Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Regional » Digaji Rp65 Ribu per Hari, Petugas Kebersihan Jambi Nilai Slogan Kota Bahagia Hanya Retorika

Digaji Rp65 Ribu per Hari, Petugas Kebersihan Jambi Nilai Slogan Kota Bahagia Hanya Retorika

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Aksi mogok kerja yang dilakukan petugas kebersihan Kota Jambi berdampak langsung pada kondisi lingkungan. Tumpukan sampah terlihat di sejumlah jalan protokol hingga lorong-lorong permukiman warga, menimbulkan aroma busuk yang menyengat dan dikeluhkan masyarakat. Aksi mogok tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan kesejahteraan. Para petugas kebersihan menilai upah yang mereka terima selama ini jauh dari kata layak, terlebih dengan risiko kesehatan yang setiap hari mereka hadapi.

Selama ini, petugas kebersihan di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi menjadi ujung tombak dalam menjaga kebersihan kota. Namun, memasuki awal tahun 2026, mereka menuntut adanya perbaikan kesejahteraan. Saat ini, kru pengangkut sampah hanya menerima upah sekitar Rp65.000 per hari.

Berdasarkan data DLH Kota Jambi, jumlah petugas kebersihan mencapai sekitar 1.100 orang. Dengan jumlah tersebut, beban kerja dinilai cukup berat untuk menjaga kebersihan kota yang terus berkembang.

Kepala DLH Kota Jambi, Mahruzar, membenarkan jumlah tersebut. Ia merinci, gaji sopir armada kebersihan saat ini sebesar Rp85.750 per hari, kru pengangkut sampah Rp65.750 per hari, dan petugas penyapu jalan Rp65.250 per hari.

“Dengan jumlah petugas sekitar 1.100 orang, beban kerja untuk menjaga kebersihan kota cukup berat,” kata Mahruzar.

Salah satu petugas kebersihan yang ikut dalam aksi unjuk rasa mengatakan, upah yang mereka terima tidak sebanding dengan risiko pekerjaan yang dihadapi setiap hari.

“Gaji yang kami terima jauh dari kelayakan. Kami setiap hari bergelut dengan sampah, aroma busuk menyelimuti tubuh kami dan kami bawa pulang. Tentunya ini sangat bahaya untuk kesehatan saya dan keluarga,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Jambi dapat menyamakan gaji petugas kebersihan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) agar kehidupan mereka lebih layak.

“Kita meminta pemerintah kota untuk bisa menyamakan gaji kami setara dengan UMP, dengan demikian kehidupan kami bisa mendekati cukup untuk berkeluarga,” katanya di sela-sela aksi di depan Kantor Wali Kota Jambi.

Dampak mogok kerja ini juga dirasakan warga. Rido, salah satu warga yang membuang sampah di kawasan depan Lembaga Pemasyarakatan, mengaku khawatir tumpukan sampah akan memicu masalah kesehatan.

“Sampah ini kalau tidak diangkut akan mendatangkan penyakit. Udara yang berhembus kita hirup, lalu terjadilah penyakit. Kita berharap ada perhatian pemerintah terkait penanganan sampah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan banjir yang kerap terjadi di Kota Jambi akibat saluran air tersumbat sampah.

“Gara-gara sampah rumah warga bisa banjir, banyak selokan tersumbat. Wajar saja Kota Jambi setiap hujan pasti terjadi banjir,” kata Rido.

Menurut Rido, slogan “Kota Jambi Bahagia” yang selama ini digaungkan pemerintah kota dinilai belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

“Pemerintahan saat ini kurang empati dengan penderitaan rakyat. Slogan bahagia untuk mereka, tapi masyarakat tidak merasakan dampak kebijakan itu. Yang dirasakan justru penderitaan dan ketakutan, apalagi jika hujan lebat melanda Kota Jambi,” ujarnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Wali Kota Jambi Maulana disebut menyampaikan janji akan melakukan perubahan sistem pengelolaan sampah, termasuk pengalihan armada angkutan dari kendaraan lama ke kendaraan listrik.

Namun, langkah tersebut dinilai belum menjawab persoalan utama, yakni kesejahteraan petugas kebersihan. Apalagi, Maulana sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jambi, sehingga dianggap sudah mengetahui persoalan klasik terkait upah dan beban kerja petugas kebersihan.

Hingga kini, petugas kebersihan masih menunggu realisasi kebijakan konkret dari Pemerintah Kota Jambi terkait perbaikan upah dan jaminan kesejahteraan mereka.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Pupuk Subsidi Turun 20% Mulai Hari Ini

    Harga Pupuk Subsidi Turun 20% Mulai Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar gembira bagi para petani di seluruh Indonesia. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman resmi mengumumkan bahwa harga pupuk subsidi turun sebesar 20 persen mulai hari ini, Rabu, 22 Oktober 2025. Kebijakan penurunan harga pupuk ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia, mencakup berbagai jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani, mulai dari urea, NPK, […]

  • Kabut Asap Mulai Tekan Ekonomi Jambi, Omzet UMKM dan Pengunjung Pasar Terancam Turun

    Kabut Asap Mulai Tekan Ekonomi Jambi, Omzet UMKM dan Pengunjung Pasar Terancam Turun

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menjadi persoalan kesehatan dan lingkungan di Provinsi Jambi. Jika berlangsung lebih lama, kondisi tersebut berpotensi menekan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang pasar, hingga usaha kuliner. Kekhawatiran itu muncul seiring masih tingginya aktivitas karhutla di sejumlah wilayah […]

  • Bea Keluar Batu Bara Segera Berlaku 1 April 2026, Pemerintah Bidik Tambahan Rp19,3 Triliun untuk APBN

    Bea Keluar Batu Bara Segera Berlaku 1 April 2026, Pemerintah Bidik Tambahan Rp19,3 Triliun untuk APBN

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah berencana menerapkan kebijakan bea keluar atas ekspor komoditas batu bara mulai 1 April 2026 guna mendongkrak penerimaan negara. Kebijakan ini diproyeksikan mampu menambah kas negara hingga Rp19,3 triliun, sekaligus menjadi bantalan fiskal di tengah tekanan kenaikan harga minyak global terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan […]

  • Strategi Viral: Begini Cara Bikin Konten Edukasi Tetap Laku di Tengah Banjir Gosip

    Strategi Viral: Begini Cara Bikin Konten Edukasi Tetap Laku di Tengah Banjir Gosip

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah derasnya arus informasi dan banjirnya konten viral di media sosial, konten edukatif sering kali tenggelam di antara gosip dan hiburan ringan. Namun, ada cara agar edukasi tetap diminati publik: lewat cerita dan emosi. Hal ini diungkapkan Victoria Wong, Founder Start Your Content Academy, dalam acara Upstream Force: We Are The Energy […]

  • Soroti Bangunan Tahan Gempa, Dody Sebut Indonesia Harus Contoh Jepang

    Soroti Bangunan Tahan Gempa, Dody Sebut Indonesia Harus Contoh Jepang

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginginkan Indonesia harus mencontoh Jepang terkait penerapan bangunan tahan gempa. Dody beralasan, Indonesia berada di ring of fire atau cincin api. Hal itu ditandai dengan aktivitas gunung berapi dan gempa bumi berkala akibat pergerakan dan pertemuan lempeng-lempeng tektonik. “Kita harus mulai mencontoh Jepang. Memang kemudian ada tim […]

  • 7 Manfaat Berendam Air Es untuk Kesehatan, Lengkap dengan Waktu Terbaik dan Risikonya

    7 Manfaat Berendam Air Es untuk Kesehatan, Lengkap dengan Waktu Terbaik dan Risikonya

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Berendam air es atau ice bath kian populer sebagai metode pemulihan tubuh, khususnya di kalangan atlet dan pegiat kebugaran. Terapi ini dilakukan dengan merendam tubuh dalam air bersuhu dingin, biasanya setelah aktivitas fisik intens. Tren ini bukan sekadar gaya hidup, tetapi juga didukung sejumlah penelitian yang menunjukkan manfaatnya bagi kesehatan. Meski demikian, praktik […]

expand_less