Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Kilang Balikpapan Kini Produksi Propylene, Perkuat Ketahanan Industri Petrokimia 

Kilang Balikpapan Kini Produksi Propylene, Perkuat Ketahanan Industri Petrokimia 

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus memperkuat posisi Indonesia dalam industri petrokimia nasional. Melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, fasilitas Kilang Balikpapan kini resmi mampu memproduksi propylene, salah satu bahan baku utama industri plastik, tekstil, hingga produk kimia.

Pjs Corporate Secretary KPI Milla Suciyani menjelaskan bahwa sebelum proyek RDMP dijalankan, Kilang Balikpapan belum memiliki kemampuan memproduksi petrokimia. Namun setelah pengembangan dilakukan, kilang tersebut kini dapat menghasilkan propylene dan sulfur sebagai produk unggulan.

“Melalui proyek RDMP Balikpapan ini, kilang akan mampu menghasilkan produk petrokimia berupa propylene dan sulfur,” ujar Milla, Kamis (12/12/2025).

Total produksi petrokimia dari kilang tersebut ditargetkan mencapai 283 ribu ton per tahun, dengan 225 ribu ton di antaranya merupakan propylene, sementara sisanya sulfur.

Produk propylene dari Kilang Balikpapan dihasilkan melalui Unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), yang menjadi unit utama dalam proyek RDMP.

Untuk mendukung manajemen inventori, KPI juga membangun delapan tangki berbentuk bola guna menyimpan produk propylene yang berbentuk gas.

Milla menjelaskan bahwa kebutuhan propylene dalam negeri terus meningkat, terutama untuk industri plastik dan tekstil. Karena itu, kemampuan untuk memproduksi propylene secara mandiri menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan industri nasional.

Propylene hasil RDMP Balikpapan nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan baku di kilang Polytama Propindo di Balongan, Indramayu. Polytama merupakan produsen polypropylene (PP), salah satu jenis plastik yang paling banyak digunakan dalam kemasan makanan, otomotif, hingga rumah tangga.

Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor petrokimia dan memperkuat rantai pasok industri dalam negeri.

“Penambahan produksi ini tentunya akan membantu mengurangi impor produk petrokimia yang masih cukup besar,” tutup Milla.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bulog dan Komite II DPD RI Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan Nasional

    Bulog dan Komite II DPD RI Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan Nasional

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perum Bulog bersama Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional melalui penguatan stok beras, optimalisasi distribusi, serta kolaborasi pengawasan dan pertukaran data antarinstansi. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa Bulog terus bekerja dengan semangat pelayanan publik untuk memastikan ketahanan pangan dapat dirasakan […]

  • Purbaya Pastikan Tak Ada Pajak Baru di 2026

    Purbaya Pastikan Tak Ada Pajak Baru di 2026

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wajib pajak bisa bernapas lega tahun depan. Pemerintah memastikan tidak ada pajak baru maupun kenaikan tarif pajak pada 2026. Namun, otoritas fiskal menyiapkan sejumlah kebijakan baru yang menuntut kesiapan wajib pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan arah kebijakan pajak tahun 2026 akan fokus pada reformasi sistem, peningkatan kepatuhan, […]

  • Awal Tahun Harga Batubara Acuan Bersinar, Semua Kategori Naik

    Awal Tahun Harga Batubara Acuan Bersinar, Semua Kategori Naik

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren kenaikan harga batubara sejak akhir tahun terus berlanjut. Terbaru, harga batubara acuan (HBA) untuk periode pertama Januari 2026 juga mengalami kenaikan. Batubara dengan kandungan kalor tertinggi (6.322 GAR) mengalami kenaikan tertinggi. Dari 100,81 USD/ton di periode kedua Desember 2025, naik sebesar 2,49 USD menjadi 103,30 USD. Harga batubara acuan ini ditetapkan berdasarkan […]

  • John Herdman Masuk Daftar Kandidat Pelatih Timnas Indonesia

    John Herdman Masuk Daftar Kandidat Pelatih Timnas Indonesia

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pencarian pelatih Timnas Indonesia masih terus bergulir. Terkini, ada sosok pelatih asal Kanada, John Herdman, yang dikabarkan masuk dalam kandidat pelatih Timnas Indonesia. Sebelumnya, nama asisten pelatih Liverpool Giovanni van Bronckhorst juga sempat dilaporkan masuk dalam daftar kandidat pelatih yang sebelumnya diisi oleh Patrick Kluivert itu. Dilansir dari Sky Sports, Herdman bahkan telah […]

  • Menkeu Purbaya Soroti Pemborosan Rumah Sakit, Tagihan BPJS Kesehatan Bengkak Gara-Gara Alkes Tak Efisien

    Menkeu Purbaya Soroti Pemborosan Rumah Sakit, Tagihan BPJS Kesehatan Bengkak Gara-Gara Alkes Tak Efisien

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti pemborosan anggaran di sejumlah rumah sakit yang menyebabkan tagihan BPJS Kesehatan membengkak. Inefisiensi pengadaan alat kesehatan (alkes) dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya beban keuangan lembaga jaminan kesehatan tersebut. Dalam paparannya di Jakarta, Rabu (22/10/2025), Purbaya mencontohkan adanya aturan Kementerian Kesehatan yang mewajibkan rumah sakit memiliki 10 […]

  • BI Kejutkan Pasar! Suku Bunga Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Menguat

    BI Kejutkan Pasar! Suku Bunga Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Menguat

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mengambil langkah mengejutkan dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Rabu (20/5/2026). Kebijakan ini ditempuh untuk memperkuat stabilitas rupiah di tengah meningkatnya gejolak global. Selain menaikkan BI-Rate, Bank Indonesia juga menyesuaikan suku bunga fasilitas lainnya. Suku […]

expand_less