Pascabanjir Bandang, Pemerintah Kebut Pembangunan Sumber Air Bersih di Aceh Tamiang
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Jum, 9 Jan 2026
- comment 0 komentar

Kondisi permukiman warga di wilayah Aceh Tamiang pascabencana banjir besar akhir November lalu
JAMBISNIS.COM – Pemerintah mempercepat pembangunan sumber air bersih di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan penyediaan akses air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, terutama untuk mendukung aktivitas fasilitas kesehatan, rumah ibadah, dan hunian sementara.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Jumat (9/1/2026).
Berdasarkan data Kementerian PU hingga 5 Januari 2026, progres pengeboran sumur bor air baku di sejumlah titik menunjukkan perkembangan signifikan. Rata-rata kedalaman pengeboran telah mencapai 70 meter hingga 105 meter, dengan target akhir berada pada kisaran 100 meter hingga 150 meter, menyesuaikan kondisi geologi setempat.
Di Kecamatan Manyak Payed, satu unit sumur bor di Masjid Simpang Lhee telah mencapai kedalaman 82 meter dan mulai dimanfaatkan warga. Sementara itu, pengeboran di Desa Meurandeh telah mencapai 88 meter dan bersiap memasuki tahap pembesaran lubang sumur permanen.
Progres juga tercatat di Kantor Camat Kuala Simpang yang telah mencapai kedalaman 77 meter dari rencana 80 meter. Hasil kajian hidrogeologi menunjukkan potensi akuifer di beberapa lapisan tanah, sehingga pengeboran dilakukan secara bertahap untuk menjaga keberlanjutan sumber air.
Di Kecamatan Banda Mulia, pengeboran sumur bor di Masjid Al Ikhlas Gampong Sukajadi mencapai kedalaman 72 meter dari target 100 meter. Sementara itu, di TK Nurul Ikhlas Telaga Meuku II, Sidomulyo, pengeboran pilot hole telah mencapai 82 meter dan menunjukkan indikasi akuifer yang cukup menjanjikan.
Adapun di Kecamatan Karang Baru, progres pengeboran di Kantor Datok Gampong Menanggini masih terkendala kendala teknis akibat kerusakan alat bor. Sementara di Pesantren Darul Mukhlisin dan Desa Matang Teupah, proses pengeboran masih terus berlanjut sembari menunggu kelengkapan peralatan pendukung.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar