Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Properti » Ternyata Ini Penyebab Jalan Aspal di Indonesia Cepat Rusak Tiap Musim Hujan

Ternyata Ini Penyebab Jalan Aspal di Indonesia Cepat Rusak Tiap Musim Hujan

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Setiap memasuki musim hujan, kondisi jalan di berbagai daerah di Indonesia kerap berubah drastis. Jalan yang semula mulus tiba-tiba dipenuhi lubang, retak, hingga bergelombang.

Bahkan, jalan yang baru beberapa hari sebelumnya masih sangat mulus, tiba-tiba jadi kubangan air. Tak sedikit pengendara yang akhirnya harus ekstra hati-hati agar tidak mengalami kecelakaan. Lalu, mengapa jalan aspal di Indonesia begitu mudah rusak saat sering diguyur hujan?

Dilansir Kompas.com, Dosen Teknik Sipil Universitas Tangerang Raya (Untara), Riski Wahyudi, mengatakan penyebabnya sangat klasik. Salah satunya adalah tidak adanya saluran air (drainase) yang memadai.

Ia memberitahu bahwa air merupakan musuh utama jalan dengan perkerasan aspal.

“Sehingga air hujan yang tidak diatur dengan sistem drainase yang baik, akan mengakibatkan terjadinya genangan pada jalan,” ujar Riski, Rabu (10/12/2025).

Ketika air hujan tidak mengalir dengan baik, sambungnya, air akan meresap ke dalam pori-pori lapisan jalan. Bahkan terperangkap di antara aspal dan tanah di bawahnya. Kondisi tersebut membuat aspal mengembang, retak, lalu terangkat ketika dilintasi kendaraan berat.

Akhirnya, jalan berubah bergelombang bahkan menjadi berlubang dengan kedalaman yang menganga. Menurutnya, meski kualitas hotmix (aspal dan agregat) sangat bagus dan sudah memenuhi standar, jalan yang baru dibangun tetap akan mudah rusak bila tergenang air.

“Walaupun aspal didesain kedap air, air yang masuk melalui celah-celah retakan pada aspal akan merusak struktur lapis perkerasan jalan di bawahnya,” jelas Riski yang juga lama berkecimpung di perusahaan konstruksi jalan raya.

“Berbeda dengan perkerasan beton yang lebih tahan terhadap genangan air,” kata dia lagi.

Jalan rusak di Indonesia yang dimulai dari kerusakan kecil seperti retakan halus seharusnya segera diperbaiki sebelum meluas. Namun sayangnya, perawatan jalan sering kali dilakukan ketika kerusakan sudah parah. Akibatnya, biaya perbaikan membengkak dan kerusakan bertambah setiap kali hujan turun.

Terlebih Indonesia adalah negara dengan curah hujan tinggi, tapi masalah drainase tidak sering diabaikan. Padahal ini adalah penyebab yang sangat klasik jalan rusak di Indonesia.

Diungkapkan Riski, hujan dan drainase memang bukan satu-satunya masalah. Faktor lain yang turut jadi penyebab jalan berlubang di Indonesia antara lain keberadaan truk ODOL, pengerjaan yang tidak sesuai standar, hingga buruknya pengawasan.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kompas

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tol Pejagan–Cilacap Mulai Dibangun 2029, Investasi Capai Rp 27 Triliun

    Tol Pejagan–Cilacap Mulai Dibangun 2029, Investasi Capai Rp 27 Triliun

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pembangunan Tol Pejagan–Cilacap di Provinsi Jawa Tengah ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2029. Proyek strategis sepanjang 95,3 kilometer ini digarap dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan diprakarsai langsung oleh pemerintah (solicited project). Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Rachman Arief Dienaputra, menjelaskan bahwa proyek tersebut saat ini […]

  • Perjalanan KA Jarak Jauh Kembali Normal Pasca Kecelakaan di Bekasi Timur, KAI Pastikan Refund 100 Persen

    Perjalanan KA Jarak Jauh Kembali Normal Pasca Kecelakaan di Bekasi Timur, KAI Pastikan Refund 100 Persen

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh perjalanan kereta api jarak jauh kembali beroperasi normal mulai Kamis, 30 April 2026. Pemulihan ini dilakukan setelah kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur yang sempat mengganggu operasional secara luas. Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, mengatakan […]

  • Kulit Pinang di Muaro Jambi Disulap Jadi Briket, Jadi Peluang Usaha Ibu-ibu PKK

    Kulit Pinang di Muaro Jambi Disulap Jadi Briket, Jadi Peluang Usaha Ibu-ibu PKK

    • calendar_month 9 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kulit pinang yang selama ini hanya dibakar atau dibiarkan membusuk di Desa Kunangan, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, kini mulai memiliki nilai ekonomi. Limbah perkebunan tersebut diolah menjadi briket arang, bahan bakar alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti arang konvensional. Inovasi itu diinisiasi mahasiswa KKN Reguler UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) […]

  • Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Galeri24 dan UBS Stabil

    Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Galeri24 dan UBS Stabil

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produk Galeri24 dan UBS hari ini kompak stabil. Dua produk logam mulia andalan Pegadaian tersebut harganya tidak berubah dari kemarin . Mengutip Antara, Senin (23/2/2026), harga emas UBS bertahan di angka Rp 3.061.000 per gram. Sementara Galeri24 stagnan di angka Rp 3.047.000 per gram. Harga jual emas UBS dan Galeri24 di […]

  • Air Hujan di Surabaya Tercemar Mikroplastik

    Air Hujan di Surabaya Tercemar Mikroplastik

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Temuan kandungan mikroplastik dalam air hujan di Surabaya memicu perhatian serius dari kalangan akademisi dan pemerhati kesehatan. Bukan lagi hanya mencemari laut dan sungai, mikroplastik kini terbukti terbawa melalui atmosfer dan jatuh kembali ke permukaan bumi bersama air hujan yang turun hampir setiap hari di wilayah Surabaya. Dosen Prodi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium […]

  • BPK Ungkap Data Impor Baja Tak Sinkron, Potensi Kebocoran Capai Rp895 Miliar

    BPK Ungkap Data Impor Baja Tak Sinkron, Potensi Kebocoran Capai Rp895 Miliar

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan ketidaksinkronan data impor antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian yang memicu kelebihan alokasi impor baja dan produk turunannya. Selisih realisasi impor itu diperkirakan mencapai 83,6 ribu metrik ton dengan nilai sekitar Rp895 miliar. Laporan tersebut berasal dari pemeriksaan perizinan impor periode 2023 hingga semester I tahun 2024. BPK […]

expand_less