Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Menkeu Purbaya Tarik Rp 75 Triliun Dana Pemerintah dari Bank, Dialihkan ke Belanja Rutin K/L

Menkeu Purbaya Tarik Rp 75 Triliun Dana Pemerintah dari Bank, Dialihkan ke Belanja Rutin K/L

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik kembali dana pemerintah berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 75 triliun yang sebelumnya ditempatkan di perbankan. Dana tersebut selanjutnya dialihkan untuk membiayai belanja rutin kementerian dan lembaga (K/L) agar dapat langsung masuk ke sistem perekonomian.

Purbaya menjelaskan, dana yang ditarik merupakan penempatan SAL pada kloter kedua, yang sebelumnya masing-masing disalurkan sebesar Rp 25 triliun ke PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

“Jadi saya tarik, seperti ditarik dari sistem, tapi langsung dibelanjain lagi. Jadi langsung masuk ke sistem perekonomian,” ujar Purbaya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (2/1/2026).

Menanggapi langkah tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menilai penarikan dana SAL tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap likuiditas perbankan nasional. Menurut dia, kondisi likuiditas bank saat ini masih relatif longgar.

“Lihat saja LDR dan undisbursed loans yang besar,” kata Dian.

Sebagai catatan, loan to deposit ratio (LDR) perbankan tercatat sebesar 84,26 persen pada Oktober 2025. Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas atas yang dinilai ketat, yakni di atas 90 persen.

Dian menekankan, tantangan utama perbankan saat ini bukan pada ketersediaan likuiditas, melainkan pada permintaan kredit, khususnya untuk investasi, modal kerja, dan konsumsi. Ia optimistis penyaluran kredit dapat membaik seiring membaiknya kondisi ekonomi makro dan mikro.

“Sementara situasi inflasi dan suku bunga yang cenderung rendah,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Wisnu Sunandar menyampaikan bahwa kebijakan penempatan dana pemerintah sejatinya merupakan instrumen strategis untuk memperkuat likuiditas sektor riil. BSI sendiri tercatat menerima penempatan dana SAL pada kloter pertama senilai Rp 10 triliun.

“Pengelolaan dana penempatan pemerintah di BSI berjalan optimal dengan dampak positif bagi ekonomi nasional,” ujar Wisnu.

Menurut Wisnu, dana tersebut terserap secara maksimal melalui berbagai program pembiayaan syariah, terutama pada segmen UMKM dan konsumer. Ia pun menegaskan komitmen BSI untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Di sisi lain, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar di perbankan berpotensi kurang optimal jika tujuannya untuk mempercepat dorongan ke sektor riil. Pasalnya, dana yang diparkir di bank belum tentu langsung berubah menjadi kredit.

Dalam jangka pendek, Josua menilai bank dengan porsi dana pemerintah yang besar berpotensi menghadapi likuiditas yang lebih ketat dan terdorong menaikkan bunga dana atau lebih selektif menyalurkan kredit. Namun, dampak tersebut dapat diminimalkan apabila belanja pemerintah berjalan cepat.

“Dana itu akan kembali ke perbankan sebagai simpanan penerima belanja dan meningkatkan transaksi,” jelas Josua.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejarah Bioskop di Jambi: Kisah Lie Chong dan Arwin Lie Membangun Jaringan 20 Bioskop

    Sejarah Bioskop di Jambi: Kisah Lie Chong dan Arwin Lie Membangun Jaringan 20 Bioskop

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nama Lie Chong mungkin tidak sepopuler tokoh-tokoh politik atau pengusaha besar di Jambi saat ini. Namun, bagi sejarah industri hiburan di Provinsi Jambi, sosoknya memiliki peran yang sangat penting. Dari tangan keluarga yang ia bangun, lahirlah jaringan bioskop terbesar yang pernah dimiliki Jambi. Selama lebih dari dua dekade, bioskop-bioskop keluarga Lie menjadi pusat […]

  • Transportasi dan Pergudangan Tumbuh 8,88 Persen, Mengapa Lokasi Distribusi Makin Penting di Jambi?

    Transportasi dan Pergudangan Tumbuh 8,88 Persen, Mengapa Lokasi Distribusi Makin Penting di Jambi?

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan ekonomi sering dibaca dari perdagangan dan konsumsi. Namun, ada satu bagian yang bekerja di belakang layar: bagaimana barang berpindah dari produsen menuju konsumen. BPS mencatat lapangan usaha transportasi dan pergudangan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi di Provinsi Jambi pada 2025, yaitu 8,88 persen. Pada tahun yang sama, ekonomi Jambi secara keseluruhan tumbuh […]

  • Khas Jambi: Gulai Belut yang Bikin Lidah Ketagihan, Coba Yuk!

    Khas Jambi: Gulai Belut yang Bikin Lidah Ketagihan, Coba Yuk!

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bicara kuliner khas Jambi tak melulu soal tempoyak atau pindang. Ada satu hidangan tradisional yang diam-diam jadi primadona dan bikin siapa saja ketagihan: gulai belut. Di balik tampilannya yang sederhana, gulai belut menyimpan cita rasa kaya rempah yang kuat dan menggoda. Daging belut yang lembut dipadukan dengan kuah gulai kental berwarna kuning keemasan, […]

  • Menkeu Purbaya Bahas Keadilan Fiskal dan Penguatan PAD dalam Rapat Kerja Bareng DPD

    Menkeu Purbaya Bahas Keadilan Fiskal dan Penguatan PAD dalam Rapat Kerja Bareng DPD

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri Rapat Kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Senin (3/11/2025). Dalam pertemuan tersebut, Menkeu bersama anggota DPD membahas pendalaman materi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Rapat ini mengusung tema peningkatan keadilan fiskal, optimalisasi […]

  • BRI Tembus Jajaran Bank Terbesar Dunia, Bertengger di Peringkat 132 Global

    BRI Tembus Jajaran Bank Terbesar Dunia, Bertengger di Peringkat 132 Global

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Raihan kinerja positif yang ditorehkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil mendapatkan pengakuan di kancah internasional. Dalam pemeringkatan Top 1000 World Banks 2026 yang diterbitkan oleh The Banker, BRI menduduki peringkat ke-132 secara global. Capaian tersebut menempatkan BRI di antara bank-bank terbesar dunia seperti ICBC, Bank of China, JPMorgan, Bank […]

  • Rupiah Balik Tertekan! Cek Kurs Dolar di BCA, Mandiri, BRI dan BNI

    Rupiah Balik Tertekan! Cek Kurs Dolar di BCA, Mandiri, BRI dan BNI

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali kehilangan tenaga. Setelah sempat menguat, mata uang Indonesia kembali melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Mengutip Antara, rupiah hari ini dibuka di level Rp17.512 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.511 per dolar AS. […]

expand_less