Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Peluang Usaha » Impor Ilegal Hantam Industri Tekstil Lokal

Impor Ilegal Hantam Industri Tekstil Lokal

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Banjirnya produk tekstil impor ilegal kembali jadi sorotan. Ikatan Pengusaha Kecil dan Menengah (IPKB) menilai maraknya barang masuk tanpa izin resmi telah menekan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) tekstil yang kini makin kesulitan bertahan di pasar domestik. Ikatan Pengusaha Kecil dan Menengah (IPKB) mendesak pemerintah untuk segera memberikan dukungan nyata kepada industri kecil dan menengah (IKM) sektor tekstil. Dorongan ini mencakup jaminan akses pasar yang lebih luas hingga penindakan tegas terhadap impor ilegal yang kian marak.

Ketua Umum IPKB, Nandi Herdiaman, mengatakan banjirnya produk tekstil impor di pasar telah membuat permintaan konveksi lokal menurun drastis.

“Akses ke pasar yang luas dan stabil sangat penting bagi IKM untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan,” ujar Nandi

Menurutnya, tanpa dukungan pasar yang kuat, industri kecil dan menengah akan sulit berkembang meski memiliki produk berkualitas. Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan di pelabuhan dan perbatasan yang menyebabkan barang impor ilegal mudah masuk ke Indonesia.

“Kurangnya pengawasan yang efektif di pelabuhan membuat barang-barang ilegal mudah masuk,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor pakaian bekas yang termasuk dalam kategori ilegal mencapai US$1,31 juta dengan volume 1,09 juta kilogram pada Januari–Juli 2025. Angka ini hampir menyaingi total impor pakaian bekas sepanjang 2024 yang tercatat US$1,5 juta. Padahal, pada 2023, nilai impor pakaian bekas hanya US$29.759 dengan volume 12.856 kilogram, menunjukkan lonjakan tajam dalam dua tahun terakhir. Nandi menegaskan, maraknya produk impor ilegal tidak hanya merugikan pelaku IKM, tetapi juga menimbulkan distorsi harga di pasar domestik.

“Produk ilegal sering kali dijual jauh lebih murah, sehingga menekan produk dalam negeri yang seharusnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” katanya.

IPKB pun berharap pemerintah, terutama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Menteri Keuangan yang baru, dapat memperkuat pengawasan dan menindak tegas praktik impor ilegal.

“Kami harap komitmen Dirjen Bea Cukai dan Menkeu yang baru bisa membendung importasi ilegal,” tegas Nandi.

Selain masalah pasar, ia menambahkan bahwa akses permodalan dan pendampingan usaha juga menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku IKM untuk meningkatkan kapasitas produksi dan inovasi produk.

“Permodalan dibutuhkan bukan hanya untuk memperbesar produksi, tapi juga untuk riset dan pengembangan produk baru agar mampu bersaing,” jelasnya.

Nandi menilai, tanpa pasar yang stabil dan dukungan regulasi yang tegas, industri kecil dan menengah akan terus tertekan oleh produk impor murah.

“Tanpa pasar yang stabil, permodalan pun tidak akan efektif jika produknya tidak laku di pasar,” pungkasnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Danantara Siapkan Tiga Skema Pelunasan Utang Kereta Cepat

    Danantara Siapkan Tiga Skema Pelunasan Utang Kereta Cepat

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Persoalan utang proyek ambisius, Kereta Cepat Jakarta-Bandung terus digodok. Terbaru, Danantara yang disebut Menkeu Purbaya yang bertanggungjawab atas utang tersebut, menyampaikan skema pelunasan utang. Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Rosan P Roeslani mengatakan pihaknya melakukan evaluasi mengenai hal itu secara menyeluruh. “Evaluasi ini akan segera kami finalisasi, setelah itu kami akan […]

  • Rupiah Tembus ke Level Rp17.001 Hari Ini

    Rupiah Tembus ke Level Rp17.001 Hari Ini

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tembus Rp17.001 pada Senin (9/3/2026). Pelemahan dipicu sentimen konflik Timur Tengah dan penurunan outlook Indonesia oleh Fitch. Mengutip Antara, nilai tukar rupiah melemah 76 poin atau 0,45 persen ke level Rp17.001 per dolar AS  dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.925 per dolar AS. Sementara itu, […]

  • Jessica Pegula Juara WTA 1000 Dubai 2026, Kunci Gelar Keempat di Level Elite

    Jessica Pegula Juara WTA 1000 Dubai 2026, Kunci Gelar Keempat di Level Elite

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Petenis tunggal putri Amerika Serikat Jessica Pegula menorehkan pencapaian penting dalam kariernya setelah menjuarai Dubai Duty Free Tennis Championships 2026. Pegula keluar sebagai juara usai menundukkan petenis Ukraina Elina Svitolina dengan skor 6-2, 6-4 pada laga final yang digelar Sabtu (21/2) malam waktu setempat. Gelar tersebut menjadi titel keempat Pegula di level WTA […]

  • Stella Christie Tegaskan Ekonomi RI Tak Akan Tumbuh Tanpa Inovasi

    Stella Christie Tegaskan Ekonomi RI Tak Akan Tumbuh Tanpa Inovasi

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tidak akan mampu tumbuh tanpa penguatan sektor inovasi. “Tanpa inovasi, kita tidak akan bisa mencapai pertumbuhan ekonomi,” kata Stella di sela-sela gelaran Antara Business Forum di Jakarta, Rabu (19/11). Stella menjelaskan bahwa inovasi memiliki peran kunci dalam melahirkan ide-ide […]

  • Harga Batu Bara Acuan Periode Kedua Oktober Naik

    Harga Batu Bara Acuan Periode Kedua Oktober Naik

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga batu bara acuan (HBA) periode kedua Oktober 2025 mengalami kenaikan. Tren kenaikan ini berlaku untuk semua kelompok HBA. Mengutip data terbaru yang dirilis Kementerian ESDM, Kamis (16/10), kenaikana tertinggi ada pada kategori batu bara dengan kandungan kalori 6.322 GAR. Untuk HBA kategori ini harga pada periode pertama Oktober 2025 106,94 dolar AS […]

  • Harga Cabai Merah di Pasar Talang Banjar Jambi Naik 7,69 Persen, Cabai Rawit Hijau Turun

    Harga Cabai Merah di Pasar Talang Banjar Jambi Naik 7,69 Persen, Cabai Rawit Hijau Turun

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga cabai merah di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, mengalami kenaikan pada Senin (20/7/2026). Berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, cabai merah besar dan cabai merah kecil masing-masing naik 7,69 persen, sementara cabai rawit hijau justru mengalami penurunan. Cabai merah besar kini dijual Rp26.000 per kilogram, begitu pula cabai […]

expand_less