Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Dana SAL Rp200 Triliun Mulai Disalurkan ke Himbara, Begini Dampaknya ke Ekonomi Nasional

Dana SAL Rp200 Triliun Mulai Disalurkan ke Himbara, Begini Dampaknya ke Ekonomi Nasional

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah mulai mengalirkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp200 triliun ke perbankan nasional sejak September lalu. Langkah ini menjadi perhatian pelaku industri keuangan, karena dana jumbo tersebut diharapkan bisa memperkuat likuiditas Himbara dan mendorong pemulihan ekonomi nasional menjelang akhir 2025.

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa telah menempatkan dana SAL ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada September. Hingga kini, sejumlah bank pelat merah sudah mulai menyalurkan sebagian dana tersebut ke sektor-sektor prioritas.

Salah satunya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang telah menyalurkan Rp34,5 triliun, atau 63% dari total Rp55 triliun dana SAL yang ditempatkan di bank tersebut. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menegaskan bahwa pihaknya optimistis bisa menyerap penempatan dana ini secara optimal hingga 100% pada akhir tahun 2025.

“Bank Mandiri memprioritaskan penyaluran dana pemerintah ini ke sektor dan industri padat karya serta UMKM,” ujar Novita, Senin (6/10/2025).

Selain itu, Bank Mandiri juga menyalurkan kredit ke sektor-sektor strategis lainnya, antara lain perkebunan dan ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam dan energi terbarukan, layanan kesehatan, manufaktur, serta kawasan industri.

“Fokus pembiayaan ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi serta penguatan industri nasional berbasis nilai tambah domestik,” tambahnya.

Tak hanya Bank Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga telah menyerap 45% dari total dana yang diterima BRI sebesar Rp55 triliun. Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa dana tersebut sebagian besar telah disalurkan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang merupakan fokus utama bank.

“Sekitar 45% telah tersalurkan ke lapangan. Sebagian besar dana ini mengalir ke UMKM, karena BRI adalah bank dengan segmen UMKM terbesar di Indonesia,” ungkap Hery.

Hery menargetkan, seluruh dana Rp55 triliun dari Kemenkeu bisa tersalurkan 100% dalam waktu maksimal dua bulan ke depan.

“Mungkin ya kalau secara paling lama dua bulan atau sebulan setengah mungkin udah selesai,” tambahnya.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) juga melaporkan bahwa penyerapan dana pemerintah sebesar Rp25 triliun di BTN masih on track. Sekretaris Perusahaan BTN Ramon Armando mengatakan, pihaknya mengombinasikan dana tersebut dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) masyarakat untuk disalurkan sebagai kredit dan pembiayaan.

“Sehingga dana tersebut termasuk dalam kapasitas penyaluran kredit, yang secara rata-rata per bulannya di BTN dapat mencapai sekitar Rp6–Rp7 triliun,” ujar Ramon.

Ramon menegaskan bahwa kucuran dana Rp25 triliun dari pemerintah terutama diarahkan ke sektor perumahan, sesuai dengan portofolio utama BTN.

“BTN optimistis dana pemerintah sebesar Rp25 triliun dapat terserap dengan optimal hingga Desember tahun ini,” jelasnya.

Kementerian Keuangan menegaskan, penempatan dana SAL ini bertujuan memperkuat likuiditas perbankan nasional serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Namun, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurahman, menilai bahwa realisasi penyaluran kredit dari dana SAL masih memiliki dampak terbatas dan belum terasa luas.

Menurutnya, transmisi kebijakan fiskal semacam ini memerlukan waktu dan sinergi antara ketersediaan kredit dengan daya serap sektor riil. Banyak pelaku UMKM masih menghadapi kendala permintaan yang belum pulih sepenuhnya, serta tekanan biaya produksi yang tinggi.

“Dengan kata lain, kebijakan ini baru berdampak pada sisi suplai keuangan, belum sepenuhnya menjangkau sisi permintaan dan produktivitas masyarakat,” ujar Rizal.

Rizal menyebut, sejauh ini penyaluran dana lebih terasa sebagai stimulus likuiditas jangka pendek, bukan sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Distribusi kredit masih terkonsentrasi pada sektor yang relatif aman dan bankable, sementara sektor informal dan mikro yang paling rentan belum banyak tersentuh,” tambahnya.

Menurut Rizal, agar kebijakan ini lebih efektif, pemerintah perlu mendorong credit targeting ke sektor pertanian modern, industri kecil pengolahan, dan rantai pasok desa-kota, disertai pengawasan berbasis output dan penciptaan lapangan kerja.

Pandangan serupa disampaikan Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin. Ia menilai sejak kucuran dana SAL digulirkan, belum tampak perbaikan daya beli maupun peningkatan investasi yang signifikan.

“Info bahwa Bank BRI dan Bank Mandiri telah menyalurkan 45% dan 65% dana dari Menkeu tentunya counterintuitive,” tegas Wijayanto.

Ia pun mendorong agar perbankan memberikan konfirmasi transparan apakah penyaluran dana tersebut benar-benar berasal dari kredit baru atau sekadar hasil creative accounting.

“Makanya, BRI dan Mandiri perlu memberikan konfirmasi apakah itu benar-benar kredit baru atau sekedar hasil creative accounting,” tandasnya.

Dengan demikian, meskipun penyaluran dana SAL sebesar Rp200 triliun ini telah berjalan, tantangan utama tetap pada efektivitas penyerapan di sektor riil, agar dana tersebut benar-benar mampu menggerakkan roda ekonomi nasional, bukan hanya menambah likuiditas perbankan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daftar Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Jambi 9 Maret 2026, Cabai Rawit Merah Rp90.000 per Kg

    Daftar Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Jambi 9 Maret 2026, Cabai Rawit Merah Rp90.000 per Kg

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Senin (9/3/2026). Namun, beberapa komoditas mengalami perubahan harga, terutama pada komoditas cabai. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai rawit merah tercatat Rp90.000 per kilogram atau mengalami penurunan sekitar 5,26 persen. Sementara itu, harga cabai […]

  • BANK Ditunjuk BPKH Jadi Penerima Setoran Haji

    BANK Ditunjuk BPKH Jadi Penerima Setoran Haji

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) resmi ditetapkan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH). Melalui penunjukan ini, BANK memperkuat perannya dalam menghadirkan layanan haji yang lebih modern dan dekat dengan kebutuhan generasi muda yang kini mulai sadar pentingnya merencanakan haji sejak dini. Penunjukkan […]

  • Diburu Interpol, Ini Profil Lengkap Bos WanaArtha Life dan Kresna Group yang Jadi Buronan Kasus Keuangan RI

    Diburu Interpol, Ini Profil Lengkap Bos WanaArtha Life dan Kresna Group yang Jadi Buronan Kasus Keuangan RI

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Interpol Indonesia terus memburu dua buronan kelas kakap dalam kasus keuangan dan investasi yang menggemparkan Tanah Air, yakni Michael Steven, pemilik Grup Kresna, dan Evelina F. Pietruschka, pemilik WanaArtha Life. Keduanya kini masuk dalam daftar red notice internasional sejak 19 September 2025. Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Untung Widyatmoko, mengungkapkan bahwa nama Michael Steven […]

  • Operasi Medis Pakai Robot Sudah Ada di Indonesia, Ini Keunggulan dan Jenisnya

    Operasi Medis Pakai Robot Sudah Ada di Indonesia, Ini Keunggulan dan Jenisnya

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perkembangan teknologi di dunia kesehatan terus melaju pesat. Salah satu inovasi yang kini mulai diterapkan di Indonesia adalah bedah robotik (robotic surgery), sebuah teknologi operasi modern yang mengandalkan sistem robot untuk membantu dokter melakukan tindakan medis dengan presisi tinggi. Spesialis Bedah Digestif, Dr. dr. Wifanto Saditya Jeo, Sp.B-KBD, menjelaskan bahwa penggunaan robot dalam […]

  • Pupuk Urea Indonesia Jadi Rebutan Dunia, Produksi Capai 9,4 Juta Ton per Tahun

    Pupuk Urea Indonesia Jadi Rebutan Dunia, Produksi Capai 9,4 Juta Ton per Tahun

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia kian memainkan peran strategis di pasar pupuk global. Di tengah krisis pasokan dan lonjakan harga dunia, pupuk urea produksi dalam negeri menjadi incaran sejumlah negara. Kondisi geopolitik global, termasuk terganggunya jalur distribusi internasional, mendorong kenaikan harga urea secara signifikan. Pada awal April 2026, harga urea tercatat mencapai sekitar 690 dolar AS hingga […]

  • Maarten Paes Jadi Andalan Ajax! Tampil 90 Menit, Kini Dibidik untuk Lawan FC Sion

    Maarten Paes Jadi Andalan Ajax! Tampil 90 Menit, Kini Dibidik untuk Lawan FC Sion

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar positif datang dari penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes. Kiper kelahiran Nijmegen tersebut kembali mendapat kepercayaan dari Ajax Amsterdam untuk mengawal gawang dalam pertandingan kompetisi Eropa. Paes tampil sebagai starter saat Ajax bertandang ke markas Shelbourne pada Jumat (14/8/2026) dini hari WIB. Ia dipercaya bermain penuh dalam leg kedua babak kualifikasi UEFA […]

expand_less