AS amat disarankan untuk segera meninggalkan Iran secara mandiri, tanpa bergantung pada bantuan pemerintah AS,” demikian pernyataan Kedubes AS, Senin (12/1/2026).
AS menyebut sejumlah perbatasan darat masih dapat dilalui, di antaranya menuju Armenia dan Turki. Sementara itu, perjalanan ke Afghanistan, Irak, serta kawasan perbatasan Pakistan-Iran diminta untuk benar-benar dihindari karena risiko keamanan yang tinggi.
Desakan serupa juga disampaikan oleh Australia. Pemerintah Australia meminta warganya meninggalkan Iran “sekarang juga” dan mengingatkan bahwa opsi perjalanan komersial semakin terbatas serta berpotensi ditutup sewaktu-waktu.
Australia menilai situasi keamanan di Iran sangat tidak stabil, ditandai dengan pemutusan jaringan internet secara luas, meningkatnya korban sipil, serta banyaknya penangkapan terhadap peserta demonstrasi. Pemerintah Australia juga mengingatkan warganya, termasuk pemegang kewarganegaraan ganda, berisiko tinggi mengalami penahanan.
Swedia turut mengeluarkan imbauan agar warganya segera meninggalkan Iran dan menunda seluruh rencana perjalanan ke negara tersebut. Sebelumnya, Belgia, Polandia, dan Ukraina juga telah meminta warga mereka keluar dari Iran akibat memburuknya situasi keamanan.
Gelombang demonstrasi besar di Iran telah berlangsung sejak 28 Desember lalu. Aksi protes awalnya dipicu krisis ekonomi, namun berkembang menjadi tuntutan perubahan kepemimpinan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat mencatat lebih dari 500 orang tewas dan lebih dari 10.000 orang ditangkap selama gelombang unjuk rasa berlangsung.
Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik dukungan terhadap aksi demonstrasi tersebut. Teheran juga memperingatkan akan melakukan serangan balasan jika terjadi campur tangan asing.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan siap membantu warga Iran jika pemerintah setempat menggunakan kekerasan berlebihan. Trump juga mengaku telah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk kemungkinan tindakan militer terhadap Iran.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar